Mahasiswi Sastra Inggris FIB Unand Ikuti Program Equity di Vietnam, Perkuat Isu Gender dan Budaya

Gambar 1. Pertemuan Alma Fathiinah Rianto, mahasiswi Jurusan Sastra Inggris FIB Unand, dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Ho Chi Minh, Vietnam

Padang, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung internasionalisasi pendidikan dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui partisipasi mahasiswa dalam berbagai program internasional. Hal ini diwujudkan melalui keikutsertaan Alma Fathiinah Rianto, mahasiswi Jurusan Sastra Inggris FIB Unand, dalam Program Equity yang dilaksanakan di Ho Chi Minh, Vietnam.

Program Equity merupakan program internasionalisasi pendidikan tinggi sebagai bentuk implementasi nyata dari komitmen Universitas Andalas dalam mendukung tercapainya SDGs, khususnya SDG 5 tentang kesetaraan gender (Gender Equality). Dalam program ini, Alma mengangkat fokus pada pertukaran budaya Indonesia, khususnya budaya Minangkabau melalui sistem matrilineal, sebagai perspektif dalam memahami isu-isu gender di tingkat global.

Kegiatan ini berlangsung selama dua minggu, yakni sejak 29 Maret hingga 14 April 2026, dan dilaksanakan di University of Social Sciences and Humanities (USSH), Vietnam National University Ho Chi Minh City. Selama program berlangsung, Alma juga menjalani kegiatan internship di Faculty of Oriental Studies sebagai bagian dari penguatan pengalaman akademik dan internasionalisasi.

Adapun rangkaian kegiatan yang diikuti meliputi orientation, campus tour dan academic orientation, academic classes, community engagement bersama asosiasi mahasiswa, cultural workshop yang memperkenalkan budaya Indonesia khususnya Minangkabau, cultural immersion untuk memahami budaya lokal Vietnam, hingga kunjungan industri pariwisata dan eksplorasi lapangan. Kegiatan tersebut dirancang untuk memperkuat pemahaman lintas budaya sekaligus meningkatkan kapasitas akademik dan sosial mahasiswa dalam konteks global.

Ketertarikan Alma mengikuti program ini dilatarbelakangi oleh keinginannya untuk memperoleh pengalaman belajar di luar negeri sekaligus memperluas wawasan, terutama dalam isu kesetaraan gender. “Saya tertarik karena saya memang mempunyai keinginan untuk dapat belajar di luar negeri dan program ini menyediakan sebuah kesempatan yang sangat besar untuk saya dapat berkembang sebagai seorang individu dan mendapat pengetahuan yang lebih luas, apalagi ketika bisa memilih fokus di gender equality,” ungkap Alma.

Gambar 2. Kegiatan diskusi dan pembelajaran Alma Fathiinah Rianto di USSH Vietnam dalam Program Equity, sebagai bagian dari upaya internasionalisasi dan penguatan SDGs (Gender Equality)

Dalam program tersebut, Alma menjadi satu-satunya perwakilan dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, sesuai dengan ketentuan program yang membatasi jumlah peserta satu orang per fakultas.

Melalui program ini, Alma tidak hanya memperoleh pengalaman internasional, tetapi juga memperdalam pemahaman terhadap dinamika budaya dan isu gender melalui pendekatan riset serta interaksi langsung di lapangan. “Saya berterima kasih kepada LPDP dan UNAND karena sudah menyediakan program equity ini, karena melalui program ini lebih membuka pandangan saya terhadap budaya dan krisis gender yang terjadi melalui research yang dilakukan dalam pembentukan materi. Program ini benar-benar memberikan saya kesempatan dalam belajar menjadi lebih kritis,” tambahnya.

Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum. beserta jajaran pimpinan FIB Unand menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas partisipasi Alma dalam program internasional tersebut. Kegiatan ini dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat daya saing global mahasiswa serta memperluas jejaring kerja sama internasional.

Pimpinan FIB Unand juga berharap pengalaman yang diperoleh selama mengikuti program ini dapat dibagikan kepada mahasiswa lainnya, sehingga mampu mendorong semangat internasionalisasi di lingkungan FIB serta memperkuat kontribusi mahasiswa dalam isu-isu global, khususnya terkait kesetaraan gender dan kebudayaan.

