Teguhkan Arah di Awal 2026: FIB Unand dan Rektor Universitas Andalas Bangun Dialog Akademik

Gambar 1. Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, didampingi oleh Wakil Dekan I, Zulprioanto, S.S., M.A., Ph.D., dan Wakil Dekan II, Alex Darmawan, S.S., M.A., melakukan pertemuan dengan Rektor Universitas Andalas, Dr. Efa Yonnedi, S.E., MPPM, Akt., CA, CRGP.

Awal tahun 2026 dimaknai bukan sekadar sebagai penanda pergantian waktu, melainkan sebagai ruang refleksi untuk meneguhkan arah dan visi pendidikan tinggi. Dalam semangat tersebut, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, didampingi oleh Wakil Dekan I, Zulprioanto, S.S., M.A., Ph.D., dan Wakil Dekan II, Alex Darmawan, S.S., M.A., melakukan pertemuan dengan Rektor Universitas Andalas, Dr. Efa Yonnedi, S.E., MPPM, Akt., CA, CRGP.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana silaturahmi dan dialog akademik ini menjadi momentum strategis untuk menyelaraskan langkah kelembagaan, sekaligus mempertegas kontribusi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas dalam ekosistem pendidikan tinggi. Diskusi tidak hanya membahas capaian dan rencana program, tetapi juga menempatkan nilai-nilai etika, nurani, dan kebudayaan sebagai fondasi penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

Di tengah dinamika global yang kerap menyederhanakan kehidupan menjadi perhitungan angka, efisiensi, dan target kuantitatif, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas memandang penting kehadiran ruang akademik yang menjaga dan meneguhkan dimensi kemanusiaan. Bagi FIB Unand, kehidupan tidak dapat direduksi semata-mata pada logika instrumental, tetapi harus berangkat dari kesadaran etis dan kebudayaan yang membentuk cara berpikir, bersikap, dan bertindak manusia.

Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, menegaskan bahwa Fakultas Ilmu Budaya memiliki peran strategis sebagai penyeimbang dalam arus modernisasi pendidikan. Melalui kajian bahasa, sastra, dan budaya, FIB Unand berupaya memastikan bahwa perkembangan ilmu tetap berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan dan kebijaksanaan. “Di tengah kecenderungan dunia yang serba menghitung, Fakultas Ilmu Budaya hadir untuk mengingatkan bahwa manusia tidak hidup dari logika semata. Ada etika, ada nurani, dan ada kebudayaan yang harus terus dirawat agar ilmu pengetahuan tidak kehilangan maknanya,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP.

Rektor Universitas Andalas, Dr. Efa Yonnedi, S.E., MPPM, Akt., CA, CRGP, menyambut baik gagasan tersebut dan menilai peran FIB Unand sangat penting dalam menjaga keseimbangan antara kemajuan akademik dan nilai-nilai luhur pendidikan. “Pendidikan sejati bukan hanya tentang kecerdasan, tetapi juga tentang kebijaksanaan. Fakultas Ilmu Budaya memiliki peran sentral dalam memastikan bahwa kemajuan akademik Universitas Andalas tetap berorientasi pada nilai, etika, dan kemanusiaan,” tutur Dr. Efa Yonnedi, S.E., MPPM, Akt., CA, CRGP.

Melalui pertemuan ini, FIB Unand meneguhkan posisinya sebagai ruang refleksi dan penyeimbang dalam dunia akademik: menjaga akal agar tetap beradab, ilmu agar tetap bernilai, serta kemajuan agar tidak kehilangan arah. Komitmen tersebut menjadi landasan FIB Unand dalam menyongsong tahun 2026, sejalan dengan visi Universitas Andalas sebagai perguruan tinggi yang unggul, bermartabat, dan berakar pada nilai-nilai kebudayaan.

Humas FIB Unand: Siti Awal syaravina, S.Hum., M.Li.

FIB Unand Bahas Persiapan Program Visiting Professor Bersama Prof. Dustin Cowell

Gambar 1. Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, didampingi oleh Wakil Dekan I, Zulprioanto, S.S., M.A., Ph.D. dan Wakil Dekan II, Alex Darmawan, S.S., M.A., serta jajaran pimpinan FIB Unand bersama Prof. Dustin Cowell dari Amerika Serikat

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas menggelar pertemuan akademik bersama Prof. Dustin Cowell, Professor Emeritus bidang Bahasa dan Sastra Arab dari University of Wisconsin, Madison, Amerika Serikat, dalam rangka membahas persiapan pelaksanaan program Visiting Professor di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas.

Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, dan didampingi oleh Wakil Dekan I, Zulprioanto, S.S., M.A., Ph.D., Wakil Dekan II, Alex Darmawan, S.S., M.A., Manajer I, Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum., serta para dosen di lingkungan FIB Unand. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis fakultas dalam memperkuat jejaring akademik internasional serta meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi.

Secara khusus, diskusi difokuskan pada perencanaan teknis dan akademik program Visiting Professor, mencakup skema perkuliahan, kuliah umum, seminar ilmiah, hingga potensi kolaborasi riset di bidang bahasa, sastra, dan kajian kebudayaan. Kehadiran Prof. Dustin Cowell, yang memiliki pengalaman panjang dalam kajian Bahasa dan Sastra Arab di tingkat global, dinilai strategis untuk memperkaya perspektif keilmuan civitas academica FIB Unand.  

Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, menyampaikan bahwa program Visiting Professor bukan sekadar agenda kunjungan akademik, melainkan ruang pertukaran gagasan dan tradisi keilmuan lintas budaya. Menurutnya, keterlibatan akademisi internasional berpengalaman akan memberi dampak signifikan terhadap penguatan atmosfer akademik, khususnya dalam pengembangan kurikulum, riset, dan publikasi ilmiah. “Program Visiting Professor kami pandang sebagai upaya membangun dialog akademik yang setara dan berkelanjutan. Kehadiran Prof. Dustin Cowell diharapkan dapat membuka ruang diskusi ilmiah yang lebih luas, sekaligus mendorong penguatan kajian bahasa dan sastra dalam konteks global,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP.

Sementara itu, Prof. Dustin Cowell menyambut baik inisiatif FIB Unand dan menyatakan ketertarikannya terhadap dinamika kajian bahasa dan budaya di Indonesia, khususnya di Sumatra Barat. Ia menilai kolaborasi akademik lintas negara memiliki peran penting dalam memperkaya pendekatan keilmuan serta memperluas pemahaman lintas budaya. “Kolaborasi akademik seperti ini memungkinkan pertukaran perspektif yang saling memperkaya. Saya melihat potensi besar dalam kerja sama dengan FIB Unand, baik dalam bidang pengajaran maupun riset bersama,” ungkap Prof. Dustin Cowell.  

Melalui pertemuan ini, FIB Unand menegaskan komitmennya dalam mendorong internasionalisasi pendidikan tinggi secara substantif dan berkelanjutan. Program Visiting Professor diharapkan tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas akademik, tetapi juga memperkuat posisi FIB Unand sebagai pusat pengembangan ilmu budaya yang berorientasi global, tanpa meninggalkan konteks lokal dan nilai-nilai kebudayaan Indonesia.

Humas FIB Unand: Siti Awal Syaravina, S.Hum., M.Li.

Mahasiswi Sastra Minangkabau FIB Unand Raih Predikat Terbaik I Duta Wisata Kabupaten Solok 2025

Dinda Aura Putri, mahasiswi Program Studi Sastra Minangkabau angkatan 2022, berhasil meraih predikat Terbaik I dalam ajang Pemilihan Bujang Gadih Duta Wisata Kabupaten Solok Tahun 2025. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Solok pada Rabu, 9 Oktober 2025, bertempat di Alpa Resort, Kabupaten Solok. Sebelum malam grand final, para finalis sudah menjalani masa karantina selama tiga hari, yakni pada tanggal 7-9 Oktober 2025.

Gambar 1. Dinda Aura Putri, mahasiswi Program Studi Sastra Minangkabau angkatan 2022, meraih predikat Terbaik I dalam ajang Pemilihan Bujang Gadih Duta Wisata Kabupaten Solok Tahun 2025.

Ajang tahunan ini bertujuan untuk membentuk generasi muda yang peduli terhadap pelestarian dan promosi pariwisata daerah, sekaligus mendorong partisipasi aktif kaum muda dalam memperkenalkan kekayaan budaya lokal di kancah nasional maupun internasional.

