Visiting Professor FIB Unand di Institut Citra Internasional: Penguatan Kolaborasi Akademik melalui Kuliah Umum dan Penandatanganan PKS—IA

Gambar 1. Dekan FIB Unand melaksanakan kegiatan Visiting Professor ke Institut Citra Internasional (ICI), Bangka Belitung

Dalam rangka memperkuat jejaring akademik dan memperluas implementasi Tridarma Perguruan Tinggi, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas melaksanakan kegiatan Visiting Professor ke Institut Citra Internasional (ICI), Bangka Belitung. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 27 November 2025 dan terdiri atas dua agenda utama: kuliah umum untuk mahasiswa dan workshop penulisan artikel ilmiah untuk dosen. Rangkaian acara ditutup dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Implementing Agreement (IA).

Rangkaian kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Keperawatan ICI, Ns. Maryana, M.Kep., dan dihadiri oleh pimpinan institusi, dosen, serta mahasiswa. Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, hadir sebagai dosen tamu dan pemateri utama dalam kegiatan ini.

Pada sesi pertama, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP menyampaikan materi kuliah umum bertema Komunikasi Efektif, sebuah kemampuan fundamental yang harus dimiliki mahasiswa di era digital. Beliau menekankan bahwa komunikasi tidak hanya sebatas kemampuan berbicara lancar, tetapi kemampuan menyampaikan pesan secara jelas, empatik, dan dialogis. “Komunikasi adalah jembatan antara ide cemerlang dan kesuksesan nyata. Mahasiswa yang terampil berkomunikasi akan lebih percaya diri, produktif, dan siap menghadapi dunia profesional,” jelas Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP dalam kuliahnya.

Sesi berikutnya ditujukan bagi para dosen Fakultas Keperawatan ICI dengan tema Penulisan Artikel Ilmiah dan Strategi Pemilihan Jurnal Terindeks. Pada workshop tersebut, Prof. Ike menguraikan tahapan sistematis dalam proses publikasi ilmiah, mulai dari identifikasi topik, penentuan jurnal sasaran, penulisan artikel dengan teknik ATM (Amati–Tiru–Modifikasi), hingga proses submit. “Publikasi bukan hanya tentang menulis, tetapi memahami standar ilmiah, disiplin metodologi, dan kesesuaian dengan jurnal. Konsistensi dan ketelitian adalah kunci utama,” tegas Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP

Gambar 2. Foto bersama antara Dekan FIB Unand dengan dosen dan mahasiswa Fakultas Keperawatan Institut Citra Internasional (ICI), Bangka Belitung

Sebagai tindak lanjut kegiatan akademik tersebut, FIB Unand dan Fakultas Keperawatan Institut Citra Internasional melaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Implementing Agreement (IA). Kerja sama ini mencakup bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia akademik melalui program-program kolaboratif.  

Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperluas peluang riset bersama dan mobilitas akademik. “Kami percaya bahwa kolaborasi lintas institusi akan membuka ruang inovasi baru, memperkaya pengalaman akademik, dan memperkuat kontribusi kita terhadap pengembangan ilmu budaya dan komunikasi.”

Humas FIB Unand: Siti Awal Syaravina  

 

Pengabdian FIB Unand: Eksplorasi Linguistik dan Budaya Suku Lom di Desa Mapur

Gambar 1. Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa eksplorasi budaya ke Desa Mapur di Bangka Belitung

Sebagai tindak lanjut rangkaian kunjungan akademik di Universitas Bangka Belitung (UBB), Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa eksplorasi budaya ke Desa Mapur, salah satu wilayah yang dihuni oleh Suku Lom, kelompok etnis minoritas di Bangka Belitung. Pengabdian ini ddilaksanakanada hari Jumat, 28 November 2025. Pengabdian ini juga diikuti oleh beberapa dosen Sastra Inggris Universitas Bangka Belitung

Pengabdian ini dilakukan melalui observasi lapangan dan wawancara langsung terkait praktik budaya, bahasa, tradisi lisan, dan identitas masyarakat Suku Lom. Pengabdian dilakukan sebagai bentuk keterlibatan langsung Dekan FIB Unand dalam riset etnolinguistik dan pelestarian budaya lokal.  

Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP menilai bahwa Suku Lom memiliki kekayaan budaya yang penting untuk diteliti dan didokumentasikan. “Eksplorasi budaya ini sangat berharga karena memberi kesempatan untuk melihat langsung tradisi dan identitas Suku Lom. Temuan lapangan seperti ini membuka ruang kolaborasi riset dan pengabdian yang lebih luas antara FIB Unand dan UBB,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP

Gambar 2. Diskusi interaktif bersama Suku Lom, kelompok etnis minoritas di Bangka Belitung

Observasi budaya di Desa Mapur diharapkan menjadi landasan awal bagi penelitian kolaboratif, pengembangan program pemberdayaan masyarakat adat, serta pelestarian budaya sebagai bagian dari kontribusi FIB Unand dalam Tridarma Perguruan Tinggi.

