FIB Unand Gelar Workshop Pengembangan RPS OBE dan Modul Pembelajaran untuk Penguatan Kurikulum

Gambar 1. Ir. Jonrinaldi, Ph.D., IPU, ESLog selaku narasumber utama bersama Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP dan Ketua Program Studi Sejarah, Dr. Zulqaiyyim, M.Hum.

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand) menyelenggarakan Workshop Pengembangan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dan Modul Pembelajaran Berbasis Outcome-Based Education (OBE) pada Senin, 2 Februari 2026, bertempat di Ruang Sidang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas. Kegiatan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman dosen terhadap penyusunan kurikulum dan perangkat pembelajaran yang berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan secara sistematis dan terukur.

Workshop dibuka secara resmi oleh Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, dan dihadiri oleh Wakil Dekan I Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D., Manajer Bidang I Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum., Ketua Program Studi Ilmu Sejarah Dr. Zulqaiyyim, M.Hum., Ketua Program Studi Arkeologi Prof. Dr. Herwandi, M.Hum., serta dosen dan mahasiswa Program Studi Ilmu Sejarah dan Arkeologi di lingkungan FIB Unand.

Dalam sambutannya, Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP menegaskan bahwa penguatan kurikulum berbasis OBE merupakan bagian penting dari upaya penjaminan mutu akademik fakultas. Menurutnya, OBE menuntut keterpaduan antara capaian pembelajaran lulusan, strategi pembelajaran, serta sistem asesmen yang dirancang secara konsisten dan berkelanjutan. “Workshop ini menjadi ruang refleksi dan penyelarasan agar RPS dan modul pembelajaran benar-benar mampu mengarahkan mahasiswa mencapai kompetensi yang ditetapkan. Kurikulum tidak hanya dokumen administratif, tetapi peta akademik yang menentukan kualitas lulusan,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP.

Workshop menghadirkan Ir. Jonrinaldi, Ph.D., IPU, ESLog sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan prinsip dasar Outcome-Based Education, mulai dari siklus Plan–Do–Check–Act, konsep constructive alignment, hingga tahapan perancangan kurikulum dan pembelajaran. Narasumber menekankan pentingnya keterkaitan yang jelas antara Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), metode pembelajaran, serta instrumen dan rubrik penilaian yang valid, reliabel, dan adil.

Lebih lanjut, materi workshop juga mengulas secara rinci proses pengembangan RPS berbasis Project-Based Learning (PjBL) dan Case-Based Method (CBM), termasuk penyusunan modul pembelajaran, pemetaan aktivitas mahasiswa, serta perancangan asesmen yang menekankan pencapaian kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Pendekatan ini dipandang relevan untuk mendukung kebijakan Merdeka Belajar, Kampus Merdeka dan standar nasional pendidikan tinggi.

Ketua Prodi Sejarah, Dr. Zulqaiyyim, M.Hum. yang turut terlibat dalam sesi diskusi, menyampaikan bahwa pendalaman kurikulum OBE perlu dipahami tidak hanya sebagai tuntutan regulasi, tetapi sebagai kebutuhan akademik untuk meningkatkan kualitas proses belajar-mengajar. Menurutnya, penyelarasan RPS dan modul pembelajaran akan berdampak langsung pada pengalaman belajar mahasiswa dan ketercapaian profil lulusan.

Melalui workshop ini, FIB Unand berharap dosen memiliki pemahaman yang lebih komprehensif dalam menyusun perangkat pembelajaran yang terstruktur, kontekstual, dan berorientasi pada capaian. Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen FIB Unand dalam menjaga mutu pendidikan humaniora melalui pengembangan kurikulum yang adaptif, akuntabel, dan berkelanjutan.

Gambar 2. Foto bersama semua peserta Workshop Pengembangan RPS OBE dan Modul Pembelajaran untuk Penguatan Kurikulum

Humas FIB Unand: Siti Awal Syaravina, S.Hum., M.Li. 

