FIB Unand Gelar Ngopi “Ngobrol Pagi” untuk Penguatan Kesehatan Mental Dosen dan Tendik

Gambar 1. Dr. Rozi Sastra Purna, S.Psi., M.Psi., narasumber kegiatan Ngobrol Pagi di FIB Unand

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand) menyelenggarakan kegiatan Ngopi (Ngobrol Pagi) bersama dosen dan tenaga kependidikan pada Jumat, 17 April 2026, bertempat di Ruang Seminar FIB Unand. Kegiatan ini mengangkat tema “Bahagia menjadi Dosen dan Tendik FIB: Mengajar dengan Senyum, Melayani dengan Sepenuh Hati” sebagai upaya membangun suasana kerja yang sehat, produktif, dan bermakna.

Acara dibuka secara resmi oleh Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, dan dihadiri oleh Wakil Dekan I Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D., Wakil Dekan II Alex Darmawan, S.S., M.A., Manajer Bidang I Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum., serta Manajer Bidang II Adrianis, S.S., M.A., bersama seluruh dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan FIB Unand.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Dr. Rozi Sastra Purna, S.Psi., M.Psi., yang menyampaikan materi secara interaktif terkait kebahagiaan dalam bekerja, pengelolaan stres, serta pentingnya keseimbangan antara peran profesional dan kondisi psikologis individu.

Salah satu sesi penting dalam kegiatan ini adalah pengukuran tingkat stres peserta, yang memberikan gambaran awal mengenai kondisi psikologis dosen dan tenaga kependidikan. Hasil tersebut kemudian menjadi dasar dalam pembahasan strategi penanganan stres secara praktis dan aplikatif.

Dalam sambutannya, Dekan FIB Unand menegaskan pentingnya kesehatan mental sebagai bagian dari kualitas kinerja institusi. “Kualitas pembelajaran dan pelayanan tidak hanya ditentukan oleh kompetensi, tetapi juga oleh kondisi psikologis yang sehat. Dosen dan tenaga kependidikan perlu memiliki ruang refleksi agar dapat menjalankan peran dengan lebih optimal,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kegiatan seperti Ngopi menjadi bagian dari upaya membangun budaya kerja yang humanis dan suportif di lingkungan FIB Unand. “Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya berbagi pengetahuan, tetapi juga membangun empati, kebersamaan, dan semangat kerja yang positif,” tambahnya.

Sementara itu, narasumber Dr. Rozi Sastra Purna, S.Psi., M.Psi. menyampaikan bahwa pengelolaan stres merupakan keterampilan penting dalam dunia kerja modern. “Stres tidak selalu negatif, tetapi perlu dikelola dengan baik. Dengan memahami diri dan lingkungan kerja, individu dapat menjaga keseimbangan emosional serta meningkatkan produktivitas,” jelasnya.

Kegiatan berlangsung secara dialogis dengan sesi tanya jawab yang aktif, menunjukkan antusiasme peserta dalam mendalami materi yang disampaikan. Interaksi ini menjadi indikator bahwa isu kesehatan mental dan kebahagiaan kerja semakin relevan dalam lingkungan akademik.

Melalui kegiatan Ngopi ini, FIB Unand menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan kerja yang tidak hanya berorientasi pada kinerja, tetapi juga pada kesejahteraan psikologis civitas academica. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai bagian dari penguatan budaya kerja yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.

Gambar 2. Foto bersama dosen dan tendik di acara Ngobrol Pagi FIB Unand

Tim Sastra Jepang FIB Unand Raih Juara 1 CC di Bunkasai XIII UNP 

Gambar 1. Refigo Devian, Ayu Putri Ramadhani, dan Muhammad Haikal Sahputra raih Juara I Umum CC di Bunkasai XIII UNP

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand) kembali menorehkan prestasi melalui capaian mahasiswa Program Studi Sastra Jepang dalam ajang Bunkasai XIII yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Padang.