Humas FIB Unand: Siti Awal Syaravina 

 

FIB Unand dan UBB Perkuat Kolaborasi melalui Visiting Professor dan PKS–IA

Gambar 1. Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, hadir sebagai visiting professor di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UBB

Dalam rangka memperluas jejaring akademik dan kolaborasi Tridarma Perguruan Tinggi, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, hadir sebagai visiting professor di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bangka Belitung (UBB). Kegiatan ini dilaksanakan di Aula UBB yang mencakup kuliah umum bersama mahasiswa, workshop bersama dosen, serta penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Implementing Agreement (IA) antara kedua fakultas. Acara dilaksanakan pada hari Kamis, 27 November 2025 dan dibuka langsung oleh Ketua Jurusan Sastra Inggris UBB, Bob Morison Sigalingging, M.Hum.  

Kuliah umum yang disampaikan Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP mengangkat tema “Reading the Unsaid: Pragmatic Cues in Digital Interaction”, yang menyoroti bagaimana petunjuk pragmatik membentuk makna dalam komunikasi digital.

Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP menekankan bahwa interaksi digital menuntut kepekaan terhadap tanda-tanda nonverbal yang tidak selalu tampak. “Interaksi digital tidak hanya berisi kata-kata, tetapi juga petunjuk sosial yang tidak terlihat. Mahasiswa perlu memahami konteks, intensi, dan relasi ketika membaca pesan digital. Pragmatik membantu kita membaca yang tersirat reading the unsaid yang justru sering menjadi inti makna,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP

Setelah kuliah umum, kegiatan dilanjutkan dengan workshop bersama dosen Sastra Inggris UBB, yang berfokus pada pengembangan riset pragmatik digital serta peluang kolaborasi publikasi ilmiah. Workshop berlangsung interaktif, ditandai dengan banyaknya pertanyaan mengenai integrasi riset bahasa dan budaya dalam konteks teknologi.

Penandatanganan PKS dan IA menjadi puncak kegiatan, yang mencakup kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta mobilitas dosen dan mahasiswa antara kedua universitas. “Kami menyambut kolaborasi ini dengan penuh optimisme. Semoga kerja sama ini memperkuat kualitas pendidikan dan membuka peluang riset lintas universitas yang lebih luas,” ujar Ketua Jurusan Sastra Inggris UBB, Bob Morison Sigalingging, M.Hum.  

Kegiatan Visiting Professor serta Penandatanganan Kerja Sama ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi akademik antara FIB Unand dan FISIP UBB secara berkelanjutan.

Humas FIB Unand: Siti Awal Syaravina

 

 

 

 

 

Seminar Kolaborasi Dosen—Mahasiswa Sastra Inggris FIB Unand Angkat Riset Lingua dan Sastra dalam Konteks ASEAN

Gambar 1. Foto bersama antara dosen dengan semua peserta seminar

Dalam rangka memperkuat budaya akademik berbasis kolaborasi riset antara dosen dan mahasiswa, Program Studi Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas sukses menyelenggarakan Call for Papers and Posters: Seminar on Lecturer–Student Collaboration (SemCollab 2025), bertempat di Ruang Seminar FIB Unand. Seminar perdana ini mengangkat tema “Exploring Language, Literature, and Culture in the ASEAN Context: Supporting the Sustainable Development Goals.” Tema tersebut dipilih untuk menegaskan pentingnya kajian bahasa, sastra, dan budaya dalam kerangka regional ASEAN serta kontribusinya terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.

Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan I FIB Unand, Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D., yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan akademik inovatif ini. Ia menegaskan bahwa SemCollab menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk mempresentasikan riset mereka serta memperkuat kesinambungan antara linguistik dan sastra sebagai dua bidang kajian inti dalam Prodi Sastra Inggris. “Seminar ini menampilkan beberapa penelitian mahasiswa yang mengambil riset linguistik dan sastra. Seminar ini dirancang agar mahasiswa dapat merasakan pengalaman presentasi ilmiah secara profesional. Penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar seminar merupakan bagian penting dari adaptasi akademik dan langkah konkret dalam pengembangan karier mereka,” ujar Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D.

Tema lingua-sastra (linguistik dan sastra) dalam konteks ASEAN dinilai sebagai bidang kajian yang masih jarang dieksplorasi secara mendalam. Melalui kegiatan ini, Program Studi Sastra Inggris menampilkan sejumlah penelitian mahasiswa yang menyoroti hubungan antara bahasa, sastra, dan isu-isu sosial budaya di kawasan tersebut. Salah satu penelitian dipresentasikan oleh Nina, yang mengkaji pengorbanan diri tokoh Ryland Grace dan kerja samanya dengan karakter Rocky sebagai strategi bertahan hidup evolusioner yang mencerminkan bentuk altruisme lintas spesies. Sementara itu, Intan mengangkat isu mitos kecantikan, konformitas, dan bentuk-bentuk perlawanan dalam novel Anne of Green Gables, dengan menghubungkan analisis sastra terhadap perspektif feminis modern.

