Dari BIPA hingga UKBI, Mahasiswa FIB Unand Perkuat Kompetensi Selama Magang di Bali

Gambar 1. Mahasiswa magang FIB Unand ikut serta dalam kegiatan akreditasi perpustakaan  Balai Bahasa Provinsi Bali

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas terus menunjukkan komitmennya dalam mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan praktik lapangan melalui program magang mahasiswa. Sebagai tindak lanjut dari kegiatan pelepasan mahasiswa magang ke Balai Bahasa Provinsi Bali, mahasiswa FIB Unand kini aktif terlibat dalam berbagai kegiatan kebahasaan dan literasi selama menjalani masa magang.

Mahasiswa yang mengikuti program magang tersebut adalah Adinda Septiana dan Agusma Razi dari Program Studi Sastra Indonesia, serta Nurhidayati Rahayu dari Program Studi Sastra Inggris. Selama berada di Bali, mereka terlibat dalam berbagai kegiatan yang dirancang untuk memperkuat kompetensi kebahasaan, kesastraan, serta pemahaman terhadap tata kelola lembaga kebahasaan.

Salah satu kegiatan yang diikuti adalah keterlibatan dalam program BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) di Bilingual Community School. Dalam kegiatan ini, mahasiswa turut mendampingi proses pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing, sekaligus memperoleh pengalaman langsung dalam pengajaran bahasa dalam konteks multikultural.

Selain itu, mahasiswa juga berpartisipasi dalam kegiatan akreditasi perpustakaan Balai Bahasa Provinsi Bali. Keterlibatan ini memberikan pemahaman mengenai standar pengelolaan perpustakaan, dokumentasi, serta pentingnya tata kelola arsip dan literasi dalam institusi kebahasaan.

Mahasiswa turut mengikuti diskusi internal terkait tata cara penulisan surat dinas, yang menjadi bagian penting dalam administrasi kelembagaan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap standar penulisan resmi sesuai dengan kaidah administrasi pemerintahan.

Pada aspek pengabdian masyarakat, mahasiswa juga dilibatkan dalam kegiatan sosialisasi Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar yang dilaksanakan pada Senin, 6 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan siswa serta memperkenalkan pentingnya penguasaan bahasa Indonesia secara baik dan benar.

Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa program magang tidak hanya berfokus pada satu aspek, tetapi mencakup berbagai dimensi, mulai dari pengajaran, administrasi, literasi, hingga pengabdian kepada masyarakat.

Dalam keterangannya, salah satu mahasiswa magang, Agusma Razi, menyampaikan bahwa pengalaman ini memberikan pemahaman yang lebih komprehensif terhadap dunia kerja di bidang kebahasaan. “Kegiatan magang ini memberikan pengalaman yang sangat beragam, mulai dari pengajaran BIPA hingga kegiatan administrasi dan sosialisasi bahasa. Kami tidak hanya belajar secara teoritis, tetapi juga memahami praktik nyata di lapangan,” ujarnya.

Gambar 2. Mahasiswa magang FIB Unand mengikuti kegiatan sosialisasi UKBI di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, menegaskan bahwa program magang di Balai Bahasa merupakan bagian dari strategi pembelajaran berbasis pengalaman yang penting bagi mahasiswa. “Pengalaman langsung di lembaga kebahasaan akan memperkaya wawasan mahasiswa serta membentuk kompetensi profesional yang relevan dengan bidang keilmuan mereka,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum.

Melalui rangkaian kegiatan ini, FIB Unand menegaskan bahwa pembelajaran di bidang humaniora tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui keterlibatan langsung dalam praktik kebahasaan dan interaksi sosial di masyarakat. Program magang di Balai Bahasa Provinsi Bali diharapkan mampu membentuk mahasiswa yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga adaptif dan siap berkontribusi dalam pengembangan bahasa dan sastra di tingkat nasional.

Dharma Wanita FIB Unand Gelar Halal Bihalal dan Arisan untuk Pererat Silaturahmi 

Gambar 1. Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum. bersama Dharma Wanita FIB Unand, Nyonya Rosawaty Indriani Zulprianto dan Nyonya Ermaneli Alex Darmawan

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas melalui Dharma Wanita FIB Unand menyelenggarakan kegiatan arisan sekaligus Halal Bihalal pada Jumat, 10 April 2026, bertempat di Ruang Sidang FIB Unand. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi serta memperkuat peran Dharma Wanita dalam mendukung kehidupan akademik dan sosial di lingkungan fakultas.