Pada kegiatan yang berlangsung pada 11–12 April 2026 tersebut, tim mahasiswa FIB Unand berhasil meraih Juara 1 kategori Cerdas Cermat (CC) Umum, dengan pengumuman pemenang dilaksanakan pada acara puncak tanggal 12 April 2026.

Tim yang mengusung nama “Oda Nobu Naga” tersebut terdiri dari Refigo Devian, Muhammad Haikal Sahputra, dan Ayu Putri Ramadhani. Keberhasilan ini menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam penguasaan materi kebahasaan, budaya Jepang, serta ketangkasan berpikir dalam kompetisi akademik.

Secara konseptual, lomba Cerdas Cermat dalam Bunkasai XIII menuntut peserta untuk memiliki pemahaman komprehensif terhadap aspek bahasa, budaya, dan pengetahuan umum terkait Jepang. Selain itu, kompetisi ini juga menguji kecepatan, ketepatan, serta kerja sama tim dalam menjawab berbagai pertanyaan yang diberikan.

Dalam keterangannya, perwakilan tim menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari persiapan yang matang serta kerja sama yang solid antaranggota. “Kami mempersiapkan diri dengan memperdalam materi bahasa dan budaya Jepang serta membangun kekompakan tim. Kemenangan ini menjadi pengalaman berharga sekaligus motivasi untuk terus berkembang,” ujar perwakilan tim.

Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, turut memberikan apresiasi atas capaian tersebut sebagai bagian dari konsistensi prestasi mahasiswa di tingkat regional. “Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa FIB Unand memiliki kemampuan akademik yang kuat serta mampu berkompetisi secara sehat dan berkelanjutan. Ini juga mencerminkan kualitas pembelajaran yang mendorong mahasiswa untuk aktif dan berprestasi,” ungkap Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum.  

Keberhasilan ini sekaligus melengkapi capaian mahasiswa FIB Unand pada ajang yang sama, yang sebelumnya juga berhasil meraih prestasi di bidang lomba kreatif. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya unggul dalam aspek akademik, tetapi juga dalam kreativitas dan kolaborasi.

Melalui capaian ini, FIB Unand kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong mahasiswa untuk aktif berpartisipasi dalam berbagai kompetisi, sebagai bagian dari penguatan kompetensi akademik dan pengembangan diri di tingkat yang lebih luas. 

 

Mahasiswa Sastra Jepang FIB Unand Raih Juara 3 Lomba Kanji di Bunkasai XIII UNP 

Gambar 1. Tyo Muhammad Rizki, Mahasiswa Sastra Jepang FIB Unand raih juara III Kanji di Bunkasai XIII UNP

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas kembali mencatatkan prestasi mahasiswa dalam ajang akademik dan kebudayaan tingkat regional. Mahasiswa Program Studi Sastra Jepang FIB Unand berhasil meraih Juara 3 dalam Lomba Kanji (Kanji Contest) pada kegiatan Bunkasai XIII yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Padang.

Kegiatan Bunkasai XIII yang mengusung tema “Hagyou no Ishizue” ini dilaksanakan pada 11–12 April 2026, dengan pengumuman pemenang dilakukan pada acara puncak tanggal 12 April 2026. Ajang ini menjadi ruang kompetisi yang tidak hanya menguji kreativitas, tetapi juga kemampuan akademik mahasiswa dalam penguasaan bahasa Jepang secara mendalam.

Mahasiswa FIB Unand yang berhasil meraih prestasi tersebut adalah Tyo Muhammad Rizki, yang menunjukkan kemampuan unggul dalam penguasaan kanji, baik dari aspek penulisan, pemahaman makna, maupun ketepatan penggunaan dalam konteks bahasa Jepang.

Lomba Kanji dalam Bunkasai XIII merupakan salah satu kategori kompetisi yang menuntut ketelitian tinggi serta pemahaman komprehensif terhadap sistem tulisan Jepang. Kanji sebagai salah satu elemen utama dalam bahasa Jepang memiliki kompleksitas tersendiri, sehingga kompetisi ini menjadi indikator kemampuan akademik mahasiswa dalam bidang kebahasaan.