​Suasana akademik berlangsung hangat dan penuh antusiasme ketika peserta memaparkan riset yang telah, sedang, atau akan diseminarkan sebagai bagian dari proses akademik mereka. Para dosen bertindak sebagai juri dan memberikan evaluasi secara objektif untuk menentukan pemakalah terbaik, baik dalam kategori presentasi lisan maupun poster. Pada sesi penutupan, diumumkan sejumlah mahasiswa dengan capaian terbaik, termasuk Shabrina Adzani Yusra, sebagai Presenter Lisan Terbaik Bidang Sastra, Ahmad Fikriansyah, sebagai Presenter Lisan Terbaik Bidang Linguistik, Raisya Arfi Khairan, sebagai Presenter Poster Terbaik Bidang Sastra, dan Alma Fathinah Rianto, sebagai Presenter Poster Terbaik Bidang Linguistik.

Gambar 2. Foto bersama dosenmahasiswa dengan karya terbaik

Kebanggaan terpancar dari Alma Fathinah Rianto, yang menuturkan bahwa kegiatan ini menjadi motivasi dan tantangan tersendiri baginya dan rekan-rekannya. Dalam bidang linguistik, Alma meneliti Feature of Woman Language dalam Debat Kamala Harris. "Saya menganalisis fitur-fitur bahasa yang digunakan oleh perempuan secara tidak langsung saat debat, tetapi saya melihat hal tersebut melalui sudut pandang politik," ungkapnya.

Kegiatan kolaborasi dan diskusi terbuka ini sukses menciptakan suasana baru, mendorong dan mengembangkan karakter mahasiswa agar kritis, inovatif, dan humanis, khususnya di lingkup Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas.

Humas FIB Unand: Putri Effendi

Dekan FIB Unand Hadiri Seminar Internasional ISOLLEAC dan Rapat Kerja Tahunan BKS PTN Barat di Serang

Gambar 1. Foto bersama para Dekan Fakultas Ilmu Budaya dan Bahasa Perguruan Tingggi Negeri (PTN) Wilayah Barat Indonesia

Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand), Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., menghadiri 3rd International Seminar on Language, Literature, Education, Arts, and Culture (ISOLLEAC) serta Rapat Kerja Tahunan Badan Kerja Sama (BKS) PTN Wilayah Barat yang diselenggarakan di Hotel Horison Ratu, Serang, Banten, pada Kamis hingga Minggu, 2–5 Oktober 2025.

Kegiatan ini mengusung tema “Language, Identity, Culture, and Globalization: Positioning Indonesian, Malay, and English in the 21st Century” yang bertujuan untuk memperkuat posisi dan peran bahasa serta kebudayaan di tengah arus globalisasi abad ke-21. Seminar internasional ini menjadi wadah pertemuan para akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai universitas di Indonesia dan mancanegara untuk bertukar gagasan, hasil riset, serta strategi pengembangan ilmu bahasa, sastra, dan kebudayaan di era global.   

Selain seminar, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Rapat Kerja Tahunan BKS PTN Wilayah Barat yang dihadiri oleh para dekan Fakultas Ilmu Budaya dan Fakultas Bahasa dan Seni dari berbagai perguruan tinggi negeri di Indonesia bagian barat. Dalam forum ini dibahas arah kebijakan dan strategi kerja sama antarfakultas dalam penguatan tridarma perguruan tinggi, termasuk peningkatan kolaborasi riset, publikasi ilmiah, dan pertukaran mahasiswa.

Gambar 2. Foto bersama semua peserta International Seminar on Language, Literature, Education, Arts, and Culture (ISOLLEAC) dan Rapat Kerja Tahunan Badan Kerja Sama (BKS) PTN Wilayah Barat di Hotel Horison Ratu, Serang, Banten.

Kegiatan ini ditutup dengan penandatanganan kerja sama antarfakultas yang tergabung dalam BKS PTN Wilayah Barat sebagai langkah konkret mempererat kerja sama kelembagaan dan memperkuat sinergi antarperguruan tinggi dalam bidang kebahasaan, kesastraan, dan kebudayaan.

Kehadiran Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum. pada kegiatan ini menegaskan komitmen FIB Unand dalam memperluas jejaring akademik nasional dan internasional serta memperkuat kontribusi Unand dalam pengembangan ilmu-ilmu humaniora.

“Melalui forum seperti ini, kita dapat memperkuat jejaring ilmiah sekaligus memastikan bahwa pengembangan ilmu bahasa dan budaya tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dinamika global,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum.

Humas FIB Unand: Siti Awal Syaravina