Kunjungan Akademik Ibaraki University Jepang ke FIB Unand Pertegas Kolaborasi Pendidikan Lintas Negara

Gambar 1. Kunjungan dan diskusi akademik bersama Dosen dan Mahasiswa Ibaraki University Jepang

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand) menerima kunjungan akademik dari Ibaraki University, Jepang, dalam kegiatan Kunjungan dan Diskusi Akademik Bersama Dosen dan Mahasiswa Ibaraki University yang diselenggarakan pada Selasa, 27 Januari 2026, bertempat di Ruang Sidang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan kerja sama internasional yang telah terjalin, khususnya melalui program student exchange dan credit earning mahasiswa Program Studi Sastra Jepang FIB Unand pada tahun-tahun sebelumnya.

Kunjungan ini dihadiri oleh profesor, dosen, serta sejumlah mahasiswa doktoral (S3) dari Ibaraki University. Dari pihak FIB Unand, kegiatan dihadiri oleh Dekan FIB Unand Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP; Wakil Dekan I Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D.; Wakil Dekan II Alex Darmawan, S.S., M.A.; Manajer Bidang I Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum.; Manajer Bidang II Adrianis, S.S., M.A.; dan Ketua Program Studi Sastra Jepang Dr. Rima Devi, S.S., M.Si.; serta dosen dan mahasiswa di lingkungan FIB Unand.  

Acara dibuka secara resmi oleh Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP dan dilanjutkan dengan penayangan video profil fakultas sebagai pengantar pengenalan institusi. Dalam sambutannya, Dekan FIB Unand menegaskan bahwa kunjungan akademik ini merupakan wujud nyata kesinambungan kerja sama internasional yang telah memberi dampak langsung bagi pengembangan akademik mahasiswa dan dosen. “Kolaborasi dengan Ibaraki University tidak berhenti pada program pertukaran mahasiswa semata, tetapi berkembang menjadi ruang dialog akademik yang saling memperkaya. Kegiatan ini menunjukkan bahwa internasionalisasi FIB Unand dibangun melalui relasi akademik yang berkelanjutan dan bermakna,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP. 

Gambar 2. Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP membuka secara resmi kegiatan diskusi akademik bersama Dosen dan Mahasiswa Ibaraki University Jepang

Memasuki acara inti, diskusi akademik dan sesi tanya jawab berlangsung secara interaktif dengan melibatkan dosen dan mahasiswa Ibaraki University serta sivitas akademika FIB Unand. Diskusi dipandu oleh Zulprianto, S.S., M.A. selaku moderator yang mengarahkan perbincangan pada pengalaman akademik lintas negara, dinamika pembelajaran bahasa dan budaya Jepang, serta peluang kolaborasi riset dan pendidikan di masa mendatang.

Dalam rangkaian diskusi tersebut, turut ditampilkan pemaparan pengenalan program studi oleh Ketua Program Studi Sastra Jepang, Dr. Rima Devi, S.S., M.Si., serta penjelasan aktivitas kemahasiswaan oleh perwakilan Himpunan Mahasiswa Sastra Jepang. Perwakilan dari Ibaraki University juga menyampaikan pandangan dan harapan terhadap kelanjutan kerja sama akademik antara kedua institusi.

Selain diskusi akademik, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke Program Studi Sastra Jepang dan produksi konten Podcast FIB Unand yang dipandu oleh Dr. Rima Devi, S.S., M.Si. Hal ini menjadi sarana diseminasi pengalaman internasional dan praktik akademik lintas budaya kepada publik yang lebih luas. Kegiatan ditutup dengan kunjungan lanjutan ke Balairuang bersama Bengkel Seni Tradisional Minangkabau (BSTM) yang dipandu oleh Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. Mahasiswa dan dosen dari Ibaraki University mencoba berbagai alat musik tradisional Minangkabau. Hal ini menciptakan pengalaman luar biasa dan hubungan komunikasi antar kedua lembaga. 