Humas FIB Unand: Siti Awal Syaravina, S.Hum., M.Li.

Revitalisasi Nilai Surau, FIB Unand Jalin Kerja Sama dengan Surau Kreatif

Gambar 1. Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Implementation Agreement (IA) dengan Komunitas Surau Kreatif

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas melaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Implementation Agreement (IA) dengan Komunitas Surau Kreatif dalam rangka penyelenggaraan program Surau Baralek Gadang pada Senin, 16 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan peran institusi akademik dalam revitalisasi nilai-nilai budaya Minangkabau melalui pendekatan yang kontekstual dan relevan dengan generasi masa kini.

Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Direktur Komunitas Surau Kreatif, Suci Shawmy Febrita, M.Psi., Psikolog, sebagai pihak pertama, dan Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, sebagai pihak kedua. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Dekan I Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D., Wakil Dekan II Alex Darmawan, S.S., M.A., Manajer Bidang I Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum., Manajer Bidang II Adrianis, S.S., M.A., serta perwakilan Ketua Program Studi Novalinda, S.S., M.Hum.

Kerja sama ini dilatarbelakangi oleh kesamaan visi kedua pihak dalam menjadikan surau tidak hanya sebagai ruang ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan karakter, dialog sosial, transmisi nilai budaya, serta pengembangan keilmuan. Program Surau Baralek Gadang dirancang sebagai ruang interaksi budaya yang mengintegrasikan aspek akademik, seni, dan masyarakat.

Ruang lingkup kerja sama mencakup berbagai kegiatan berbasis kebudayaan, antara lain riset dan pendataan kebudayaan, diskusi bersama maestro tradisi, pembuatan karya dan ilustrasi budaya, workshop, pameran, talkshow kebudayaan, serta lomba pengetahuan budaya tingkat SMA/MA/SMK. Selain itu, kegiatan ini juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam penguatan hubungan kelembagaan dan pengembangan program berbasis budaya.

Dalam pelaksanaannya, Surau Kreatif bertanggung jawab dalam penyusunan konsep, kurasi program, serta pengelolaan kegiatan secara profesional, sementara FIB Unand memberikan dukungan kelembagaan berupa penyediaan fasilitas, pelibatan civitas academica, serta diseminasi kegiatan melalui jaringan akademik dan mitra pendidikan.

Sumber pendanaan kegiatan berasal dari masing-masing pihak sesuai dengan ketentuan perjanjian, dengan dukungan jejaring yang melibatkan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, LPDP, serta Dana Indonesiana sebagai bagian dari ekosistem pendanaan kebudayaan.

Dalam sambutannya, Dekan FIB Unand menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam menghidupkan kembali fungsi surau dalam konteks kekinian. “Surau tidak hanya dimaknai sebagai ruang ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembentukan karakter dan transmisi nilai budaya. Melalui Surau Baralek Gadang, FIB Unand berupaya menghadirkan ruang akademik yang terhubung langsung dengan praktik kebudayaan masyarakat,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP.

Sementara itu, Direktur Surau Kreatif, Suci Shawmy Febrita, M.Psi., Psikolog, menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi ruang sinergi antara komunitas dan institusi akademik dalam menghidupkan kembali nilai-nilai budaya. “Kami melihat FIB Unand sebagai mitra strategis dalam menghadirkan program budaya.

Gambar 2. Direktur Surau kreatif, Suci Shawmy Febrita, M.Psi., Psikolog dan Faisal Chair, M.Hum. bersama Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum

Kerja sama ini berlaku selama lima tahun dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak. Melalui program Surau Baralek Gadang, FIB Unand menegaskan perannya sebagai institusi akademik yang tidak hanya mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga aktif dalam pelestarian dan revitalisasi nilai-nilai budaya sebagai bagian dari pembangunan intelektual masyarakat.

Humas FIB Unand: Siti Awal Syaravina, S.Hum., M.Li.

