Perkuat Sinergi Akademik dan Industri Media, FIB Unand Teken PKS dengan Classy Media

Gambar 1. Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum. bersama Pimpinan Classy Media, Andika Destika Khagen menandatanngani perjanjian kerja  sama

Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas terus memperluas jejaring kemitraan dengan dunia industri sebagai upaya meningkatkan kualitas pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara FIB Universitas Andalas dan PT Klikpositif Media Siber (Classy Media) pada Selasa, 23 Juni 2026 di Kantor PT Klikpositif Media Siber (Classy Media), Gedung Serba Guna (GSG) Lantai 2, Kompleks PT Semen Padang, Indarung, Kota Padang.

Perjanjian kerja sama ditandatangani langsung oleh Dekan FIB Universitas Andalas, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP dan Pimpinan PT Klikpositif Media Siber (Classy Media), Andika Destika Khagen. Turut mendampingi Dekan FIB Unand dalam kegiatan tersebut Manajer I Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. serta Pengadministrasi Akademik Ade Novalia, S.Pd., M.Pd. Sementara itu, dari pihak Classy Media hadir jajaran manajemen dan tim redaksi yang menyambut langsung rombongan FIB Unand.

Penandatanganan PKS diawali dengan diskusi mengenai peluang kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri media dalam menjawab kebutuhan dunia kerja yang semakin dinamis. Kedua belah pihak sepakat bahwa sinergi antara institusi pendidikan dan media memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas ruang belajar mahasiswa, serta memperkuat implementasi Tridharma Perguruan Tinggi.

Berdasarkan Pasal 2 Perjanjian Kerja Sama, ruang lingkup kolaborasi meliputi pelaksanaan Magang Berdampak, Praktisi Mengajar, Kuliah Umum, Pengabdian kepada Masyarakat, serta berbagai program lain yang disepakati oleh kedua belah pihak sesuai dengan kemampuan masing-masing. Kerja sama tersebut juga mencakup seluruh program studi di lingkungan FIB Unand, yaitu Program Studi Sastra Indonesia, Sastra Inggris, Sastra Minangkabau, Sastra Jepang, Ilmu Sejarah, Arkeologi, Program Magister Linguistik, Magister Susastra, Magister Kajian Sejarah, Magister Kajian Budaya, hingga Program Doktor Linguistik.

Melalui ruang lingkup tersebut, mahasiswa FIB Unand diharapkan memperoleh kesempatan yang lebih luas untuk mengikuti program magang di industri media, belajar langsung dari praktisi profesional, serta terlibat dalam berbagai kegiatan akademik yang mendukung peningkatan kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja. Di sisi lain, Classy Media juga dapat berkontribusi sebagai mitra strategis dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dekan FIB Universitas Andalas, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah nyata FIB Unand dalam membangun ekosistem pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman. "Perguruan tinggi tidak dapat berjalan sendiri dalam menyiapkan lulusan yang unggul. Kolaborasi dengan dunia industri, termasuk media, menjadi jembatan penting agar mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang kontekstual, memperluas wawasan profesional, sekaligus meningkatkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja," ujar Prof. Ike Revita, S.S., M.Hum.

Ia menambahkan bahwa kerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi diwujudkan melalui berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa, dosen, maupun kedua institusi. "Kami berharap kemitraan ini melahirkan banyak program kolaboratif, mulai dari magang, kuliah umum, praktisi mengajar, hingga pengembangan riset dan pengabdian kepada masyarakat. Semoga kerja sama ini menjadi awal dari sinergi yang berkelanjutan dan saling menguatkan," tambahnya.

Sementara itu, Andika Destika Khagen menyambut baik terjalinnya kemitraan dengan FIB Universitas Andalas. Menurutnya, dunia media membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga berpikir kritis, adaptif, dan memiliki kepekaan terhadap isu-isu sosial dan budaya. "Kami melihat FIB Universitas Andalas memiliki potensi besar dalam melahirkan lulusan yang kaya akan perspektif humaniora. Melalui kerja sama ini, kami berharap dapat berbagi pengalaman praktis kepada mahasiswa sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara dunia akademik dan industri media," ungkap Bapak Andika.