Gambar 3. Kunjungan mahasiswa Iabaraki University ke Balairuang bersama Bengkel Seni Tradisional Minangkabau (BSTM)

Melalui kegiatan ini, FIB Unand menegaskan komitmennya dalam mengembangkan atmosfer akademik yang terbuka, inklusif, dan berorientasi global. Kunjungan dan diskusi akademik bersama Ibaraki University diharapkan menjadi fondasi bagi penguatan kerja sama pendidikan, penelitian, dan pertukaran budaya yang berkelanjutan di masa depan.

Humas FIB Unand Siti Awal Syaravina, S.Hum., M.Li. 

 

Dekan FIB Unand Jajaki Kerja Sama Pendidikan dengan SMA Negeri 1 Batipuh dan SMA Negeri 3 Batusangkar

Gambar 1. Kunjungan pimpinan FIB Unand yang dipimpin oleh Dekan, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP ke SMA Negeri 1 Batipuh

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas melaksanakan kunjungan akademik dan silaturahmi ke SMA Negeri 1 Batipuh dan SMA Negeri 3 Batusangkar pada Jumat, 23 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya FIB Unand untuk memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan sekolah menengah atas, sekaligus memperluas akses informasi pendidikan tinggi bagi siswa.

Kunjungan dipimpin langsung oleh Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, bersama Wakil Dekan I, Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D., Wakil Dekan II, Alex Darmawan, S.S., M.A., serta Manajer Bidang I, Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. Kehadiran jajaran pimpinan fakultas ini mencerminkan komitmen institusi dalam membangun kolaborasi pendidikan yang berkelanjutan sejak jenjang sekolah menengah.

Di SMA Negeri 1 Batipuh, pertemuan difokuskan pada sosialisasi dunia perguruan tinggi dan pengenalan program studi yang ada di FIB Unand. Dalam diskusi, pihak sekolah menyampaikan tingginya minat siswa terhadap Program Studi Sastra Jepang dan Sastra Inggris, yang selaras dengan mata pelajaran bahasa asing yang telah diajarkan di sekolah. Selain itu, pertemuan juga membahas peluang implementasi Program Magang Mahasiswa Berdampak, khususnya melalui skema asistensi mengajar, di mana mahasiswa FIB Unand berkesempatan mengajar selama satu semester di SMA.

Sebagai tindak lanjut, SMA Negeri 1 Batipuh menyatakan kesepakatan awal untuk melanjutkan kerja sama melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang direncanakan akan dilaksanakan di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas. Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi fondasi sinergi jangka panjang dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan dan pengembangan potensi siswa. 

Gambar 2. Kunjungan pimpinan FIB Unand yang dipimpin oleh Dekan, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP ke SMA Negeri 3 Batusangkar

Agenda silaturahmi kemudian dilanjutkan ke SMA Negeri 3 Batusangkar. Pada pertemuan ini, dialog difokuskan pada upaya mendekatkan siswa dengan atmosfer akademik perguruan tinggi. Pihak sekolah menyampaikan harapan agar dosen FIB Unand dapat hadir langsung di sekolah untuk berbagi pengalaman akademik, wawasan keilmuan, serta motivasi melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Menanggapi hal tersebut, FIB Unand membuka peluang kerja sama yang lebih konkret melalui kegiatan dosen tamu, kuliah inspiratif, dan program pendampingan akademik. SMA Negeri 3 Batusangkar juga menyatakan rencana untuk menindaklanjuti pertemuan ini melalui penandatanganan kerja sama resmi yang akan diselenggarakan di FIB Unand.

Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, menegaskan bahwa kunjungan akademik ini merupakan bagian dari peran perguruan tinggi dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkesinambungan. “FIB Unand memandang sekolah menengah sebagai mitra strategis dalam menyiapkan generasi muda yang kritis dan siap memasuki pendidikan tinggi. Melalui kunjungan dan dialog langsung seperti ini, kami berharap siswa memperoleh gambaran yang utuh tentang dunia perguruan tinggi sekaligus melihat peluang pengembangan diri di bidang bahasa, sastra, dan budaya,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP.