Keberhasilan ini menjadi bagian dari rangkaian prestasi mahasiswa Sastra Jepang FIB Unand dalam ajang yang sama, setelah sebelumnya mahasiswa juga berhasil meraih Juara 1 pada kategori lainnya. Hal ini menunjukkan konsistensi capaian mahasiswa dalam berbagai bidang, baik akademik maupun kreatif.

Dalam keterangannya, Tyo Muhammad Rizki menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari latihan yang konsisten dan ketekunan dalam mempelajari kanji. “Lomba kanji menuntut ketelitian dan konsistensi dalam belajar. Saya mempersiapkan diri dengan memperbanyak latihan serta memahami pola dan makna karakter. Prestasi ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan,” ujarnya.

Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, mengapresiasi capaian tersebut sebagai bagian dari penguatan kualitas akademik mahasiswa di bidang bahasa dan budaya. “Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa FIB Unand memiliki kompetensi yang kuat dalam bidang kebahasaan, khususnya bahasa Jepang. Ini menjadi bukti bahwa proses pembelajaran berjalan efektif dan mampu menghasilkan mahasiswa yang berdaya saing,” ungkap Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum .

Lebih lanjut, capaian ini juga mencerminkan integrasi antara pembelajaran teori dan praktik, di mana mahasiswa tidak hanya memahami materi secara konseptual, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam kompetisi akademik.

Partisipasi dalam ajang seperti Bunkasai XIII menjadi salah satu bentuk implementasi pembelajaran berbasis kompetensi, sekaligus membuka ruang bagi mahasiswa untuk menguji kemampuan, memperluas pengalaman, serta membangun jejaring akademik di tingkat regional.

 

Program Studi Sastra Inggris dan Sastra Minangkabau FIB Unand Raih Akreditasi Internasional FIBAA Jerman

Gambar 1. Program Studi sastra Inggris dan Sastra Minangkabau berhasil meraih akreditasi Internasional FIBAA Jerman

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas kembali mencatatkan capaian strategis di tingkat global melalui keberhasilan dua program studi dalam meraih akreditasi internasional dari Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA), Jerman. Program studi yang berhasil memperoleh pengakuan tersebut adalah Program Studi Sastra Inggris dan Program Studi Sastra Minangkabau.

Akreditasi ini diberikan berdasarkan penilaian kualitas program pendidikan sarjana yang memenuhi standar internasional, sebagaimana tercantum dalam sertifikat resmi FIBAA yang diterbitkan pada 27 Maret 2026 dan berlaku hingga 26 Maret 2031.

Keberhasilan ini merupakan hasil dari proses evaluasi komprehensif yang mencakup aspek kurikulum, sistem pembelajaran, kualitas lulusan, tata kelola program studi, serta relevansi keilmuan dengan kebutuhan global. Pencapaian tersebut menegaskan bahwa kedua program studi telah memenuhi standar mutu pendidikan tinggi internasional.

Program Studi Sastra Inggris dipimpin oleh Novalinda, S.S., M.Hum., sementara Program Studi Sastra Minangkabau dipimpin oleh Yerri Satria Putra, S.S., M.A. Keduanya memiliki peran penting dalam mendorong peningkatan kualitas akademik dan penguatan posisi FIB Unand di kancah global.

Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan bentuk nyata dari komitmen civitas academica dalam meningkatkan mutu tridarma perguruan tinggi. “Pencapaian ini mencerminkan komitmen dan dedikasi civitas academica dalam meningkatkan mutu tridarma hingga diakui secara internasional,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa akreditasi internasional tidak hanya menjadi simbol pengakuan, tetapi juga tanggung jawab untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan. “Akreditasi internasional ini menjadi momentum bagi FIB Unand untuk terus memperkuat kualitas pembelajaran, riset, dan pengabdian masyarakat agar tetap relevan dengan perkembangan global,” tambahnya.  

