Perkuat Tata Kelola dan Perencanaan Program 2027, FIB Unand Optimalkan Pengelolaan Risiko melalui Simanis

Gambar 1. Dekan FIB Unand Bersama dua pemateri utama yaitu Dr. Ernita Arif, M.Si. dan Ns. Okky Adelirandy, M.Sc.

Perencanaan program yang berkualitas membutuhkan identifikasi risiko yang cermat agar setiap kegiatan dapat disusun dengan mempertimbangkan potensi hambatan, dampak, dan langkah penanganannya. Atas dasar tersebut, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas menyelenggarakan kegiatan Pendampingan Teknis Pengisian dan Penilaian Risiko melalui Sistem Informasi Manajemen Risiko (Simanis) pada Jumat, 16 Oktober 2026, di Ruang Sidang Dekanat Lantai 2 FIB Unand.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 14.00 WIB hingga selesai ini dibuka langsung oleh Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP. Pendampingan tersebut diikuti oleh Wakil Dekan I dan II, Manajer I dan II, Kepala Kantor Sekretariat, Kepala Seksi Administrasi Umum, Kepala Seksi Keuangan dan Aset, ketua departemen, serta ketua program studi di lingkungan FIB Unand. Operator Simanis juga turut dilibatkan dalam kegiatan ini.

Pendampingan menghadirkan dua narasumber dari tingkat Universitas, yaitu Dr. Ernita Arif, M.Si. dan Ns. Okky Adelirandy, M.Sc. Keduanya memberikan pendampingan teknis terkait pengisian dan penilaian risiko melalui Simanis, sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman peserta terhadap proses pengelolaan risiko dalam penyelenggaraan kegiatan dan perencanaan program fakultas.

Pelaksanaan kegiatan ini dilatarbelakangi kebutuhan untuk mewujudkan tata kelola universitas yang baik (good university governance). Dalam konteks tersebut, pengelolaan risiko menjadi bagian penting dari proses pengambilan keputusan, terutama ketika fakultas menyusun program kerja untuk tahun berikutnya. Identifikasi risiko yang dilakukan secara sistematis membantu unit kerja mengenali potensi kendala sejak awal, menilai tingkat risikonya, dan menentukan langkah penanganan yang sesuai.

Melalui pendampingan teknis ini, para pimpinan unit, pengelola administrasi, dan ketua program studi memperoleh kesempatan untuk memperkuat pemahaman mengenai penggunaan Simanis. Sistem ini menjadi sarana pendukung dalam mendokumentasikan serta menilai risiko secara lebih terstruktur sehingga hasilnya dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan prioritas dan menyusun rencana tindak lanjut.

Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP., menempatkan penguatan tata kelola sebagai bagian penting dalam mendukung pencapaian tujuan fakultas. “Pengelolaan risiko perlu menjadi bagian dari perencanaan setiap unit kerja. Dengan mengenali potensi kendala sejak awal, kita dapat menyusun program yang lebih terarah, menentukan langkah antisipasi, dan meningkatkan akuntabilitas dalam pelaksanaannya.”

Dari sisi teknis, pendampingan oleh narasumber diharapkan membantu peserta memahami tahapan pengisian dan penilaian risiko secara tepat, mulai dari mengenali potensi risiko hingga mempertimbangkan dampak dan langkah mitigasinya. “Pengisian dan penilaian risiko perlu dilakukan secara cermat agar setiap risiko yang teridentifikasi dapat menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan yang sesuai. Dengan demikian, pengelolaan risiko tidak berhenti pada pencatatan, tetapi dapat dimanfaatkan dalam proses perencanaan dan evaluasi program,” ujar Dr. Ernita Arif, M.Si.

Keterlibatan berbagai unsur di lingkungan FIB Unand menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman bersama mengenai pengelolaan risiko. Kolaborasi antara pimpinan, pengelola administrasi, ketua departemen, ketua program studi, dan operator Simanis diharapkan dapat mendukung konsistensi proses identifikasi serta penilaian risiko pada setiap unit kerja.

Melalui kegiatan ini, FIB Unand memperkuat langkah menuju tata kelola yang lebih terencana, terukur, dan akuntabel. Hasil pendampingan diharapkan menjadi bekal bagi setiap unit dalam menyusun program kerja tahun 2027 dengan mempertimbangkan risiko secara lebih sistematis, sehingga pelaksanaan program dapat berjalan lebih efektif dan mendukung pencapaian sasaran fakultas.

Gambar 2. Foto bersama seluruh peserta workshop Pengelolaan Risiko melalui Simanis di FIB Unand