Acara dibuka secara resmi oleh Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, dan dihadiri oleh Wakil Dekan I Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D., Wakil Dekan II Alex Darmawan, S.S., M.A., Manajer Bidang I Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum., Manajer Bidang II Adrianis, S.S., M.A., Kepala Kantor Dafruddin, S.Pt., M.M., serta seluruh anggota Dharma Wanita di lingkungan FIB Unand.

Dharma Wanita FIB Unand yang diketuai oleh Nyonya Rosawaty Indriani Zulprianto, didampingi oleh Nyonya Ermaneli Alex Darmawan, turut memimpin jalannya kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Kegiatan ini juga dihadiri oleh anggota Dharma Wanita senior yang menjadi bagian penting dalam perjalanan organisasi.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan sambutan Ketua Dharma Wanita FIB Unand, sambutan sekaligus pembukaan oleh Dekan FIB Unand, serta tausiyah yang disampaikan oleh Dr. Ronidin, S.S., M.A. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dan makan bersama yang semakin mempererat hubungan kekeluargaan di antara peserta.

Dalam sambutannya, Ketua Dharma Wanita FIB Unand menegaskan pentingnya menjaga silaturahmi sebagai fondasi kebersamaan dalam organisasi. “Kegiatan Halal Bihalal ini menjadi ruang untuk saling memaafkan, mempererat hubungan, serta memperkuat kebersamaan Dharma Wanita sebagai bagian penting dalam mendukung lingkungan akademik,” ujar Nyonya Rosawaty Indriani Zulprianto.

Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas peran Dharma Wanita dalam mendukung keberlangsungan kehidupan akademik di FIB Unand. “Dharma Wanita adalah bagian dari kekuatan sosial yang mendukung institusi. Para ibu merupakan sosok-sosok hebat yang berada di belakang para lelaki hebat, dan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan kehidupan akademik dan keluarga,” ungkap Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum.

Sementara itu, dalam tausiyahnya, Dr. Ronidin, S.S., M.A. menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai silaturahmi, keikhlasan, serta saling memaafkan sebagai bagian dari pembentukan karakter individu dan sosial. “Halal bihalal bukan hanya tradisi, tetapi momentum untuk membersihkan hati, memperbaiki hubungan, dan memperkuat nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat,” jelas Dr. Ronidin, S.S., M.A.

Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi bagi Dharma Wanita FIB Unand dalam merancang program kerja ke depan. Beberapa agenda yang dibahas antara lain kegiatan kebersamaan seperti rekreasi bersama, penguatan kegiatan sosial, serta pengembangan program yang mendukung kesejahteraan anggota.

Gambar 2. Foto bersama Dharma Wanita Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas

Mahasiswi FIB Unand Perkenalkan Tingkuluak dalam Workshop Budaya di Vietnam

Gambar 1. Mahasiswi FIB Unand, Alma Fathiinah Rianto, ikut serta dalam workshop pemasangan tingkuluak kepada mahasiswa asing di Ho Chi Minh, Vietnam

Fakultas Ilmu Budaya Universitas kembali menunjukkan peran aktifnya dalam internasionalisasi budaya melalui partisipasi mahasiswa dalam program internasional. Mahasiswi Program Studi Sastra Inggris FIB Unand, Alma Fathiinah Rianto, melaksanakan workshop pemasangan tingkuluak kepada mahasiswa asing di Ho Chi Minh, Vietnam, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Program Equity yang diikutinya.

Kegiatan workshop tersebut dilaksanakan di University of Social Sciences and Humanities (USSH), Vietnam National University Ho Chi Minh City, Vietnam, dan menjadi bagian dari agenda cultural workshop dalam program yang berlangsung sejak 29 Maret hingga 14 April 2026. Workshop ini merupakan kelanjutan dari aktivitas akademik dan cultural immersion yang dijalani Alma selama mengikuti program internasional tersebut.