Lebih lanjut, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP menambahkan bahwa kerja sama antara sekolah dan perguruan tinggi tidak hanya berhenti pada sosialisasi, tetapi perlu diwujudkan dalam program-program nyata yang memberi manfaat langsung bagi siswa dan mahasiswa. “Kolaborasi melalui asistensi mengajar, dosen tamu, dan kegiatan akademik bersama merupakan langkah konkret untuk memperkuat kualitas pembelajaran dan menumbuhkan semangat belajar sejak dini,” tambahnya.

Melalui rangkaian kunjungan ke SMA Negeri 1 Batipuh dan SMA Negeri 3 Batusangkar ini, FIB Unand menegaskan komitmennya dalam mendukung pendidikan berkelanjutan, memperluas jejaring akademik, serta berkontribusi aktif dalam menyiapkan generasi muda yang siap melanjutkan pendidikan tinggi dan berperan di tengah masyarakat.

Humas FIB Unand Siti Awal Syaravina, S.Hum., M.Li.

 

Pimpinan FIB Unand Hadiri Peresmian Museum Mohammad Sjafei di INS Kayutanam

Gambar 1. Pimpinan FIB Unand bersama Bapak Syaiful Bahri, S.P., M.M., Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat menghadiri peresmian Museum Mohammad Sjafei di INS Kayutanam

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas turut ambil bagian dalam kegiatan aktivasi dan peresmian Museum Mohammad Sjafei INS Kayutanam yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia pada Jumat, 23 Januari 2026, bertempat di INS Kayutanam, Kabupaten Padang Pariaman. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan pelestarian sejarah pendidikan dan kebudayaan nasional, khususnya warisan pemikiran Mohammad Sjafei sebagai tokoh pendidikan progresif Indonesia.

Dalam kegiatan tersebut, FIB Unand diwakili oleh Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, yang hadir bersama Wakil Dekan I, Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D., Wakil Dekan II, Alex Darmawan, S.S., M.A., serta Manajer Bidang I, Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. Kehadiran jajaran pimpinan fakultas ini menegaskan komitmen FIB Unand dalam mendukung inisiatif pelestarian sejarah, kebudayaan, dan pendidikan sebagai bagian integral dari kajian humaniora.

Museum Mohammad Sjafei INS Kayutanam diresmikan secara langsung oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. Fadli Zon, M.Sc. sebagai simbol penguatan peran museum dalam menjaga dan menghidupkan kembali memori kolektif bangsa. Peresmian ini menjadi momentum penting untuk menghadirkan kembali narasi sejarah pendidikan Indonesia yang menekankan kemandirian berpikir, pembentukan karakter, serta integrasi nilai budaya dalam sistem pendidikan.

Kegiatan peresmian ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan, di antaranya Prof. Dr. H. Fasli Jalal, Ph.D., tokoh pendidikan nasional dan mantan Wakil Menteri Pendidikan Republik Indonesia, serta Bapak Syaiful Bahri, S.P., M.M., Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat. Kehadiran para tokoh tersebut memperkuat pesan bahwa museum pendidikan memiliki peran strategis sebagai pusat edukasi budaya yang relevan bagi generasi masa kini dan mendatang.

Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, menyampaikan bahwa keberadaan museum pendidikan memiliki relevansi akademik yang kuat dengan bidang kajian Fakultas Ilmu Budaya. Menurutnya, museum bukan sekadar ruang arsip, melainkan medium penting dalam merawat ingatan kolektif dan memperkaya pembelajaran humaniora. “Museum Mohammad Sjafei INS Kayutanam merupakan ruang penting untuk membaca kembali sejarah pendidikan Indonesia secara kritis. Bagi FIB Unand, pelestarian sejarah pendidikan adalah bagian dari upaya menjaga kesinambungan nilai, pemikiran, dan praktik kebudayaan dalam konteks akademik,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keterlibatan perguruan tinggi, khususnya fakultas yang bergerak di bidang humaniora sangat diperlukan dalam pengembangan museum sebagai sumber belajar yang hidup. Kehadiran akademisi diharapkan dapat mendorong pemanfaatan museum tidak hanya sebagai ruang pameran, tetapi juga sebagai laboratorium kajian sejarah, budaya, dan pendidikan.

Rangkaian kegiatan peresmian meliputi sambutan resmi, pertunjukan budaya, prosesi peresmian museum secara simbolis, serta kunjungan ke ruang pameran yang menampilkan perjalanan pemikiran dan kontribusi Mohammad Sjafei dalam dunia pendidikan Indonesia. Antusiasme peserta mencerminkan besarnya perhatian terhadap upaya pelestarian sejarah pendidikan sebagai bagian dari pembangunan kebudayaan nasional.

Partisipasi FIB Unand dalam kegiatan ini mencerminkan peran aktif fakultas dalam menjembatani dunia akademik dengan upaya pelestarian warisan budaya dan sejarah bangsa. Melalui dukungan terhadap aktivasi museum pendidikan, FIB Unand menegaskan posisinya sebagai institusi akademik yang tidak hanya berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pemeliharaan nilai-nilai historis dan kultural sebagai fondasi pembangunan intelektual masyarakat.

Humas FIB Unand Siti Awal Syaravina, S.Hum., M.Li. 

Dari Kuliah Umum hingga Podcast, FIB Unand Hadirkan Prof. Dustin Cowell dari USA

Gambar 1. Prof. Dustin Cowell bersama Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, dalam sesi kuliah umum

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand) menyelenggarakan Kuliah Umum bertema Living Phenomena of Arabic Language and the Al-Qur’an bersama Prof. Dustin Cowell, Profesor Bahasa dan Sastra Arab dari University of Wisconsin, Madison, Amerika Serikat, pada Kamis, 22 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Sidang Dekanat Lantai 2 FIB Unand. Kuliah umum dihadiri oleh Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, diikuti oleh Wakil Dekan I, Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D., Wakil Dekan II, Alex Darmawan, S.S., M.A., serta dosen, mahasiswa, dan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Sumatera Barat.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP. Dalam sambutannya, Dekan menegaskan bahwa kuliah umum ini merupakan bagian dari komitmen FIB Unand dalam menghadirkan ruang akademik yang terbuka bagi dialog lintas budaya dan lintas tradisi keilmuan. Kajian bahasa Arab dan Al-Qur’an, menurutnya, tidak hanya relevan dalam konteks religius, tetapi juga penting sebagai objek kajian linguistik, sastra, dan budaya yang hidup serta terus berkembang seiring dinamika masyarakat.

Dalam pemaparannya, Prof. Dustin Cowell menjelaskan bahasa Arab sebagai bahasa yang bersifat dinamis dan memiliki keterkaitan erat dengan teks Al-Qur’an, baik dari aspek linguistik, semantik, maupun sosial-budaya. Ia menekankan bahwa bahasa Arab tidak dapat dipahami secara statis, melainkan harus dilihat sebagai bahasa yang hidup dan senantiasa dipengaruhi oleh konteks sejarah, praktik kebahasaan, serta kondisi sosial penuturnya. Pendekatan ini, menurutnya, membuka ruang analisis yang lebih luas dalam memahami Al-Qur’an sebagai teks yang hadir dan berinteraksi dengan realitas sosial.