Melangkah ke Usia 44 Tahun, FIB Unand Dorong Riset Global Berakar pada Kearifan Lokal

Gambar 1. Sidang senat terbuka yang dipimpin oleh Ketua Senat FIB Unand, Prof. Dr. Nadra, M.S. bersama dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP

Padang, 6 Maret 2026 — Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas menyelenggarakan Dies Natalis ke-44 pada Jumat (6/3) di Ruang Seminar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas. Kegiatan ini menjadi momentum refleksi perjalanan institusi sekaligus peneguhan arah pengembangan akademik ke depan. Mengusung tema “Bapucuak ka Ateh, Baurek ka Bawah; Menuju Keunggulan Intelektual, Mengakar pada Kearifan Lokal,” peringatan tahun ini menegaskan pentingnya pertumbuhan akademik yang progresif dengan fondasi nilai budaya yang kuat.

Kegiatan Dies Natalis dihadiri oleh pimpinan fakultas, antara lain Dekan Fakultas Ilmu Budaya Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP., Wakil Dekan I Zulprianto, S.S., M.A, Ph.D., serta Wakil Dekan II Alex Darmawan, S.S., M.A. Turut hadir pula anggota senat fakultas yang diketuai oleh Prof. Dr. Nadra, M.S., para dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta mitra kerja sama.

Rangkaian kegiatan Dies Natalis meliputi Sidang Senat Terbuka, orasi ilmiah, serta pertunjukan seni budaya yang melibatkan mahasiswa dan komunitas mitra. Pada kesempatan tersebut, Wulan Fauzanna, S.S., M.EIL., Ph.D. menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Bahasa Inggris sebagai Instrumen Penguatan Profesionalisme di ASEAN dalam Perspektif Genre.” Orasi ini mengkaji peran bahasa Inggris sebagai sarana komunikasi profesional di kawasan ASEAN serta pentingnya pemahaman genre dalam praktik komunikasi akademik dan profesional lintas budaya.

Dalam paparannya, Wulan Fauzanna menekankan bahwa pendekatan genre memungkinkan analisis yang lebih mendalam terhadap praktik komunikasi profesional, khususnya dalam konteks global yang semakin kompleks. Menurutnya, penguasaan bahasa Inggris tidak hanya berkaitan dengan kompetensi linguistik, tetapi juga pemahaman terhadap konvensi wacana yang berkembang dalam komunitas profesional. “Pendekatan genre membantu kita memahami bagaimana bahasa digunakan secara strategis dalam berbagai praktik profesional di ASEAN. Dengan memahami pola retorika dan fungsi sosial teks, kita dapat memperkuat kompetensi komunikasi yang tidak hanya efektif, tetapi juga kontekstual,” ujar Wulan Fauzanna, S.S., M.EIL., Ph.D. dalam orasi ilmiahnya.

Gambar 2. Orasi ilmiah oleh Ibu Wulan Fauzanna, S.S., M.EIL., Ph.D.

Tema Dies Natalis tahun ini mengandung dua gagasan utama. Pertama, penguatan kapasitas intelektual melalui riset, publikasi ilmiah, serta kolaborasi lintas disiplin yang responsif terhadap perkembangan global. Kedua, komitmen untuk menjaga dan mengembangkan kearifan lokal sebagai basis etika, identitas, dan kontribusi keilmuan yang kontekstual.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP., menegaskan bahwa usia ke-44 merupakan penanda kematangan institusi dalam membangun tradisi akademik yang kuat. “Empat puluh empat tahun perjalanan Fakultas Ilmu Budaya bukan sekadar catatan waktu, melainkan cerminan dari proses panjang dalam membangun tradisi akademik yang berbasis riset, pengabdian kepada masyarakat, dan integritas keilmuan. FIB Unand diarahkan untuk memperkuat tata kelola akademik, meningkatkan kualitas luaran penelitian, serta memperluas jejaring nasional dan internasional,” ungkap Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP.