Ketua Program Studi Sastra Inggris, Novalinda, S.S., M.Hum., menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh civitas academica. “Akreditasi ini adalah hasil dari kerja bersama seluruh tim, baik dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, maupun alumni. Ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas program studi secara berkelanjutan,” ujar Novalinda, S.S., M.Hum.  

Senada dengan itu, Ketua Program Studi Sastra Minangkabau, Yerri Satria Putra, S.S., M.A., menegaskan pentingnya menjaga identitas lokal dalam bingkai global. “Pengakuan internasional ini menunjukkan bahwa kajian budaya lokal seperti Minangkabau memiliki relevansi global. Tantangannya adalah bagaimana menjaga kualitas sekaligus mempertahankan kekhasan keilmuan,” ungkap Yerri Satria Putra, S.S., M.A.

Secara konseptual, akreditasi FIBAA merupakan salah satu bentuk pengakuan internasional terhadap mutu pendidikan tinggi yang berorientasi pada standar global, sekaligus menjadi indikator daya saing institusi di tingkat internasional.

Melalui capaian ini, FIB Unand menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi di bidang humaniora yang mampu bersaing secara global, tanpa meninggalkan akar budaya lokal sebagai fondasi keilmuan.

Gambar 2. Sertifikat akreditasi internasional FIBAA Jerman Program Studi Sastra Minangkabau

Gambar 3. Sertifikat akreditasi internasional FIBAA Jerman Program Studi Sastra Inggris

 

Mahasiswa Sastra Jepang FIB Unand Raih Juara 1 Umum Digital Poster di Bunkasai XIII UNP

Gambar 1. Arya Alghifari, Mahasiswa Sastra Jepang FIB Unand raih Juara 1 Umum lomba Digital Poster Bunkasai XIII UNP

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas kembali mencatatkan prestasi membanggakan melalui capaian mahasiswa di tingkat regional. Mahasiswa Program Studi Sastra Jepang FIB Unand berhasil meraih Juara 1 Umum dalam lomba Digital Poster pada kegiatan Bunkasai XIII yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Padang.

Kegiatan Bunkasai XIII yang mengusung tema “Hagyou no Ishizue” ini dilaksanakan pada 11–12 April 2026, dengan pengumuman pemenang dilakukan pada acara puncak tanggal 12 April 2026. Ajang ini menjadi ruang kompetisi sekaligus apresiasi kreativitas mahasiswa dalam mengolah ide, estetika visual, serta pemahaman budaya Jepang dalam bentuk karya digital.

Mahasiswa FIB Unand yang berhasil meraih prestasi tersebut adalah Arya Alghifari, yang tampil unggul melalui karya poster digital yang dinilai memiliki kekuatan konsep, kreativitas visual, serta relevansi dengan tema yang diangkat.

Secara konseptual, lomba digital poster dalam Bunkasai XIII menuntut peserta untuk mampu mengintegrasikan unsur budaya, komunikasi visual, serta pesan tematik yang kuat. Keberhasilan ini menunjukkan kemampuan mahasiswa FIB Unand dalam mengaplikasikan pengetahuan akademik ke dalam karya kreatif yang kompetitif.

Dalam keterangannya, Arya Alghifari menyampaikan bahwa prestasi ini merupakan hasil dari proses eksplorasi ide dan pemahaman terhadap tema yang diberikan. “Saya berusaha mengangkat makna dari tema Hagyou no Ishizue ke dalam visual yang komunikatif dan memiliki pesan yang kuat. Kemenangan ini menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kreativitas dan kemampuan di bidang desain visual,” ujarnya.

Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, turut mengapresiasi capaian tersebut sebagai bagian dari penguatan kompetensi mahasiswa di bidang humaniora dan kreativitas. “Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa FIB Unand tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu berkompetisi dalam ranah kreatif. Ini menjadi bukti bahwa pembelajaran di bidang humaniora dapat menghasilkan karya yang relevan dan berdaya saing,” ungkap Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum.

