Angkat Potensi Lokal Sumbar, Arya Alghifari Sabet Juara I Poster Nasional dan Juara Favorit

Gambar 1. Arya Alghifari, mahasiswa Program Studi Sastra Jepang angkatan 2024, berhasil meraih Juara I sekaligus Juara Favorit pada ajang Economy Creative Competition (ECOC) 2026 tingkat nasional
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas. Arya Alghifari, mahasiswa Program Studi Sastra Jepang angkatan 2024, berhasil meraih Juara I sekaligus Juara Favorit pada ajang Economy Creative Competition (ECOC) 2026 tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Departemen Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Padang periode 2025/2026.
Kompetisi yang berlangsung pada 7 Mei - 6 Juni 2026 tersebut mengangkat tema “Digitalisasi Cerdas Hari Ini, Masa Depan Gemilang Esok Hari”. Arya memilih subtema Optimalisasi Potensi Lokal sebagai Sumber Inovasi Ekonomi Kreatif dan berhasil memikat dewan juri melalui karya poster berjudul “Digitalisasi Rantai Pasok: Sinergi Cerdas Mina Padi dan UMKM Pecel Lele Menuju Sumbar Mandiri.”
Keberhasilan tersebut menambah daftar prestasi nasional yang diraih mahasiswa FIB Unand dalam bidang inovasi, kreativitas, dan pengembangan potensi lokal berbasis teknologi. Poster karya Arya mengangkat konsep sinergi antara sistem mina padi dan pelaku UMKM pecel lele sebagai model ekonomi kreatif berkelanjutan di Sumatera Barat. Mina padi merupakan sistem pertanian yang menggabungkan budidaya padi dan ikan air tawar dalam satu lahan sawah sehingga mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memberikan nilai ekonomi tambahan bagi petani.
Melalui poster tersebut, Arya menggambarkan bagaimana digitalisasi dapat membantu membangun rantai pasok yang lebih terarah antara petani dan pelaku UMKM. Hasil panen ikan tidak lagi dipasarkan secara acak, melainkan disalurkan melalui sistem kerja sama yang terintegrasi dan didukung oleh media digital untuk komunikasi, promosi, serta distribusi produk.
Menurut Arya, gagasan tersebut lahir dari keinginannya untuk melihat potensi lokal Sumatera Barat berkembang melalui kolaborasi yang sederhana namun berdampak nyata bagi masyarakat. “Saya ingin menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Potensi yang sudah ada di sekitar kita dapat menjadi kekuatan ekonomi apabila dikelola dengan kolaborasi yang baik dan didukung oleh teknologi digital,” ujar Arya.
Ia menjelaskan bahwa konsep yang ditawarkannya tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Mina padi memberikan keuntungan bagi petani, sementara UMKM mendapatkan pasokan bahan baku yang lebih stabil dan terjangkau. Jika didukung sistem digital yang tepat, hubungan ini dapat berkembang menjadi ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan,” tambahnya.
Berdasarkan deskripsi poster yang disusun Arya, sistem tersebut diharapkan mampu menciptakan hubungan yang saling menguntungkan antara petani dan UMKM. Petani memperoleh tambahan pendapatan dari hasil panen ikan, sementara UMKM mendapatkan pasokan ikan segar dengan harga yang lebih stabil sehingga dapat meningkatkan efisiensi usaha.
Dosen FIB Unand, Imelda Indah Lestari, M.Hum., menyampaikan apresiasi atas capaian Arya yang berhasil mengangkat isu ekonomi kreatif dengan pendekatan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. “Karya Arya menunjukkan bahwa mahasiswa humaniora juga mampu menghadirkan gagasan inovatif yang menyentuh persoalan ekonomi dan pembangunan daerah. Yang menarik, ia mampu menghubungkan potensi lokal dengan pemanfaatan teknologi digital secara sederhana namun aplikatif,” ujarnya.
Sementara itu, Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP., turut mengapresiasi prestasi tersebut. “Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa FIB Unand memiliki kemampuan untuk membaca potensi lokal dan mengembangkannya menjadi gagasan yang inovatif. Kreativitas yang berpijak pada kebutuhan masyarakat merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah,” ungkap Prof. Ike Revita, S.S., M.Hum.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan Arya menjadi bukti bahwa mahasiswa FIB tidak hanya unggul dalam bidang bahasa, sastra, dan budaya, tetapi juga mampu berkontribusi dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.
Keberhasilan meraih dua penghargaan sekaligus pada ajang nasional tersebut menjadi pencapaian yang membanggakan bagi Arya, Program Studi Sastra Jepang, dan FIB Unand. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, serta menghadirkan solusi kreatif yang bermanfaat bagi masyarakat dan pembangunan daerah.