Sementara itu, Ketua Senat Fakultas Ilmu Budaya, Prof. Dr. Nadra, M.S., menekankan bahwa Dies Natalis juga menjadi ruang refleksi akademik bagi seluruh sivitas akademika. “Dies Natalis bukan hanya perayaan institusional, melainkan juga momentum refleksi akademik. Fakultas harus terus menjaga kualitas tradisi keilmuan, memperkuat integritas akademik, dan memastikan bahwa pengembangan ilmu pengetahuan tetap berakar pada nilai-nilai budaya yang menjadi identitas kita,” ujar Prof. Nadra, M.S.

Gambar 3. Senat Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas

Sebagai bagian dari agenda strategis pengembangan fakultas, FIB Universitas Andalas juga menargetkan peningkatan akreditasi program studi, penguatan kurikulum berbasis capaian pembelajaran (Outcome-Based Education), serta pengembangan pusat-pusat kajian strategis yang relevan dengan isu kebudayaan, bahasa, sejarah, dan arkeologi.

Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas sebagai pusat rujukan keilmuan di bidang humaniora, baik di tingkat regional maupun nasional. Selain itu, penguatan jejaring akademik internasional juga menjadi prioritas guna meningkatkan kontribusi fakultas dalam percaturan ilmu pengetahuan global.

Melalui peringatan Dies Natalis ke-44, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas menegaskan komitmennya untuk terus tumbuh sebagai institusi akademik yang adaptif terhadap perubahan zaman, sekaligus tetap berakar kuat pada nilai-nilai budaya yang menjadi identitas bangsa.

FIB Unand Sambut Kepala Seksi Keuangan dan Aset yang Baru

Gambar 1. Dekan FIB Unand bersama Kepala Seksi Keuangan dan Aset FIB Unand, Yunafrita Haroma, A.Md.

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand) melaksanakan kegiatan penyambutan Kepala Seksi (Kasi) Keuangan dan Aset yang baru pada Jumat, 27 Februari 2026, bertempat di Ruang Dekan FIB Unand. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses transisi dan penguatan tata kelola administrasi keuangan serta pengelolaan aset di lingkungan fakultas.

Acara penyambutan dihadiri oleh Dekan FIB Unand Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, Wakil Dekan II Alex Darmawan, S.S., M.A., Manajer Bidang I Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum., Manajer Bidang II Adrianis, S.S., M.A., Kepala Kantor Dafruddin, S.Pt., M.M., serta Kepala Seksi Keuangan dan Aset sebelumnya, Ahmad Zaki, S.E. Kehadiran unsur pimpinan fakultas dalam kegiatan ini menegaskan pentingnya kesinambungan tata kelola keuangan yang profesional, akuntabel, dan transparan.

Secara struktural, jabatan Kasi Keuangan dan Aset memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran administrasi fakultas, khususnya dalam pengelolaan anggaran, pelaporan keuangan, serta pencatatan dan pemeliharaan aset institusi. Pergantian pejabat di posisi ini diharapkan mampu menjaga konsistensi sistem sekaligus meningkatkan efektivitas layanan administrasi.

Dalam sambutannya, Dekan FIB Unand menyampaikan apresiasi kepada pejabat sebelumnya atas dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan selama menjalankan amanah di bidang keuangan dan aset. “Pengelolaan keuangan dan aset merupakan fondasi penting dalam mendukung seluruh aktivitas akademik. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Ahmad Zaki, S.E. atas pengabdian dan kerja kerasnya. Kepada pejabat yang baru, kami berharap dapat melanjutkan serta menyempurnakan sistem yang telah berjalan dengan prinsip akuntabilitas dan profesionalisme,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP.

Sementara itu, Kepala Kantor FIB Unand, Dafruddin, S.Pt., M.M., menegaskan bahwa koordinasi antarunit menjadi kunci dalam menjaga tertib administrasi dan pengelolaan aset. “Sinergi antara pimpinan, manajer, dan unit keuangan sangat penting agar setiap proses administrasi berjalan efektif dan sesuai regulasi yang berlaku,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ahmad Zaki, S.E. menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan pimpinan dan rekan kerja selama masa tugasnya. Ia berharap sistem yang telah dibangun dapat terus dikembangkan untuk mendukung tata kelola fakultas yang semakin baik.

