Tingkatkan Wawasan Mahasiswa Sastra Indonesia FIB UNAND, Hima Karsa adakan Pelatihan Sastra Bertema EYD dan Sastra Anak

Gambar 1. Foto Bersama Hima Karsa Sastra Indonesia FIB Unand dalam acara  pelatihan sastra bertema EYD dan Sastra Anak

Padang — HIMA KARSA mengadakan kegiatan pelatihan sastra tentang penulisan artikel ilmiah dan sastra anak. Kegiatan ini termasuk dalam serangkaian acara pra-PSPM (Pelatihan Sastra dan Pengabdian Masyarakat) pada 17 Oktober di Ruang Seminar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas. Tujuan dari pelatihan ini untuk memperluas wawasan mengenai bahasa pada karya ilmiah dan sastra anak.

Acara formal dimulai oleh Ghina Rufa’uda dan Nahdatul Rahma Putri selaku pembawa acara. Ketua Program Studi Sastra Indonesia, Dr. Ronidin, S.S., M.A. turut hadir untuk membuka kegiatan Pra-PSPM secara resmi. Dalam kata sambutannya, beliau menyampaikan “tema yang diangkat kegiatan Pra-PSPM tahun ini sangat menarik, terutama mengenai sastra anak yang sudah luput dari perhatian banyak orang”. Oleh karena itu, kegiatan ini sebagai ruang pembelajaran bagi peserta yang tidak hanya didapatkan di luar kelas untuk mengenal lebih jauh dunia kepenulisan, baik itu ranah ilmiah maupun sastra.

Kegiatan ini menghadirkan empat pemateri, yaitu Ahmad Hamidi, S.Pd., M.Hum., Sonezza  Ladyanna, S.S., M.A., Ph.D., Zurmailis, S.S., M.Hum., dan Andina Mutie Hawa, M.Hum. Sesi pelatihan pertama dipandu oleh moderator, Ashifa Desfania Zulni.

Materi mengenai bahasa dan ejaan dalam karya ilmiah dipaparkan secara interaktif oleh Ahmad Hamidi, S.Pd., M.Hum. Beliau menyebutkan bahwa dalam karya ilmiah harus memiliki beberapa karakteristik, yaitu penggunaan bahasa yang lugas.

Penyampaian materi dilanjutkan oleh Sonezza Ladyanna, S.S., M.A., Ph.D. mengenai ejaan dalam bahasa karya ilmiah, contohnya bagaimana cara penulisan preposisi di- ditulis terpisah dan ditulis serangkai. Setelah itu, dilanjutkan dengan praktik penyuntingan sederhana dari artikel yang sudah dibawa masing-masing peserta. Peserta dimintai membaca sebuah tulisan selama kurang lebih 15 menit, lalu melakukan penyuntingan pada paragraf awalnya. Dalam praktik ini peserta sangat antusias dan bersemangat untuk menyunting karya yang telah mereka baca. Untuk sesi penutupan sebelum ishoma, peserta diajak untuk mengingat kembali materi-materi yang telah disampaikan dengan kuis ejaan dalam penulisan.

Sesi pelatihan selanjutnya dipandu oleh Maryatul Kuptiah. Materi pertama disampaikan oleh Zurmailis, S.S., M.Hum. secara singkat. “Tema mengenai sastra anak sangat cocok diperbincangkan, mengingat saat ini sastra anak kurang mendapatkan perhatian lebih,” jelasnya.

Menurutnya, sastra anak ditulis dengan tujuan sebagai pembentuk karakter anak. Namun, zaman sekarang ini, mayoritasnya sastra anak ditulis melenceng dari nilai moral dan agama. Semestinya dalam sastra anak harus terdapat unsur moral, budaya, bahasa, dan agama yang berguna untuk pendidikan karakter anak, lanjutnya.  

Andina Mutie Hawa, M.Hum.  mengutip salah satu contoh dongeng anak, Cinderella dan Bawang Putih dan Bawang Merah. Awalnya sastra anak dari dongeng klasik, Prancis yang diceritakan dari mulut ke mulut lalu dibukukan lalu dialihawahanakan menjadi film.

Jika berbicara tentang dongeng, maka tidak akan terlepas dari unsur magis. “Dongeng yang mulanya diceritakan dari mulut ke mulut akan  memiliki nilai yang berbeda dengan dongeng dalam film karena akan terjadi perubahan nilai moral”, ucap Ibu Andina Mutie Hawa, M.Hum.

Pada sesi ini, peserta sangat aktif bertanya untuk meningkatkan pemahaman mengenai sastra anak. Melalui dua pelatihan ini, peserta diajak untuk mengenal lebih jauh dunia ilmiah dan sastra anak.

Hidayatul Irfani selaku koordinator acara menyampaikan alasan penulisan ilmiah dan sastra anak dipilih sebagai materi dalam kegiatan Pra-PSPM tahun ini.

Materi penulisan ilmiah memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya menyampaikan gagasan secara sistematis, menggunakan bahasa yang tepat, dan memperhatikan kaidah penulisan. Sementara itu, materi sastra anak memperkenalkan perannya dalam mengembangkan imajinasi, kreativitas, dan kemampuan berbahasa dan menanamkan nilai-nilai positif pada anak.

Ketua Pelaksana, Ferdi Ardian Saputra turut menyampaikan harapannya, “setelah mengikuti kegiatan ini, peserta akan lebih berani dan aktif dalam dunia kepenulisan hingga menghasilkan karya sendiri yang dapat dinikmati dan bermanfaat bagi orang lain,” jelasnya.

Melalui kegiatan Pra-PSPM ini, HIMA KARSA berupaya untuk memberikan pembekalan yang dapat dijadikan pondasi bagi peserta dalam berkarya. Pengetahuan mengenai bahasa dan ejaan dalam artikel ilmiah dan sastra anak dapat diimplementasikan dalam proses kreatifnya. Oleh sebab itu, setelah pelatihan ini akan lahir penyunting dan penulis-penulis hebat sastra anak.

Penulis: Maryatul Kuptiah (Tim Humas FIB)