Tahun ini, pemilihan Bujang Gadih Kabupaten Solok diikuti oleh hampir 50 peserta dari berbagai kalangan mahasiswa dan pemuda di Kabupaten Solok. Dinda mengungkapkan bahwa keikutsertaannya dalam ajang ini berawal dari rasa tanggung jawabnya sebagai mahasiswa Sastra Minangkabau untuk mengenalkan budaya Minang secara lebih luas. “Sebagai mahasiswa dan masyarakat Minangkabau, saya merasa memiliki tanggung jawab untuk memperkenalkan budaya Minangkabau melalui jalur pariwisata agar semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Dinda.

Lebih lanjut, Dinda menyampaikan pesan inspiratif bagi rekan-rekan mahasiswa agar tidak hanya mengejar kesuksesan materi, tetapi juga kebermaknaan dalam setiap proses. “Success is not only about material things, tetapi tentang seberapa besar dan ikhlas kita menjalaninya,” pesannya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., turut memberikan apresiasi atas capaian tersebut. “Jurusan Sastra Minangkabau ini harus terus dikenalkan karena merupakan kekayaan yang unik dan satu-satunya jurusan yang ada di dunia,” ujarnya.

Fakultas Ilmu Budaya terus mendorong mahasiswa untuk aktif berkontribusi dalam melestarikan warisan budaya bangsa melalui kreativitas dan prestasi. Melalui prestasi ini, Dinda Aura Putri tidak hanya membawa nama baik Program Studi Sastra Minangkabau, tetapi juga menunjukkan bahwa pelestarian budaya Minangkabau dapat berjalan beriringan dengan pengembangan pariwisata modern yang berkarakter lokal dan berjiwa global.

Gambar 2. Dinda Aura Putri, mahasiswi Program Studi Sastra Minangkabau angkatan 2022, meraih predikat Terbaik I dalam ajang Pemilihan Bujang Gadih Duta Wisata Kabupaten Solok Tahun 2025.

Humas FIB Unand: Siti Awal Syaravina, S.Hum., M.Li. 

 

 

 

Mahasiswa Magister Linguistik FIB Unand Raih Juara III Karya Tulis Ilmiah Hadis pada MTQ Kabupaten Bengkalis ke-50

Gambar 1. Muhammad Subarkah, S.Hum., mahasiswa Magister Linguistik FIB Unand, berhasil meraih Juara III Cabang Karya Tulis Ilmiah Hadis pada MTQ Kabupaten Bengkalis ke-50

Dalam rangka penguatan budaya akademik dan kontribusi keilmuan berbasis nilai-nilai keislaman, mahasiswa Program Magister Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas kembali menorehkan prestasi di tingkat regional. Muhammad Subarkah, S.Hum., mahasiswa Magister Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, berhasil meraih Juara III Cabang Karya Tulis Ilmiah Hadis pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Kabupaten Bengkalis ke-50 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Bengkalis.

Kompetisi karya tulis ilmiah ini berlangsung dalam rangkaian MTQ Kabupaten Bengkalis ke-50, dengan tahapan pendaftaran dan pengumpulan karya dilaksanakan pada 7–29 November 2025, serta presentasi finalis pada 16 Desember 2025. Subtema yang diangkat dalam lomba ini menekankan pada penguatan pemahaman keislaman melalui pendekatan ilmiah yang sistematis dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.

Dalam karya tulis ilmiah hadis yang dipresentasikannya, Muhammad Subarkah, S.Hum. mengkaji hadis Nabi Muhammad SAW dengan pendekatan analitis-kritis, mengaitkan pemahaman teks hadis dengan konteks sosial serta relevansinya dalam kehidupan masyarakat kontemporer. Pendekatan ini sejalan dengan tradisi keilmuan linguistik dan kajian keislaman yang menempatkan teks sebagai objek kajian ilmiah yang terbuka terhadap penafsiran kontekstual dan bertanggung jawab secara metodologis.

Prestasi ini melengkapi deretan capaian akademik Muhammad Subarkah pada kompetisi serupa. Sebelumnya, ia tercatat meraih Juara I Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an tingkat Kecamatan Bengkalis tahun 2024, Harapan I Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an tingkat Kabupaten Bengkalis tahun 2024, serta Juara III Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an tingkat Kecamatan Bengkalis tahun 2025. Konsistensi tersebut mencerminkan komitmennya dalam mengembangkan tradisi menulis ilmiah berbasis kajian keislaman.