Selain kuliah umum, rangkaian kegiatan akademik ini juga dilengkapi dengan produksi konten Podcast FIB Unand dalam episode Ngobras (Ngobrol Santai Seputar Dunia Kampus) bersama Prof. Dustin Cowell. Melalui podcast tersebut, Prof. Dustin Cowell berbagi pengalaman akademiknya, riwayat kunjungan ke Indonesia dan Sumatera Barat, bidang riset yang digelutinya, serta ketertarikannya terhadap bahasa Arab, sastra Arab, dan bahasa Indonesia. Diskusi juga membahas kesan Prof. Dustin Cowell terhadap Indonesia, khususnya Sumatera Barat, sebagai ruang budaya yang kaya dan relevan bagi pengembangan kajian bahasa dan sastra.

Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, menyampaikan bahwa kehadiran Prof. Dustin Cowell, baik dalam forum kuliah umum maupun melalui media podcast kampus, merupakan wujud nyata internasionalisasi atmosfer akademik di lingkungan FIB Unand. “Kegiatan ini memperlihatkan bagaimana kajian bahasa dan sastra mampu melampaui batas geografis, budaya, dan latar belakang personal. FIB Unand memandang kajian bahasa Arab, sastra, dan Al-Qur’an sebagai ruang akademik yang dapat dikaji secara ilmiah, kritis, dan terbuka,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP.  

Ia juga menambahkan bahwa integrasi kuliah umum dengan podcast kampus merupakan strategi FIB Unand dalam memperluas diseminasi ilmu pengetahuan. “Melalui kuliah umum dan podcast Ngobras, diskursus akademik tidak berhenti di ruang kelas, tetapi dapat diakses publik secara lebih luas, terutama generasi muda yang akrab dengan media digital,” tambah Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP.

Gambar 2. Prof. Dustin Cowell menjadi narasumber dalam podcast FIB Unand

Dalam kuliah umum dan sesi podcast, Prof. Dustin Cowell turut menjelaskan latar belakang akademiknya sebagai seorang peneliti bahasa Arab. Ia menyampaikan bahwa ketertarikannya terhadap sastra Arab dan Al-Qur’an tumbuh melalui kajian lintas budaya. Prof. Dustin Cowell, yang berlatar belakang Kristen Lebanon, mengungkapkan bahwa minat akademiknya terhadap bahasa Arab dan tradisi Islam berkembang melalui pembacaan karya-karya intelektual Muslim, termasuk tulisan-tulisan Buya Hamka. “Ketertarikan saya pada sastra Arab dan Al-Qur’an bersifat akademik. Karya-karya Hamka membuka pemahaman tentang bagaimana bahasa, sastra, dan nilai-nilai keislaman berinteraksi dengan konteks sosial dan kemanusiaan,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa Al-Qur’an, dalam perspektif linguistik dan sastra, merupakan teks yang kaya secara makna dan terus hidup dalam praktik bahasa masyarakat. “Sebagai peneliti bahasa, saya melihat Al-Qur’an sebagai fenomena linguistik dan kultural yang kompleks. Pendalaman terhadap maknanya menuntut kehati-hatian metodologis, penghormatan terhadap tradisi, dan keterbukaan intelektual,” jelas Prof. Dustin Cowell.  

Prof. Dustin Cowell juga menyampaikan kesan positifnya terhadap Indonesia, khususnya Sumatera Barat, sebagai wilayah yang memiliki tradisi intelektual kuat dan terbuka terhadap dialog keilmuan serta masyarakatnya yang ramah dan selalu tersenyum. Menurutnya, diskusi akademik yang berlangsung di FIB Unand menunjukkan bahwa kajian bahasa dan sastra dapat berkembang secara kritis sekaligus kontekstual.

Pelaksanaan kuliah umum dan podcast ini menegaskan peran FIB Unand sebagai ruang akademik yang aktif memfasilitasi dialog lintas disiplin dan lintas negara. Melalui kegiatan semacam ini, FIB Unand diharapkan terus berkontribusi dalam pengembangan kajian humaniora yang inklusif, kritis, dan relevan dengan dinamika global.

Humas FIB Unand: Siti Awal Syaravina, S.Hum., M.Li.