Gambar 2. Foto bersama pimpinan Classy Media dengan Dekan FIB Unand besertra jajaran

Usai penandatanganan PKS, kedua belah pihak melanjutkan kegiatan dengan diskusi mengenai implementasi program kerja sama yang akan segera direalisasikan. Berbagai gagasan mengenai penyelenggaraan kuliah umum, program magang mahasiswa, praktisi mengajar, hingga kolaborasi dalam kegiatan publikasi dan pengabdian kepada masyarakat menjadi topik utama dalam pertemuan tersebut. Kegiatan kemudian diakhiri dengan penyerahan cendera mata dan sesi foto bersama sebagai simbol dimulainya kemitraan antara FIB Universitas Andalas dan PT Klikpositif Media Siber (Classy Media).

Kerja sama ini menjadi salah satu langkah strategis FIB Universitas Andalas dalam memperkuat jejaring kemitraan dengan dunia industri sekaligus mendukung peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat melalui implementasi Tridharma Perguruan Tinggi yang semakin relevan dengan perkembangan zaman.

 

Perkuat Tridarma dan Literasi Arsip, FIB Unand jalin Kerja Sama dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat

Gambar 1. Penandatanganan PKS dan IA FIB Unand dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat

PADANG, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas kembali memperluas jejaring kemitraan strategis melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Implementation Arrangement (IA) dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat dalam kegiatan Jejak Kolaborasi (Jeko), Senin (25/5/2026), di Kantor Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Himpunan Mahasiswa Departemen Ilmu Sejarah FIB Universitas Andalas tersebut menjadi wadah untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam bidang kearsipan, literasi, penelitian, pelestarian memori kolektif, serta pengembangan sumber daya manusia yang kompeten di bidang pengelolaan arsip dan informasi.

Penandatanganan PKS dilakukan oleh Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat, Jumaidi, S.Pd., M.Pd., bersama Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas yang diwakili oleh Wakil Dekan II, Alex Dermawan, S.S., M.A. Sementara itu, penandatanganan IA dilakukan oleh Sekretaris Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat, Oni Fajar Syahdi, S.St.Pi., M.MA., bersama Ketua Departemen Ilmu Sejarah FIB Universitas Andalas, Dr. Zulqaiyyim, M.Hum.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Kearsipan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat, Indra Sukma, S.Kom., Kepala Bidang Pembinaan dan Pengawasan Kearsipan, Kiswati, S.S., MPA., dosen Departemen Ilmu Sejarah, mahasiswa peserta Jeko, serta sejumlah arsiparis dan pejabat struktural di lingkungan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat.

Kerja sama yang disepakati mencakup berbagai bidang dalam pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi. Ruang lingkup kerja sama meliputi pendidikan dan pelatihan di bidang kearsipan dan perpustakaan, penelitian dan publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, magang dan praktik kerja lapangan mahasiswa, pelestarian dan digitalisasi arsip serta naskah budaya, pengembangan literasi informasi dan budaya baca, pertukaran data dan informasi, hingga penyelenggaraan seminar, workshop, lokakarya, dan berbagai kegiatan ilmiah lainnya.

Selain itu, kerja sama tersebut juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam pengembangan kompetensi mahasiswa, peningkatan kapasitas dosen, serta penguatan jejaring kelembagaan antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Melalui implementasi kerja sama ini, mahasiswa FIB Unand diharapkan memperoleh akses yang lebih luas terhadap sumber-sumber arsip dan dokumentasi yang selama ini menjadi bagian penting dalam kajian sejarah, budaya, dan humaniora.

Dalam sambutannya, Wakil Dekan II FIB Universitas Andalas, Alex Dermawan, S.S., M.A., menyampaikan bahwa arsip memiliki posisi yang sangat penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan, terutama di lingkungan humaniora. “Kerja sama ini bukan sekadar penandatanganan dokumen, tetapi langkah konkret untuk menghadirkan ruang belajar yang lebih luas bagi mahasiswa. Melalui kolaborasi ini, mahasiswa dapat berinteraksi langsung dengan sumber-sumber arsip, memahami praktik pengelolaan kearsipan, sekaligus memperkuat kompetensi akademik dan profesional mereka,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Departemen Ilmu Sejarah FIB Unand, Dr. Zulqaiyyim, M.Hum., menilai kerja sama ini memiliki nilai strategis dalam mendukung pembelajaran sejarah berbasis sumber primer. “Bagi mahasiswa sejarah, arsip adalah sumber utama dalam merekonstruksi peristiwa masa lalu. Kerja sama ini membuka kesempatan yang lebih luas bagi mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan arsip, memahami tata kelola kearsipan modern, serta meningkatkan kemampuan riset berbasis sumber primer,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat, Jumaidi, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa keberadaan arsip tidak hanya berkaitan dengan administrasi, tetapi juga menjadi bagian dari memori kolektif masyarakat yang harus dijaga dan dimanfaatkan. “Arsip bukan hanya dokumen yang disimpan, melainkan sumber pengetahuan yang merekam perjalanan suatu bangsa. Kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi sangat penting agar arsip dapat dimanfaatkan secara optimal untuk pendidikan, penelitian, dan pelestarian sejarah,” ungkapnya.