Muhammad Subarkah mengungkapkan bahwa pengalaman mengikuti MTQ Karya Tulis Ilmiah Hadis tingkat Kabupaten Bengkalis ke-50 memberikan makna mendalam selama perjalanan akademiknya. “Pengalaman selama mengikuti MTQ Karya Tulis Ilmiah Hadis tingkat Kabupaten Bengkalis ke-50 ini sangat berharga bagi saya. Prosesnya tidak hanya tentang menyiapkan karya dan berlomba, tetapi juga tentang bagaimana saya belajar lebih dalam memahami hadis Nabi SAW, menggali maknanya, lalu menuangkannya dalam tulisan ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan menulis ilmiah merupakan bagian dari ikhtiar dakwah yang relevan dengan konteks kekinian. “Saya merasakan bahwa menulis adalah bagian dari ikhtiar dakwah, menyampaikan nilai-nilai Islam dengan cara yang relevan dan membumi. Capaian juara tiga ini saya syukuri sebagai buah dari proses panjang, doa orang tua, bimbingan para guru, serta dukungan teman-teman. Prestasi ini bukan akhir, tetapi motivasi untuk terus belajar dan berkontribusi melalui karya ilmiah yang bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, prestasi mahasiswa dalam bidang karya tulis ilmiah keislaman menunjukkan kekuatan integrasi antara ilmu bahasa, kajian teks, dan nilai-nilai religius. “Prestasi ini mencerminkan karakter lulusan FIB Unand yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan nilai dan tanggung jawab sosial. Karya tulis ilmiah hadis yang dikembangkan dengan pendekatan akademik menunjukkan bahwa ilmu humaniora memiliki peran strategis dalam memperkaya wacana keislaman yang moderat dan kontekstual,” ungkap Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP.

Melalui capaian ini, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas menegaskan komitmennya dalam membina mahasiswa agar mampu mengembangkan keilmuan secara kritis, kontekstual, dan berakar pada nilai-nilai budaya serta religius, sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia unggul dan berdaya saing.

Humas FIB Unand: Siti Awal Syaravina, S.Hum., M.Li.

Dekan FIB Unand Melaksanakan Visiting Professor di UIN Raden Fatah Palembang

Gambar 1. Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, melaksanakan visiting professor ke Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah Palembang

Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas kembali memperkuat kontribusinya dalam pengembangan keilmuan di tingkat nasional melalui partisipasi Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, sebagai visiting professor yang diselenggarakan oleh Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah Palembang, pada Sabtu, 27 Desember 2025.

Kegiatan visiting professor ini dilaksanakan dalam bentuk workshop Meningkatkan Daya Saing Akademik melalui Publikasi Internasional, yang diikuti oleh dosen dan mahasiswa di lingkungan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah Palembang. Undangan tersebut merupakan bentuk pengakuan atas kompetensi dan rekam jejak akademik Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, khususnya dalam bidang linguistik, pragmatik, serta publikasi ilmiah bereputasi.  

Secara konseptual, program visiting professor memiliki peran strategis dalam memperkaya wawasan akademik civitas perguruan tinggi melalui pertukaran gagasan, pengalaman riset, serta praktik terbaik (best practices) dalam pengembangan keilmuan. Dalam konteks ini, kehadiran Dekan FIB Unand tidak hanya berfungsi sebagai narasumber, tetapi juga sebagai medium transfer pengetahuan dan penguatan budaya akademik lintas institusi.  

Dalam sesi workshop, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP menyampaikan materi terkait strategi penulisan karya ilmiah yang sistematis, mulai dari perumusan masalah penelitian, penguatan kerangka teoretis, hingga teknik penyusunan artikel yang layak dipublikasikan pada jurnal nasional dan internasional bereputasi. Materi disampaikan secara aplikatif dengan mengaitkan teori linguistik dan pragmatik dengan praktik penulisan akademik yang kontekstual.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan diskusi yang melibatkan peserta secara aktif. Berbagai isu dibahas, antara lain tantangan penulisan ilmiah di era digital, etika akademik, serta pentingnya sensitivitas konteks budaya dan bahasa dalam produksi pengetahuan. Workshop ini juga menjadi ruang reflektif bagi peserta untuk mengevaluasi praktik penulisan yang selama ini dilakukan.

Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, menegaskan bahwa kegiatan visiting professor seperti ini merupakan bagian dari tanggung jawab akademisi dalam membangun ekosistem keilmuan yang kolaboratif dan berkelanjutan. “Kegiatan visiting professor ini menjadi ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman akademik. Melalui workshop, kita tidak hanya membahas teknis penulisan, tetapi juga membangun kesadaran bahwa karya ilmiah adalah bentuk tanggung jawab intelektual dan kontribusi nyata perguruan tinggi bagi masyarakat luas,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP.

Lebih lanjut, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP menekankan bahwa penguatan kapasitas dosen dan mahasiswa dalam menulis karya ilmiah harus dilakukan secara berkelanjutan dan berbasis kolaborasi antarlembaga. Menurutnya, pertukaran gagasan lintas perguruan tinggi menjadi kunci dalam menjaga relevansi dan kualitas pendidikan tinggi di tengah dinamika global.

Kegiatan ini sekaligus mencerminkan komitmen FIB Unand dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia di bidang bahasa, sastra, dan humaniora, serta memperluas jejaring akademik nasional melalui kontribusi keilmuan yang berdampak.

Humas FIB Unand: Siti Awal Syaravina, S.Hum., M.Li.

Mahasiswa Sastra Minangkabau FIB Unand Raih Juara II Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional UNIMED 2025

Gambar 1. Mahasiswa Program Studi Sastra Minangkabau, FIB Unand meraih Juara II Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTIN) UNIMED tahun 2025

Mahasiswa Program Studi Sastra Minangkabau, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Empat mahasiswa angkatan 2023 berhasil meraih Juara II Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTIN) Universitas Negeri Medan (UNIMED) Tahun 2025, dengan subtema “Pemerataan Ekonomi dan Pengentasan Kemiskinan”.

Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional ini diselenggarakan oleh Universitas Negeri Medan (UNIMED) dan menjadi ajang kompetisi akademik bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Rangkaian kegiatan lomba dilaksanakan dalam dua tahap, yakni pendaftaran dan seleksi karya tulis ilmiah pada 7–29 November 2025, serta presentasi finalis yang berlangsung pada 16 Desember 2025.

Tim mahasiswa FIB Unand yang meraih prestasi tersebut terdiri atas Sitiina Hidayah, Putri Agustiono, Rani Arjun Puttri, dan Afifah Ananda Putri. Dalam proses penyusunan karya ilmiah, tim ini dibimbing oleh Sehla Rizqa Ramadhona, S.S., M.A., dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas.

Secara substansial, karya yang diusung tim mahasiswa FIB Unand mengangkat persoalan pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan sebagai isu strategis nasional. Tema ini dinilai relevan dengan tantangan pembangunan Indonesia saat ini, khususnya dalam upaya menciptakan keadilan sosial dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pendekatan akademik yang digunakan dalam karya tersebut menggabungkan analisis konseptual, data empiris, serta gagasan solutif yang aplikatif.

Salah seorang anggota tim, Rani Arjun Putri, menyampaikan bahwa capaian ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi seluruh anggota tim. Ia mengaku bahwa sejak awal mereka tidak menyangka dapat menembus tiga besar dalam kompetisi nasional yang diikuti oleh finalis-finalis dari berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia. “Untuk saya pribadi, ini merupakan pengalaman yang sangat luar biasa. Sebelumnya kami tidak mengira bisa masuk tiga besar dan meraih Juara II lomba karya tulis ilmiah tingkat nasional. Semua finalis adalah perwakilan kampus-kampus hebat, tetapi Alhamdulillah kami bisa meraih posisi tersebut,” ungkap Rani.

Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan tim tidak terlepas dari peran dosen pembimbing yang senantiasa memberikan dukungan akademik dan motivasi selama proses lomba berlangsung. “Kemenangan ini juga merupakan buah dari bimbingan tanpa henti. Dosen pembimbing kami, Ibu Sehla Rizqa Ramadhona, S.S., M.A., beliau tidak hanya memberikan arahan teknis, tetapi juga membakar semangat kami saat hampir menyerah. Kepercayaan beliau menjadi bahan bakar utama bagi tim,” tutur Rani.

Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, turut menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih oleh mahasiswa Sastra Minangkabau tersebut. “Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa FIB Unand mampu berkompetisi secara nasional dengan gagasan yang kritis, relevan, dan berlandaskan kajian ilmiah yang kuat. Ini sekaligus menjadi bukti bahwa ilmu humaniora memiliki kontribusi nyata dalam menjawab persoalan-persoalan strategis bangsa,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP.

Ia juga menegaskan bahwa FIB Unand akan terus mendorong penguatan budaya akademik, riset mahasiswa, serta pendampingan dosen agar prestasi serupa dapat terus berlanjut di masa mendatang.

Humas FIB Unand: Siti Awal Syaravina, S.Hum., M.Li.