Menghantar dengan Doa dan Penghargaan: FIB Unand Melepas Dra. Hj. Armini, M.Hum. ke Masa Purnabakti

Gambar 1. Purnabakti Dra. Hj. Armini, M.Hum., dosen Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas menyelenggarakan acara purnabakti sekaligus perpisahan Dra. Hj. Armini, M.Hum., dosen Program Studi Sastra Indonesia, sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian dan dedikasi beliau selama menjalankan tugas akademik. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 2026, bertempat di Ruang Sidang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas. Acara dihadiri oleh Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP; Wakil Dekan I, Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D.; Wakil Dekan II, Alex Darmawan, S.S., M.A.; Manajer I, Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum.; Kepala Kantor, Dafruddin, S.Pt., M.M.; Ketua Departemen dan Ketua Program Studi, Kepala Seksi, Kepala Unit serta Dosen dan seluruh civitas acadmica di lingkungan FIB Unand.

Acara berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kehangatan, diawali dengan pemutaran video kenang-kenangan, dilanjutkan dengan pembukaan oleh Dekan FIB Unand. Rangkaian kegiatan tersebut mencerminkan penghargaan institusional terhadap perjalanan panjang seorang pendidik yang telah berkontribusi dalam pengembangan keilmuan, pembinaan mahasiswa, dan penguatan tradisi akademik di lingkungan FIB Unand.

Dalam sambutan sekaligus pembukaan acara, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, menyampaikan apresiasi mendalam atas pengabdian Dra. Hj. Armini, M.Hum. Menurutnya, purna bakti bukanlah akhir dari kontribusi seorang akademisi, melainkan penanda atas jejak keilmuan dan keteladanan yang telah ditanamkan dan akan terus hidup dalam institusi. “Ibu Armini tidak hanya bagian dari sejarah Program Studi Sastra Indonesia, tetapi juga bagian dari denyut kehidupan akademik FIB Unand. Ketekunan, kesahajaan, dan konsistensi beliau dalam mengabdi telah menjadi teladan bagi kami semua,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP dalam sambutannya.  

Pada sesi berikutnya, Dra. Hj. Armini, M.Hum. menyampaikan refleksi personal atas perjalanan panjangnya di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas. Dengan nada haru, beliau menyebut FIB Unand sebagai rumah keduanya, tempat bertumbuh, belajar, dan mengabdi. “Bagi saya, FIB bukan sekadar tempat bekerja. FIB adalah rumah kedua saya. Rumah kedua ini tidak kalah penting dari rumah pertama, karena di sinilah saya tumbuh sebagai pendidik, belajar bersama mahasiswa, dan berproses bersama rekan sejawat,” ungkap Dra. Hj. Armini, M.Hum.

Beliau juga mengenang perjalanan panjang selama menjadi bagian dari FIB Unand sebagai pengalaman yang sarat makna, baik dalam suka maupun duka. Menurutnya, kebersamaan dengan civitas academica telah membentuk ikatan emosional yang kuat dan tidak akan terputus oleh masa purnabakti.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pemberian cenderamata oleh Dekan dan Dharmawanita FIB Unand kepada Dra. Hj. Armini, M.Hum. sebagai simbol penghargaan institusi. Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan makan bersama, yang semakin menguatkan nuansa kebersamaan dalam momen perpisahan tersebut.  

Gambar 2. Foto bersama Dra. Hj. Armini, M.Hum. dengan seluruh civitas academica FIB Unand

Melalui kegiatan purna bakti ini, FIB Unand menegaskan komitmennya untuk senantiasa menghargai pengabdian dosen sebagai pilar utama dalam pembangunan akademik dan kemanusiaan. Jejak ilmu, nilai, dan keteladanan Dra. Hj. Armini, M.Hum. diharapkan terus menjadi suluh bagi generasi penerus di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas.

Humas FIB Unand: Siti Awal Syaravina, S.Hum., M.Li.