Kegiatan penyambutan ini berlangsung dalam suasana formal dan penuh kebersamaan, sekaligus menjadi momentum refleksi atas pentingnya integritas dan ketelitian dalam pengelolaan administrasi keuangan institusi pendidikan tinggi.

Melalui kegiatan ini, FIB Unand menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola administrasi yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan akademik di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas.

Humas FIB Unand: Siti Awal Syaravina, S.Hum., M.Li.

FIB Unand Laksanakan Audit Mutu Internal oleh LPPM Unand Tahun 2026

Gambar 1. Tim auditor LPPM Universitas Andalas, Dr. Elva Ronaning Roem, M.Si. dan Dr. Verinita, S.E., M.Si.

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas melaksanakan Audit Mutu Internal (AMI) oleh Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu (LPPM) Universitas Andalas pada Selasa, 24 Februari 2026, bertempat di Ruang Sidang FIB Unand. Kegiatan ini merupakan bagian dari siklus penjaminan mutu internal universitas yang bertujuan memastikan keterlaksanaan standar akademik, tata kelola, serta peningkatan kualitas berkelanjutan di lingkungan fakultas.

Audit dibuka secara resmi oleh Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, dan dihadiri oleh Wakil Dekan I Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D., Wakil Dekan II Alex Darmawan, S.S., M.A., Manajer Bidang I Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum., Manajer Bidang II Adrianis, S.S., M.A., serta Ketua Gugus Penjaminan Mutu (GPM) FIB Unand, Aulia Rahman, S.S., M.A. Kehadiran pimpinan fakultas dan pengelola mutu menunjukkan kesiapan institusi dalam menjalani proses evaluasi secara terbuka, objektif, dan berbasis bukti.

Dari LPPM Universitas Andalas, tim auditor yang hadir terdiri atas Dr. Elva Ronaning Roem, M.Si. sebagai Auditor I dan Dr. Verinita, S.E., M.Si. sebagai Auditor II. Keduanya melakukan audit terhadap implementasi standar mutu akademik dan nonakademik di FIB Unand sesuai dengan instrumen dan pedoman Audit Mutu Internal Universitas Andalas.

Secara konseptual, Audit Mutu Internal merupakan instrumen evaluasi sistematis yang dirancang untuk menilai kesesuaian pelaksanaan kegiatan tridarma perguruan tinggi dengan standar yang telah ditetapkan. Proses ini tidak hanya berfungsi sebagai kontrol administratif, tetapi juga sebagai mekanisme refleksi institusional dalam rangka perbaikan berkelanjutan (continuous quality improvement).

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan Dekan FIB Unand, dilanjutkan dengan pemaparan umum mengenai capaian kinerja fakultas, sistem penjaminan mutu, serta tindak lanjut atas rekomendasi audit sebelumnya. Setelah itu, tim auditor melakukan penelaahan dokumen, klarifikasi data, serta diskusi bersama unit-unit terkait, termasuk pengelola program studi dan unsur tata kelola fakultas.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP menegaskan bahwa audit mutu internal merupakan bagian dari budaya akademik yang harus dipandang sebagai upaya peningkatan kualitas, bukan sekadar kewajiban administratif. “Audit Mutu Internal adalah ruang refleksi dan penguatan sistem. Melalui proses ini, kita dapat memastikan bahwa tata kelola akademik berjalan sesuai standar serta terus berkembang secara terukur dan berkelanjutan. Mutu harus dibangun melalui sistem yang terdokumentasi, terintegrasi, dan konsisten,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP.  

Sementara itu, Dr. Elva Ronaning Roem, M.Si., menyampaikan bahwa Audit Mutu Internal bertujuan membantu unit kerja mengidentifikasi kekuatan dan area yang perlu ditingkatkan. “Audit bukanlah proses mencari kesalahan, melainkan memastikan bahwa standar mutu diterapkan secara efektif dan terdokumentasi dengan baik. Hasil audit akan menjadi dasar perumusan rekomendasi untuk peningkatan kualitas,” jelasnya.

