FIB Unand Meriahkan Dies Natalis ke-70 melalui Car Free Day dan Pengabdian kepada Masyarakat

Gambar 1. Stan FIB Unand dikunjungi jajaran pimpinan Rektor Universitas Andalas

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand) turut memeriahkan rangkaian Dies Natalis Universitas Andalas ke-70 melalui kegiatan Car Free Day yang digelar pada Minggu, 30 Agustus 2026. Tidak hanya menjadi bagian dari perayaan hari jadi Universitas Andalas, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi FIB Unand untuk menghadirkan seni, budaya, dan pengetahuan kepada masyarakat sebagai bagian dari semangat pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan berlangsung sejak pagi dan diawali dengan senam bersama yang diikuti oleh civitas academica Universitas Andalas. Selanjutnya, berbagai fakultas di lingkungan Universitas Andalas membuka stan dan menghadirkan beragam aktivitas bagi civitas academica serta masyarakat yang hadir. FIB Unand menjadi salah satu fakultas yang turut berpartisipasi dengan menghadirkan stan yang menampilkan kekayaan seni, budaya, dan tradisi.

Melalui stan tersebut, FIB Unand menghadirkan berbagai aktivitas yang merepresentasikan keberagaman budaya yang menjadi bagian dari kehidupan akademik di Fakultas Ilmu Budaya. Pengunjung dapat menyaksikan pertunjukkan tari piring tujuh susun, demonstrasi pemasangan baju yukata, pembuatan kanji, atraksi talempong, serta tambua-tansa.

Berbagai penampilan tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berinteraksi secara langsung dengan seni dan budaya. Tidak hanya melalui pertunjukan, beberapa aktivitas juga dikemas dalam bentuk demonstrasi sehingga pengunjung dapat melihat secara lebih dekat proses dan praktik kebudayaan yang diperkenalkan.

Keterlibatan FIB Unand dalam kegiatan Car Free Day menjadi salah satu bentuk bagaimana ilmu dan pengetahuan yang berkembang di lingkungan perguruan tinggi dapat dihadirkan di tengah masyarakat. Seni dan budaya tidak hanya dipelajari di dalam ruang kelas, tetapi juga dapat diperkenalkan melalui ruang-ruang publik yang lebih terbuka dan dekat dengan kehidupan masyarakat.

Semangat tersebut sejalan dengan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat, yang menjadi salah satu bagian dari pelaksanaan tridarma perguruan tinggi. Melalui kegiatan ini, FIB Unand berupaya menjadikan kekayaan budaya sebagai medium edukasi sekaligus ruang interaksi antara perguruan tinggi dan masyarakat.

“Perayaan Dies Natalis tidak hanya tentang bertambahnya usia Universitas Andalas, tetapi juga tentang bagaimana perguruan tinggi terus hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, FIB Unand ingin membawa seni dan budaya lebih dekat kepada masyarakat sekaligus membuka ruang untuk saling mengenal dan belajar” ujar Prof. Dr. Ike Revita.

Selain pertunjukan budaya, mahasiswa FIB Unand turut mengambil bagian dalam pelaksanaan kegiatan. Keterlibatan mahasiswa berasal dari berbagai organisasi kemahasiswaan (Ormawa) dan unsur mahasiswa lainnya. Mereka bersama dosen, tenaga kependidikan, serta pimpinan fakultas terlibat dalam menyiapkan dan menjalankan berbagai aktivitas di stan FIB Unand.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Dekan FIB Unand Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, Wakil Dekan I Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D., Wakil Dekan II Alex Darmawan, S.S., M.A., Manajer Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum., dan Manajer Bidang Umum dan Keuangan Adrianis, S.S., M.A. Selain itu, hadir pula kepala kantor, para ketua departemen, ketua program studi, tenaga kependidikan, serta mahasiswa di lingkungan FIB Unand.

Keberagaman sajian di stan FIB Unand memperlihatkan keluasan ruang kajian budaya yang berkembang di fakultas. Unsur budaya Minangkabau ditampilkan melalui tari piring, talempong, dan tambua-tansa, sementara budaya Jepang diperkenalkan melalui demonstrasi pemasangan yukata dan pembuatan kanji.

Pertunjukan tersebut mendapat perhatian dari pengunjung yang hadir dalam kegiatan Car Free Day. Kehadiran musik dan seni tradisional menjadi salah satu daya tarik stan FIB Unand, sekaligus memberikan pengalaman langsung kepada masyarakat mengenai kekayaan budaya yang dipelajari dan dikembangkan di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya. “Budaya akan terus hidup apabila dikenalkan, dipelajari, dan diberi ruang untuk hadir di tengah masyarakat. Karena itu, kegiatan seperti ini penting bagi mahasiswa maupun masyarakat. Mahasiswa belajar berbagai pengetahuan, sementara masyarakat mendapatkan kesempatan untuk mengenal budaya dari perspektif yang lebih dekat,” ungkap salah seorang pengunjung stan FIB Unand.

Gambar 2. Penampilan tari piring oleh mahasiswa FIB Unand

Kegiatan berlangsung dalam suasana meriah dan penuh kebersamaan. Sejak pagi, masyarakat dan civitas academica Universitas Andalas dan masyarakat Kota Padang silih berganti mengunjungi stan FIB Unand untuk menyaksikan berbagai penampilan serta aktivitas budaya yang disajikan.

Bagi mahasiswa, kegiatan ini juga menjadi pengalaman untuk belajar berkomunikasi dan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Sementara bagi FIB Unand, keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara lingkungan akademik dengan masyarakat melalui pendekatan seni dan budaya.

Rangkaian Car Free Day dalam rangka Dies Natalis Universitas Andalas ke-70 menjadi momentum yang mempertemukan perayaan institusi, kebersamaan civitas academica, dan pengabdian kepada masyarakat dalam satu kegiatan.

Melalui partisipasinya, FIB Unand tidak hanya hadir untuk memeriahkan ulang tahun Universitas Andalas, tetapi juga membawa identitas dan keilmuan fakultas ke ruang publik. Seni dan budaya menjadi jembatan yang mempertemukan kampus dengan masyarakat dalam suasana yang lebih terbuka, santai, dan interaktif.

Dengan semangat Dies Natalis Universitas Andalas ke-70, FIB Unand terus berupaya menjadikan budaya sebagai bagian dari kehidupan yang dekat dengan masyarakat.

Gambar 3. Civitas Academica FIB Unand