Workshop pemasangan tingkuluak ini bertujuan memperkenalkan salah satu warisan budaya Minangkabau kepada mahasiswa internasional, sekaligus menjadi media pembelajaran lintas budaya yang interaktif. Dalam kegiatan tersebut, Alma tidak hanya mendemonstrasikan teknik penggunaan tingkuluak, tetapi juga menjelaskan makna filosofis, nilai budaya, serta kaitannya dengan sistem sosial Minangkabau yang bercorak matrilineal.

Secara konseptual, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya diplomasi budaya (cultural diplomacy) yang dilakukan melalui pendekatan akademik dan partisipatif. Melalui praktik langsung, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga pengalaman kultural yang memperkuat pemahaman terhadap keberagaman budaya global.

Dalam keterangannya, Alma Fathiinah Rianto menyampaikan bahwa kegiatan workshop ini menjadi pengalaman penting dalam memperkenalkan identitas budaya Indonesia di kancah internasional. “Melalui workshop ini, saya ingin menunjukkan bahwa budaya Minangkabau memiliki nilai yang kuat dan relevan untuk dipelajari secara global. Tingkuluak bukan hanya penutup kepala, melainkan juga simbol identitas, nilai, dan filosofi perempuan Minangkabau,” ungkap Alma.

Ia juga menambahkan bahwa antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat mahasiswa internasional terhadap budaya Indonesia, khususnya dalam bentuk praktik langsung yang interaktif.

Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa dalam membawa budaya lokal ke ranah global. “Kegiatan ini menunjukkan bahwa internasionalisasi tidak hanya dilakukan melalui pertukaran akademik, tetapi juga melalui pengenalan budaya. Mahasiswa FIB Unand diharapkan mampu menjadi duta budaya yang memperkenalkan kekayaan lokal dalam perspektif global,” ujar Prof. Dr. Ike Revita.

Sebagai bagian dari Program Equity, kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman akademik internasional bagi mahasiswa, tetapi juga memperluas jejaring global serta memperkuat kontribusi FIB Unand dalam isu-isu budaya dan sosial di tingkat internasional.

Melalui kegiatan ini, FIB Unand menegaskan komitmennya dalam mendorong mahasiswa untuk aktif berperan sebagai agen budaya dan intelektual yang mampu membawa nilai-nilai lokal ke panggung global secara kritis dan kontekstual.

This activity is funded by the Indonesian Endowment Fund for Education (LPDP) on behalf of the Indonesian Ministry of Higher Education, Science and Technology and managed under the EQUITY Program (Contract No.4304/B3/DT.03.08/2025)

Rektor Universitas Andalas Tinjau Pembangunan Gedung Serbaguna FIB Unand

Gambar 1. Rektor Universitas Andalas, Efa Yonnedi, Ph.D. bersama Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum. dalam kunjungan ke gedung serbaguna FIB Unand

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas menerima kunjungan Rektor Universitas Andalas dalam rangka peninjauan pembangunan Gedung Serbaguna (GSG) FIB Unand pada Selasa, 7 April 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari monitoring perkembangan infrastruktur akademik yang tengah dibangun untuk mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan dan kegiatan akademik di lingkungan fakultas.

Kunjungan tersebut dilakukan oleh Rektor Universitas Andalas, Efa Yonnedi, Ph.D. dan didampingi oleh Dekan FIB Unand Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., Wakil Dekan I Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D., Wakil Dekan II Alex Darmawan, S.S., M.A., serta Manajer Bidang I Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum.

Gedung Serbaguna FIB Unand yang saat ini masih dalam tahap pembangunan dirancang sebagai fasilitas pendukung kegiatan akademik, kemahasiswaan, serta berbagai kegiatan ilmiah dan kebudayaan. Keberadaan gedung ini diharapkan mampu menjadi ruang representatif bagi pelaksanaan seminar, konferensi, pertunjukan budaya, serta kegiatan institusional lainnya.

Dalam kunjungannya, Rektor Universitas Andalas melakukan peninjauan langsung terhadap progres pembangunan, termasuk kondisi fisik bangunan, tahap pekerjaan yang telah diselesaikan, serta kesiapan fasilitas yang direncanakan. Peninjauan ini juga menjadi momentum evaluasi untuk memastikan bahwa pembangunan berjalan sesuai dengan perencanaan, standar kualitas, serta target waktu yang telah ditetapkan.  