Sebagai bagian dari rangkaian Jejak Kolaborasi, peserta juga mengikuti sesi pengayaan materi yang disampaikan oleh Arsiparis Ahli Madya Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat, Romi Zulfi Yandra, S.Kom., M.M., dengan tema “Penyajian Arsip sebagai Informasi.”

Dalam pemaparannya, Romi menjelaskan bahwa arsip memiliki fungsi yang jauh lebih luas daripada sekadar dokumen administrasi. Arsip merupakan sumber informasi yang autentik, alat pertanggungjawaban publik, memori kolektif masyarakat, serta sumber sejarah yang bernilai bagi generasi masa kini dan masa depan.

Ia menekankan bahwa tantangan pengelolaan arsip saat ini tidak hanya terletak pada penyimpanan, tetapi juga bagaimana arsip dapat disajikan secara menarik, mudah diakses, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Pemanfaatan teknologi digital, menurutnya, menjadi salah satu kunci agar arsip dapat terus hidup dan memberikan manfaat yang lebih luas.

Materi tersebut mendapat respons positif dari mahasiswa. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan mengenai digitalisasi arsip, peluang profesi di bidang kearsipan, pengelolaan arsip elektronik, hingga pemanfaatan arsip sebagai sumber penelitian sejarah dan kebudayaan.

Melalui kegiatan Jejak Kolaborasi ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman lapangan secara langsung, tetapi juga memahami bagaimana arsip berperan dalam menjaga identitas, memori, dan perjalanan sejarah suatu bangsa. Kunjungan tersebut menjadi sarana pembelajaran yang mempertemukan teori yang dipelajari di ruang kuliah dengan praktik profesional di lapangan.

Dekan FIB Universitas Andalas, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP., dalam keterangannya menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama tersebut dan berharap kolaborasi dapat terus berkembang melalui berbagai program yang lebih konkret. “Kerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen semata. FIB Unand dan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat dapat bersama-sama mengembangkan penelitian, seminar, pelatihan, digitalisasi arsip budaya, hingga program magang yang memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa dan masyarakat,” ujar Prof. Ike Revita, S.S., M.Hum.

Melalui penandatanganan PKS dan IA ini, FIB Unand kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat jejaring kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat literasi arsip, pelestarian sejarah, serta pengembangan sumber daya manusia yang adaptif terhadap tantangan zaman.

Gambar 2. Foto bersama FIB Unand dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat

Surau Baralek Gadang FIB Unand: Ruang Merawat Budaya di Tengah Perubahan Zaman

Gambar 1. Pemotongan pita sebagai simbolis pembukaan rangkaian acara Festival Surau Baralek Gadang oleh Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum.

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas sukses menyelenggarakan Festival Surau Baralek Gadang pada 20–23 Mei 2026 di lingkungan FIB Unand. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi budaya, literasi, kreativitas, dan refleksi budaya yang menghadirkan berbagai rangkaian acara seperti bazar, pameran budaya, talkshow, workshop aksara kuno, hingga lomba tingkat nasional yang diikuti peserta dari berbagai daerah.

Festival dibuka secara resmi pada Rabu, 20 Mei 2026 oleh Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, melalui prosesi pembukaan dan pemotongan pita di area koridor depan gua pameran FIB Unand. Kegiatan pembukaan turut dihadiri oleh Direktur Utama Surau Kreatif, pimpinan fakultas, Wakil Dekan I Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D., Wakil Dekan II, Alex darmawan, S.S., M.A., para manajer, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta tamu undangan dari berbagai instansi kebudayaan dan komunitas budaya di Sumatera Barat.