Ketua GPM FIB Unand, Aulia Rahman, S.S., M.A., juga menyampaikan bahwa audit menjadi momentum strategis untuk memperkuat koordinasi internal serta menyempurnakan sistem dokumentasi mutu di lingkungan fakultas. “Hasil audit akan kami jadikan bahan evaluasi dan perbaikan bersama agar siklus penjaminan mutu berjalan lebih efektif dan sistematis,” tuturnya.

Gambar 2. Foto bersama pimpinan FIB Unand bersama tim auditor LPPM Universitas Andalas

Melalui pelaksanaan Audit Mutu Internal ini, FIB Unand menegaskan komitmennya dalam membangun tata kelola akademik yang profesional, transparan, dan akuntabel. Kegiatan ini diharapkan menjadi landasan strategis dalam menjaga serta meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas.

Humas FIB Unand: Siti Awal Syaravina, S.Hum., M.Li. 

FIB Unand Melepas Mahasiswa Magang ke Balai Bahasa Provinsi Bali

Gambar 1. Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP secara resmi melepas mahasiswa magang ke Balai Bahasa Provinsi Bali

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand) secara resmi melepas mahasiswa magang ke Balai Bahasa Provinsi Bali pada Kamis, 12 Februari 2026, bertempat di Ruang Sidang FIB Unand. Kegiatan pembekalan sekaligus pelepasan ini merupakan bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang dirancang untuk memperkuat kompetensi akademik mahasiswa melalui praktik langsung di lembaga kebahasaan nasional.

Acara dibuka oleh Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, dan dihadiri oleh Wakil Dekan I Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D., Wakil Dekan II Alex Darmawan, S.S., M.A., Manajer Bidang I Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum., serta Ketua Unit MBKM, Dhiant Asri, S.S., M.Hum. Kehadiran pimpinan fakultas dalam kegiatan ini menegaskan dukungan institusi terhadap penguatan kapasitas mahasiswa melalui kolaborasi dengan lembaga eksternal.

Mahasiswa yang akan melaksanakan magang di Balai Bahasa Provinsi Bali adalah Adinda Septiana dan Agusma Razi dari Program Studi Sastra Indonesia, serta Nurhidayati Rahayu dari Program Studi Sastra Inggris. Selama masa magang, mahasiswa akan terlibat dalam berbagai kegiatan kebahasaan dan kesastraan, termasuk dokumentasi, pengembangan bahasa, serta dukungan terhadap program literasi dan pelestarian bahasa daerah yang menjadi bagian dari tugas dan fungsi Balai Bahasa.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP menegaskan bahwa program magang ini tidak hanya berfungsi sebagai pemenuhan kewajiban akademik, tetapi juga sebagai ruang pembentukan kompetensi profesional mahasiswa. “Magang di Balai Bahasa Provinsi Bali merupakan kesempatan strategis bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan teori yang dipelajari di kelas dengan praktik kerja nyata. Pengalaman ini diharapkan memperluas wawasan akademik sekaligus membentuk sikap profesional dan tanggung jawab ilmiah,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP.

Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam lembaga kebahasaan pemerintah akan memperkuat pemahaman mereka terhadap dinamika pengembangan bahasa dan sastra di tingkat nasional, sekaligus membuka peluang jejaring profesional yang relevan dengan bidang keilmuan humaniora.  

Perwakilan mahasiswa magang, Adinda Septiana, menyampaikan bahwa kesempatan ini menjadi pengalaman penting dalam perjalanan akademiknya. “Kami memandang magang ini sebagai ruang belajar yang nyata. Melalui keterlibatan langsung di Balai Bahasa, kami berharap dapat mengasah keterampilan analisis, penulisan, serta memahami tata kelola kebahasaan secara profesional,” ujarnya. 

Gambar 2. Mahasiswa magang di Balai Bahasa Provinsi Bali, Adinda Septiana, Agusma Razi, dan Nurhidayati Rahayu

Melalui kegiatan ini, FIB Unand kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang terintegrasi antara teori dan praktik. Program magang di Balai Bahasa Provinsi Bali diharapkan menjadi bagian dari proses pembentukan lulusan yang kompeten, adaptif, dan mampu berkontribusi dalam pengembangan bahasa dan sastra di tingkat nasional.

Humas FIB Unand: Siti Awal Syaravina, S.Hum., M.Li.