Dalam keterangannya, Efa Yonnedi, Ph.D. menegaskan pentingnya pembangunan infrastruktur sebagai bagian dari penguatan kapasitas institusi. “Pengembangan infrastruktur akademik merupakan investasi jangka panjang bagi universitas. Gedung Serbaguna ini diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas fisik, tetapi juga ruang produktif yang mendukung kegiatan akademik, budaya, dan kolaborasi di lingkungan FIB Unand,” ujarnya Efa Yonnedi, Ph.D.

Sementara itu, Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum. menyampaikan bahwa pembangunan Gedung Serbaguna merupakan bagian dari upaya fakultas dalam meningkatkan kualitas layanan akademik dan ruang aktivitas civitas academica. “Gedung ini dirancang sebagai ruang multifungsi yang dapat mengakomodasi berbagai kegiatan, baik akademik maupun kebudayaan. Kehadirannya diharapkan mampu memperkuat atmosfer akademik sekaligus mendukung pengembangan kreativitas mahasiswa,” ungkap Prof. Dr. Ike Revita.  

Kegiatan peninjauan berlangsung secara interaktif, di mana pimpinan universitas dan fakultas berdiskusi mengenai progres pembangunan serta potensi pemanfaatan gedung ke depan. Hal ini menunjukkan sinergi antara universitas dan fakultas dalam memastikan pembangunan infrastruktur berjalan optimal dan berorientasi pada kebutuhan akademik.

Gambar 2. Kunjungan Rektor Universitas Andalas berlangsung secara interaktif memastikan pembangunan infrastruktur berjalan optimal dan berorientasi pada kebutuhan akademik

Melalui kunjungan ini, Universitas Andalas menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan fasilitas pendidikan yang berkualitas. Pembangunan Gedung Serbaguna FIB Unand diharapkan dapat segera rampung dan memberikan kontribusi nyata dalam mendukung kegiatan akademik, penelitian, serta pengembangan budaya di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas. 

Mahasiswa FIB Unand Raih Juara III Nasional dalam Ajang Business Plan Nasional Ignite Future Fest 2026

Gambar 1. Ghivatul Aulia Putra dan Siti Rubaiah Al Adawiyah meraih Juara III (Bronze Medal) dalam ajang Ignite Future Fest 2026

Padang — Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dua mahasiswa FIB Unand, Siti Rubaiah Al Adawiyah dari Program Studi Sastra Indonesia dan Ghivatul Aulia Putra dari Program Studi Ilmu Sejarah, berhasil meraih Juara III (Bronze Medal) dalam ajang Ignite Future Fest 2026: National Business Plan & Essay Competition yang diselenggarakan oleh Futura Innovation Hub bekerja sama dengan UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Prestasi tersebut diraih melalui karya berjudul “Remind: Journaling Aktualisasi Filosofi Lokal dengan Pemanfaatan Bahan Daur Ulang”, sebuah inovasi yang mengangkat nilai-nilai budaya lokal ke dalam produk kreatif berbasis kebutuhan pasar dan prinsip keberlanjutan.

Kompetisi ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan ide kreatif di bidang kewirausahaan dan industri kreatif.

Keikutsertaan Siti Rubaiah dan Ghivatul Aulia Putra dilatarbelakangi oleh ketertarikan mereka terhadap dunia wirausaha, sekaligus keinginan untuk mengembangkan potensi diri di luar pembelajaran di kelas. “Alasan kami mengikuti lomba ini karena ketertarikan kami pada dunia wirausaha. Meskipun kami tidak mempelajari banyak di ruang kelas, tetapi dengan niat dan usaha yang sungguh-sungguh kami bisa bersaing dengan banyak mahasiswa kampus lain. Kami memadukan bidang ilmu kami yang mempelajari budaya dengan kebutuhan pasar untuk menciptakan produk yang inovatif,” ungkap Siti.

Dalam proses penyusunan proposal, tim menerapkan strategi berbasis riset pasar untuk memastikan produk yang diusung memiliki nilai guna sekaligus relevan dengan tema lomba. “Strategi kami untuk menang lomba ini yang pertama adalah dengan riset pasar terkait produk apa yang dibutuhkan. Setelah itu, kami menyesuaikan produk yang kami rancang dengan tema lomba,” tambahnya.