Lebih lanjut, capaian ini mencerminkan integrasi antara pemahaman budaya, keterampilan komunikasi visual, serta kreativitas yang menjadi bagian penting dalam pengembangan kompetensi mahasiswa di era global.

Melalui prestasi ini, FIB Unand kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong mahasiswa untuk aktif berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Partisipasi dalam ajang seperti Bunkasai XIII diharapkan dapat terus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi, memperluas jejaring, serta membawa nama baik institusi di tingkat yang lebih luas. 

Dekan FIB Unand: Perguruan Tinggi Kunci Pemajuan Budaya Minangkabau

Gambar 1. Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum. menghadiri forum perangkat daerah Provinsi Sumatera Barat di Bukittinggi

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand) menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam pemajuan kebudayaan daerah melalui partisipasi aktif dalam Forum Perangkat Daerah bertajuk “Merawat Tradisi, Menjaga Jati Diri” yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat pada 13–14 April 2026 di Istana Bung Hatta, Bukittinggi.

Kegiatan ini menjadi ruang strategis dalam merumuskan arah kebijakan pemajuan kebudayaan daerah, khususnya dalam konteks pelestarian dan penguatan identitas budaya Minangkabau di tengah dinamika global.

Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, yang hadir bersama Manajer Bidang I Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum., menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendukung pemajuan kebudayaan sebagai bagian integral dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam menjaga dan mengembangkan kebudayaan. Kontribusi akademisi diperlukan untuk memperkuat arah kebijakan kebudayaan yang lebih komprehensif dan berbasis kajian ilmiah,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum.

Ia menilai bahwa upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Kebudayaan telah berjalan dengan baik secara substansial. Namun demikian, masih diperlukan penguatan dalam aspek diseminasi informasi serta pemahaman yang lebih utuh mengenai konsep pemajuan kebudayaan di masyarakat.  

Lebih lanjut, Prof. Ike Revita, S.S., M.Hum. menekankan bahwa pemajuan kebudayaan harus diarahkan secara strategis kepada generasi muda sebagai pewaris nilai-nilai budaya. “Penanaman nilai-nilai kearifan lokal kepada generasi muda menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan identitas budaya Minangkabau di tengah arus globalisasi,” tambahnya.

Dalam forum tersebut, ia juga menyoroti tantangan keterbatasan anggaran dalam pelaksanaan program kebudayaan. Menurutnya, kendala tersebut dapat diatasi melalui penguatan kolaborasi antar pemangku kepentingan. “Keterbatasan anggaran bukanlah hambatan utama. Melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi, berbagai program kebudayaan dapat dioptimalkan secara lebih efektif. Kuncinya adalah kemauan dan sinergi bersama,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat, Syaiful Bahri, S.P., M.M., menyampaikan bahwa forum ini merupakan bagian dari proses perencanaan program kebudayaan tahun 2027 yang berfokus pada penguatan kolaborasi lintas sektor. “Forum ini menjadi langkah awal dalam menyusun perencanaan kebudayaan yang lebih terarah, terintegrasi, serta berbasis kolaborasi antar berbagai pihak,” ungkapnya.

Rangkaian kegiatan forum juga diisi dengan diskusi interaktif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan pemerintah daerah, akademisi, serta praktisi budaya. Diskusi tersebut membahas tantangan, peluang, serta strategi dalam pemajuan kebudayaan daerah secara berkelanjutan.

Melalui partisipasi dalam forum ini, FIB Unand menegaskan komitmennya sebagai institusi akademik yang tidak hanya berperan dalam pengembangan keilmuan humaniora, tetapi juga aktif dalam merumuskan dan mengawal arah kebijakan kebudayaan. Sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat upaya pelestarian tradisi sekaligus menjaga jati diri budaya Minangkabau di tingkat lokal maupun global.

Gambar 2. Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum. menghadiri forum perangkat daerah Provinsi Sumatera Barat di Bukittinggi