Suasana pembukaan berlangsung meriah dengan antusiasme mahasiswa dan pengunjung yang mulai memadati area bazar dan pameran sejak pagi hari. Festival ini tidak hanya menjadi agenda hiburan budaya, tetapi juga menjadi ruang akademik dan refleksi sosial yang mengangkat kembali pentingnya menjaga budaya lokal di tengah perkembangan zaman.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP menyampaikan bahwa budaya perlu terus dihadirkan melalui ruang-ruang kreatif yang dekat dengan generasi muda. Menurutnya, kampus memiliki peran penting sebagai tempat bertemunya gagasan, tradisi, dan kreativitas budaya. “Budaya tidak cukup hanya dikenang, tetapi harus terus dipelajari, dibicarakan, dan dihadirkan kembali melalui ruang-ruang kreatif agar tetap hidup di tengah generasi muda dan perkembangan zaman,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP.

Selama empat hari pelaksanaan, area bazar dan pameran dibuka untuk umum mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB. Puluhan tenant bazar turut meramaikan kegiatan dengan menghadirkan berbagai produk kuliner, kriya, karya kreatif mahasiswa, produk UMKM, hingga berbagai hasil karya berbasis budaya lokal Minangkabau.

Salah satu bagian yang paling menarik perhatian pengunjung adalah pameran berbentuk gua budaya yang dibangun di koridor FIB Unand. Konsep gua tersebut dimaknai sebagai ruang perenungan dan refleksi diri terhadap kondisi budaya saat ini. Pengunjung diajak memasuki ruang yang menggambarkan bagaimana masyarakat sering kali lebih mengenal budaya luar dibandingkan budaya sendiri.

Melalui instalasi tersebut, panitia ingin menyampaikan pesan bahwa budaya lokal perlu kembali dipahami, dipelajari, dan dirawat bersama. Tidak sedikit pengunjung yang berhenti untuk membaca kutipan-kutipan reflektif yang dipasang di area pameran. “Kadang kita terlalu sibuk mengagumi budaya luar sampai lupa memahami budaya sendiri.”

Rangkaian kegiatan festival juga diisi dengan berbagai talkshow dan workshop budaya yang menghadirkan akademisi serta pegiat budaya Minangkabau. Pada Kamis, 21 Mei 2026, festival menghadirkan talkshow bersama Prof. Dr. Drs. Herwandi, M.Hum. dan S. Wani Maler, M.A. yang membahas dinamika budaya Minangkabau, perubahan sosial masyarakat, hingga pentingnya pelestarian identitas budaya lokal di tengah arus modernisasi.

Pada hari yang sama, peserta juga mengikuti Workshop Aksara Kuno di Minangkabau “Aksara Kawi” yang dipandu oleh A’ang Pambudi Nugroho, M.A. Workshop ini mengenalkan kembali sejarah aksara kuno yang pernah berkembang di Nusantara serta kaitannya dengan perkembangan budaya tulis masyarakat Minangkabau.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan talkshow budaya oleh Daratullaila Nasri, S.S., M.A. yang membahas pentingnya bahasa dan aksara sebagai bagian dari identitas kebudayaan.

Sementara itu, pada Jumat, 22 Mei 2026, festival kembali menghadirkan talkshow bersama Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP dan Muh Faisal Chair, M.Hum. Diskusi membahas posisi bahasa daerah, budaya lokal, serta tantangan generasi muda dalam mempertahankan identitas budaya di era digital.

Hari kedua workshop diisi dengan Workshop Aksara Kuno di Minangkabau “Aksara Jawi” yang dipandu oleh Daratullaila Nasri, S.S., M.A. Peserta tampak antusias mempelajari sejarah dan praktik penulisan aksara Jawi yang pernah berkembang luas dalam tradisi intelektual masyarakat Minangkabau.

Selain pameran, bazar, talkshow, dan workshop, Festival Surau Baralek Gadang juga menghadirkan empat cabang lomba tingkat nasional, yaitu Bacarito Bahasa Minang, Olimpiade Bahasa dan Budaya Minangkabau, Menulis Cerpen Berbahasa Minang, serta Video Konten Budaya Minangkabau dengan tema “Harmoni Minangkabau: Warisan Lokal, Inspirasi Nasional.”

Cabang lomba tersebut diikuti oleh pelajar dan mahasiswa dari berbagai daerah. Kegiatan ini menjadi bentuk upaya FIB Unand dalam menghadirkan ruang kreativitas budaya bagi generasi muda melalui media bahasa, sastra, dan konten digital.

Puncak kegiatan dilaksanakan pada Sabtu, 23 Mei 2026 melalui pengumuman para pemenang lomba sekaligus penutupan resmi festival oleh Wakil Dekan I FIB Unand, Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D.

Dalam sambutannya, Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D. menyampaikan bahwa festival budaya seperti ini penting untuk terus dilaksanakan karena menjadi ruang pertemuan antara tradisi, kreativitas, dan pemikiran generasi muda. “Budaya akan tetap hidup ketika terus dipelajari, dibicarakan, dan diwariskan melalui ruang-ruang kreatif seperti ini,” ujar Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D.

Selama pelaksanaan kegiatan, antusiasme pengunjung terlihat tinggi. Mahasiswa, dosen, pelajar, komunitas budaya, hingga masyarakat umum turut hadir mengikuti berbagai rangkaian acara yang berlangsung interaktif dan terbuka untuk umum.

Melalui Festival Surau Baralek Gadang, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas menegaskan komitmennya dalam menghadirkan ruang budaya yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi media edukasi, refleksi, dan penguatan identitas budaya lokal di tengah perubahan zaman. “Bak kato urang awak, sakali aia gadang, sakali tapian barubah; namun budaya jangan sampai hilang.”

Gambar 2. Pimpinan Fakultas Ilmu Budaya Unand bersama panitia Surau Baralek Gadang

Alumni Sejarah FIB Unand Serahkan Buku “Mitigasi Kultural” kepada Fakultas Ilmu Budaya

Gambar 1. Yose Hendra, alumni FIB Unand menyerahkan buku berjudul Mitigasi Kultural: Pengetahuan Lokal Kebencanaan Masyarakat Sumatra Barat

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand) menerima penyerahan buku karya alumni Departemen Ilmu Sejarah, Yose Hendra, dalam sebuah pertemuan yang berlangsung di Ruang Sidang FIB Unand pada Senin, 18 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus diskusi mengenai kontribusi alumni terhadap pengembangan akademik dan dunia kerja lulusan FIB Unand.

Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, didampingi Wakil Dekan I Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D., Wakil Dekan II Alex Darmawan, S.S., M.A., Manajer Bidang I Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum., dan Manajer Bidang II Adrianis, S.S., M.A. Turut hadir pula sejumlah dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan FIB Unand.

Dalam kesempatan tersebut, Yose Hendra menyerahkan buku karyanya yang berjudul “Mitigasi Kultural: Pengetahuan Lokal Kebencanaan Masyarakat Sumatra Barat”. Buku tersebut membahas bagaimana masyarakat lokal di Sumatra Barat memiliki pengetahuan budaya dan kearifan lokal dalam menghadapi bencana alam, mulai dari cara membaca tanda-tanda alam hingga bentuk mitigasi berbasis tradisi dan pengalaman masyarakat.

Sebagai alumni S1 dan S2 Departemen Ilmu Sejarah FIB Unand, Yose Hendra dikenal aktif di bidang jurnalistik dan kepenulisan. Ia juga bekerja sebagai wartawan di Media Indonesia serta aktif menulis isu sosial, budaya, dan sejarah lokal.

Dalam pemaparannya, Yose Hendra menyampaikan bahwa pengetahuan lokal masyarakat sering kali menjadi bagian penting dalam mitigasi bencana, tetapi belum banyak didokumentasikan secara serius. “Masyarakat sebenarnya memiliki pengalaman panjang dalam menghadapi bencana. Pengetahuan itu hidup dalam budaya dan tradisi sehari-hari,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa buku tersebut lahir dari perhatian terhadap kondisi Sumatra Barat sebagai daerah yang memiliki potensi bencana cukup tinggi, sehingga pendekatan kebudayaan dinilai penting untuk dibahas dalam upaya mitigasi.

Selain menyerahkan buku, Yose Hendra juga berdiskusi bersama pimpinan FIB Unand mengenai peran alumni dalam pengembangan fakultas. Ia mendorong alumni FIB Unand untuk terus aktif membangun jejaring, meningkatkan kapasitas diri, dan berani mengambil peran di berbagai bidang profesi. “Alumni FIB punya kemampuan yang kuat di bidang komunikasi, analisis, dan budaya. Kemampuan itu harus terus diasah dan dibawa ke dunia kerja,” katanya.

Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Yose Hendra melalui karya tulis dan keterlibatannya dalam dunia profesional. “Kehadiran alumni yang terus berkarya menjadi motivasi bagi mahasiswa dan civitas academica FIB Unand,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum. Ia juga berharap budaya menulis, riset, dan dokumentasi sejarah serta budaya lokal terus berkembang di lingkungan FIB Unand.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh diskusi mengenai pengembangan literasi, peluang kerja lulusan humaniora, hingga pentingnya kontribusi alumni dalam mendukung kemajuan fakultas.

Melalui kegiatan ini, FIB Unand menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat hubungan dengan alumni sekaligus mendukung lahirnya karya-karya akademik yang relevan dengan isu sosial, budaya, dan kemasyarakatan.

FIB Unand dan Fakultas Adab UIN Imam Bonjol Padang Teken PKS dan IA untuk Penguatan Program Magang

Gambar 1. Dekan Fib Unand dan dekan UIN Imam Bonjol Padang menandatangani Perjanjian Kerja Sama

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand) melaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Implementation Agreement (IA) bersama Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang pada Senin, 18 Mei 2026, di Aula Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang.

Kegiatan ini menjadi langkah awal penguatan kolaborasi akademik antara kedua institusi, khususnya dalam bidang pendidikan, magang mahasiswa, pengembangan perpustakaan, penelitian, dan kegiatan akademik lainnya.

Dari pihak FIB Unand, kegiatan dihadiri langsung oleh Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, didampingi Wakil Dekan I Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D., serta tenaga kependidikan Ade Novalia, S.Pd., M.Pd. Sementara itu, dari pihak UIN Imam Bonjol Padang hadir Dekan Fakultas Adab dan Humaniora, Prof. Dr. Taufiqurrahman, M.Hum., M.Ag., beserta jajaran pimpinan fakultas.

Penandatanganan PKS dan IA tersebut difokuskan pada pelaksanaan program magang mahasiswa bidang kearsipan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang di lingkungan FIB Unand, khususnya di perpustakaan fakultas.

Melalui kerja sama ini, mahasiswa diharapkan dapat menerapkan ilmu yang telah dipelajari selama perkuliahan secara langsung di lapangan, terutama dalam pengelolaan arsip dan penataan perpustakaan yang lebih representatif dan sesuai dengan perkembangan kebutuhan layanan akademik saat ini. “Mahasiswa perlu memiliki ruang praktik agar ilmu yang dipelajari tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi juga diterapkan secara langsung,” ujar Prof. Dr. Taufiqurrahman, M.Hum., M.Ag.

Dalam pelaksanaannya, FIB Unand akan berperan sebagai fasilitator bagi mahasiswa magang untuk mengembangkan keterampilan profesional mereka di bidang pengarsipan dan pengelolaan perpustakaan.

Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, menyampaikan bahwa kerja sama ini diharapkan tidak hanya berhenti pada program magang, tetapi dapat berkembang menjadi berbagai bentuk kolaborasi akademik lainnya. “Kami berharap kerja sama ini dapat terus berkembang, baik dalam bentuk seminar, kuliah umum, penelitian bersama, maupun kegiatan akademik lainnya yang bermanfaat bagi kedua institusi,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum.

Ia juga menambahkan bahwa penguatan kerja sama antarlembaga pendidikan menjadi penting untuk mendukung peningkatan kualitas layanan akademik dan pengembangan sumber daya manusia.

Suasana penandatanganan berlangsung hangat dan penuh diskusi terkait peluang kolaborasi lanjutan antara FIB Unand dan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang, terutama dalam bidang humaniora, literasi, pengelolaan arsip, dan pengembangan budaya akademik.

Melalui penandatanganan PKS dan IA ini, kedua institusi berharap dapat membangun hubungan kerja sama yang berkelanjutan serta memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa, dosen, dan pengembangan institusi di masa mendatang.

LSP Universitas Andalas Sosialisasikan Sertifikasi Kompetensi Mahasiswa di FIB Unand

Gambar 1. Ketua LSP Universitas Andalas, Dr. Hasanuddin, M.Si. menyampaikan materi sertifikasi kompetensi mahasiswa di FIB Unand

Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pihak Pertama (P1) Universitas Andalas mengadakan kegiatan sosialisasi terkait sertifikasi kompetensi mahasiswa dan pengembangan skema sertifikasi profesi di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand), Kamis, 7 Mei 2026, di Ruang Sidang FIB Unand.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari penguatan pemahaman program studi terhadap sistem sertifikasi profesi di lingkungan perguruan tinggi. Kegiatan dibuka langsung oleh Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, dan dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, yaitu Wakil Dekan I Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D., Wakil Dekan II Alex Darmawan, S.S., M.A., Manajer Bidang I Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum., serta Manajer Bidang II Adrianis, S.S., M.A. Selain itu, sosialisasi juga diikuti oleh dosen dari berbagai program studi di lingkungan FIB Unand.

Hadir sebagai pemateri utama sekaligus Ketua LSP Universitas Andalas, Dr. Hasanuddin, M.Si., bersama tim dari LSP Universitas Andalas. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa LSP merupakan lembaga resmi di bawah Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang memiliki kewenangan melaksanakan sertifikasi kompetensi sesuai standar nasional.

Dr. Hasanuddin, M.Si. menjelaskan bahwa LSP P1 Universitas Andalas berfokus pada sertifikasi kompetensi mahasiswa tingkat sarjana. Mahasiswa yang dinyatakan kompeten nantinya akan memperoleh sertifikat kompetensi resmi dari BNSP sebagai pendamping ijazah. “Saat ini lulusan perguruan tinggi tidak hanya dituntut memiliki ijazah, tetapi juga bukti kompetensi yang diakui secara nasional,” jelasnya.

Dalam sosialisasi tersebut, tim LSP Universitas Andalas memaparkan berbagai materi terkait sistem sertifikasi kompetensi, mulai dari dasar regulasi, mekanisme penyusunan skema sertifikasi, proses asesmen, hingga peluang pengembangan skema di masing-masing program studi.

Materi juga menjelaskan keterkaitan antara kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), capaian pembelajaran lulusan, kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDIKA), serta pentingnya link and match antara perguruan tinggi dengan kebutuhan profesional di lapangan.

Selain itu, dipaparkan pula sejumlah skema sertifikasi yang telah diverifikasi oleh BNSP di lingkungan Universitas Andalas, seperti bidang K3, teknologi informasi, dan wisata. Untuk FIB Unand sendiri, sejumlah skema yang dinilai potensial untuk dikembangkan antara lain skema editor, penerjemah, tour guide, tour leader, hingga kompetensi kebahasaan dan budaya lainnya yang sesuai dengan profil lulusan humaniora.

Tim LSP juga menjelaskan proses pembentukan skema sertifikasi yang dimulai dari evaluasi kesesuaian kurikulum program studi dengan kebutuhan dunia kerja, penyusunan perangkat asesmen dan Materi Uji Kompetensi (MUK), hingga proses verifikasi langsung oleh BNSP.

Selain sertifikasi mahasiswa, sosialisasi juga membahas sertifikasi bagi dosen untuk menjadi Asesor Kompetensi (ASKOM). Dosen yang telah tersertifikasi nantinya dapat melakukan asesmen terhadap mahasiswa dalam proses uji kompetensi. “Asesor kompetensi menjadi bagian penting dalam pelaksanaan sertifikasi karena mereka yang akan memastikan kompetensi peserta sesuai standar yang ditetapkan,” ujar Dr. Hasanuddin, M.Si.

Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, dalam sambutannya menyampaikan bahwa FIB Unand menyambut baik kegiatan sosialisasi tersebut sebagai langkah awal pengembangan sertifikasi kompetensi di lingkungan fakultas. “Mahasiswa FIB memiliki banyak kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Oleh karena itu, pengembangan skema sertifikasi menjadi peluang penting untuk meningkatkan daya saing lulusan,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan berbagai pertanyaan dari dosen terkait peluang pembentukan Tempat Uji Kompetensi (TUK), kesiapan program studi, serta strategi pengembangan sertifikasi berbasis bidang humaniora di FIB Unand.

Melalui kegiatan ini, LSP Universitas Andalas dan FIB Unand diharapkan dapat membangun sinergi dalam pengembangan sertifikasi kompetensi sehingga lulusan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pengakuan kompetensi profesional yang diakui secara nasional oleh BNSP.