Keduanya mengikuti kompetisi ini sebagai perwakilan individu, bukan atas nama organisasi atau komunitas tertentu. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa FIB Unand mampu bersaing secara mandiri di tingkat nasional dengan membawa keunggulan perspektif nilai-nilai lokal yang dimiliki.

Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum, CRP beserta jajaran pimpinan menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. “Prestasi ini sebagai bukti bahwa mahasiswa FIB juga mampu berinovasi dan berdaya saing dalam bidang industri kreatif,” ujar Prof. Dr. Ike Revita.

Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, serta berani mengambil peluang dalam berbagai kompetisi di tingkat nasional maupun internasional. “Mencoba banyak hal berarti membuka banyak jalan,” tutup Siti.

Dengan capaian ini, FIB Unand kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa serta mendorong kontribusi nyata dalam industri kreatif berbasis nilai-nilai lokal.

Marapekkan Nan Taranggang, HIMA Ilmu Sejarah FIB Unand Siapkan Mahasiswa Baru melalui MENARA 2026

Gambar 1. Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum. bersama Manajer I Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. menghadiri acara pembukaan dan pembekalan MENARA 2026

Himpunan Mahasiswa (HIMA) Departemen Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas menyelenggarakan kegiatan Pembukaan dan Pembekalan MENARA 2026 sebagai bagian dari upaya pembinaan serta pengenalan mahasiswa baru di lingkungan Departemen Ilmu Sejarah.

MENARA merupakan singkatan dari Marapekkan Nan Taranggang, yang memiliki makna mempererat hubungan yang terpisah. Filosofi ini menjadi dasar pelaksanaan kegiatan sebagai sarana untuk membangun k ebersamaan, memperkuat solidaritas, serta menjalin hubungan yang harmonis antar mahasiswa, khususnya mahasiswa baru dengan lingkungan akademik di Ilmu Sejarah.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 4 April 2026, bertempat di Ruang Seminar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, mulai pukul 07.00 hingga 12.30 WIB. Kegiatan ini menjadi pembuka dari rangkaian program MENARA 2026 yang dirancang oleh HIMA Ilmu Sejarah.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh pimpinan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan kemahasiswaan yang berorientasi pada pengembangan karakter, akademik, serta penguatan nilai-nilai kebersamaan di lingkungan kampus.

Ketua Pelaksana MENARA 2026, Ahmad Musthafa Syarif, menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki peran penting dalam membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan perkuliahan. “Kegiatan MENARA ini diharapkan dapat menjadi wadah pembekalan awal bagi mahasiswa baru untuk lebih mengenal lingkungan akademik, memahami dinamika perkuliahan, serta membangun kebersamaan di lingkungan Departemen Ilmu Sejarah,” ujar Ahmad Musthafa Syarif.

Senada dengan hal tersebut, Ketua HIMA Ilmu Sejarah, Viona Sandra, menekankan bahwa MENARA tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga memiliki nilai pembinaan yang berkelanjutan. “Melalui MENARA, kami ingin menciptakan ruang yang nyaman bagi mahasiswa baru untuk beradaptasi, sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap Departemen Ilmu Sejarah,” ungkap Viona.

Kegiatan pembekalan ini diisi dengan berbagai materi yang berkaitan dengan pengenalan lingkungan akademik, sistem perkuliahan, serta nilai-nilai yang dijunjung di Departemen Ilmu Sejarah. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang interaksi awal antara mahasiswa baru dengan mahasiswa senior, sehingga tercipta hubungan yang lebih dekat dan harmonis.

Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum. beserta jajaran pimpinan turut memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan ini sebagai bagian dari pembinaan kemahasiswaan. “Kegiatan seperti MENARA ini memiliki peran strategis dalam membentuk karakter mahasiswa, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga dalam membangun nilai kebersamaan dan tanggung jawab,” ungkap Dekan FIB Unand.

Partisipasi aktif mahasiswa serta dukungan dari berbagai pihak menjadikan kegiatan ini berjalan dengan lancar dan penuh antusiasme. Suasana kebersamaan yang tercipta selama kegiatan mencerminkan semangat “Marapekkan Nan Taranggang” yang menjadi filosofi utama MENARA.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa baru Departemen Ilmu Sejarah dapat lebih siap dalam menjalani proses perkuliahan, memiliki semangat kolaboratif, serta mampu beradaptasi dengan lingkungan akademik di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas.