Mahasiswa Ilmu Sejarah FIB Unand Raih Terbaik I Duta Bahasa Sumatra Barat 2026

Gambar 1. Muhammad Berlian, mahasiswa Program Studi Ilmu Sejarah FIB Unand angkatan 2023 berhasil meraih terbaik I Duta Bahasa Sumatra Barat 2026
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas. Muhammad Berlian, mahasiswa Program Studi Ilmu Sejarah angkatan 2023, berhasil meraih predikat Terbaik I Duta Bahasa Sumatra Barat 2026 pada ajang Pemilihan Duta Bahasa Sumatra Barat yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Sumatra Barat.
Ajang Duta Bahasa Sumatra Barat merupakan program tahunan yang berada di bawah naungan Balai Bahasa Provinsi Sumatra Barat, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Kegiatan ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk berperan aktif dalam mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, serta menguasai bahasa asing sebagai bagian dari upaya pembangunan karakter dan kebudayaan bangsa.
Sebelum mencapai tahap pemilihan akhir, seluruh finalis mengikuti proses karantina yang berlangsung pada 10–15 Mei 2026. Selama masa karantina, peserta menjalani berbagai tahapan seleksi dan pembinaan, mulai dari psikotes, pelatihan kebahasaan, penulisan artikel, wawancara, presentasi laporan krida, wicara publik, penilaian bahasa asing, latihan koreografi, hingga malam talenta.
Muhammad Berlian mengaku bahwa seluruh rangkaian kegiatan tersebut menjadi pengalaman yang sangat berharga karena tidak hanya menguji kemampuan akademik, tetapi juga melatih kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, dan kepemimpinan. “Selama karantina kami benar-benar ditantang untuk berkembang. Tidak hanya soal kemampuan berbahasa, tetapi juga bagaimana menyampaikan gagasan, bekerja sama, dan menunjukkan kepedulian terhadap isu kebahasaan di masyarakat,” ujarnya.
Dalam ajang tersebut, Muhammad Berlian mengusung program krida bertajuk “Pintar Padang”. Program ini dirancang sebagai ruang edukasi kebahasaan yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap pentingnya penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar tanpa mengabaikan keberadaan bahasa daerah sebagai identitas budaya.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan media sosial menghadirkan tantangan tersendiri bagi penggunaan bahasa. Karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih dekat dengan generasi muda agar bahasa Indonesia tetap menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. “Bahasa bukan hanya alat komunikasi. Bahasa adalah identitas, cara berpikir, sekaligus cermin budaya suatu masyarakat. Saya ingin generasi muda melihat bahasa sebagai sesuatu yang dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari,” jelasnya.
Keberhasilan meraih predikat Terbaik I menjadi pencapaian yang membanggakan tidak hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi Program Studi Ilmu Sejarah dan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas. Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa humaniora memiliki kapasitas yang kuat dalam bidang kebahasaan, komunikasi, dan kepemimpinan publik.
Muhammad Berlian berharap gelar yang diraihnya dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berprestasi dan berkontribusi dalam pelestarian bahasa dan budaya Indonesia. “Gelar ini bukan akhir dari perjalanan. Justru ini menjadi awal untuk bekerja lebih banyak lagi. Saya berharap semakin banyak anak muda yang mau terlibat dalam gerakan pelestarian bahasa dan budaya karena masa depan keduanya ada di tangan generasi kita,” ungkapnya.
Keberhasilan Muhammad Berlian menjadi Terbaik I Duta Bahasa Sumatra Barat 2026 semakin mempertegas komitmen mahasiswa FIB Unand dalam mengembangkan nilai-nilai kebahasaan, kebudayaan, dan literasi di tengah masyarakat.
“Prestasi yang diraih Muhammad Berlian menunjukkan bahwa mahasiswa FIB Unand tidak hanya memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi juga mampu menjadi duta yang membawa nilai-nilai kebahasaan dan kebudayaan ke tengah masyarakat. Kami berharap capaian ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan berprestasi,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas.