FIB Unand dan Fakultas Sastra Universitas Pamulang Teken Kerja Sama Akademik

Gambar 1. Penandatanganan Kerja Sama antara Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas dengan Fakultas Sastra Universitas Pamulang (UNPAM)

Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas resmi menjalin kerja sama akademik dengan Fakultas Sastra Universitas Pamulang (UNPAM), Banten, melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Implementation Agreement (IA), yang dilaksanakan di lingkungan Fakultas Sastra Universitas Pamulang pada hari Senin, 15 Desember 2025.  

Penandatanganan kerja sama ini dilakukan langsung oleh Dekan FIB Universitas Andalas, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum. CRP, dan Dekan Fakultas Sastra Universitas Pamulang, Tryana, S.S., M.A. Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi antarfakultas di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Selain PKS tingkat fakultas, kegiatan ini juga diikuti dengan penandatanganan Implementation Agreement (IA) antara Program Studi Sastra Inggris dan Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Sastra UNPAM dengan seluruh program studi di FIB Universitas Andalas, meliputi Program Studi Sarjana Sastra Inggris, Sastra Minangkabau, Sastra Jepang, Sastra Indonesia, dan Ilmu Sejarah; Program Studi Magister Linguistik, Susastra, Kajian Sejarah, dan Kajian Budaya; Program Studi Doktor Linguistik.  

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum. CRP menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan wujud komitmen FIB Unand untuk memperluas jejaring akademik nasional serta mendorong kolaborasi yang lebih konkret antarprogram studi.

“Kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi harus diikuti dengan implementasi nyata melalui kegiatan bersama, seperti riset kolaboratif, pertukaran dosen dan mahasiswa, seminar, serta publikasi ilmiah,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum. CRP.

Sementara itu, Dekan Fakultas Sastra Universitas Pamulang, Tryana, S.S., M.A., menyambut baik kerja sama ini dan berharap sinergi antara kedua institusi dapat memberikan manfaat langsung bagi dosen dan mahasiswa.

Melalui kerja sama ini, FIB Universitas Andalas dan Fakultas Sastra Universitas Pamulang berkomitmen untuk memperkuat kualitas akademik dan meningkatkan kontribusi keilmuan di bidang bahasa, sastra, dan budaya, baik di tingkat nasional maupun internasional.

 

 

Dekan FIB Unand jadi Narasumber Academic Talk di Universitas Pamulang Bahas Drama Pragmatik Media Sosial

Gambar 1. Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum. CRP, menjadi narasumber dalam kegiatan Academic Talk yang diselenggarakan oleh Fakultas Sastra Universitas Pamulang

Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum. CRP, menjadi narasumber dalam kegiatan Academic Talk yang diselenggarakan oleh Fakultas Sastra Universitas Pamulang, Banten, Senin (15/12/2025). Kegiatan ini mengangkat tema “Drama Pragmatik di Media Sosial: Dari Pujian hingga Konflik Digital” dan dihadiri oleh dosen serta mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Pamulang.

Acara dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Sastra Universitas Pamulang, Tryana, S.S., M.A., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya literasi linguistik dan pragmatik dalam memahami dinamika komunikasi di era digital. Menurutnya, media sosial telah menjadi ruang interaksi yang sangat kompleks, sehingga memerlukan pendekatan ilmiah agar masyarakat tidak terjebak dalam konflik komunikasi yang berulang.

Dalam paparannya, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP mengulas bagaimana pendekatan pragmatik dapat digunakan untuk membaca fenomena komunikasi di media sosial, mulai dari ujaran pujian, sindiran, ironi, hingga konflik digital yang kerap berujung pada kesalahpahaman dan polarisasi. Ia menegaskan bahwa bahasa di media sosial tidak pernah netral karena selalu membawa konteks, maksud penutur, serta relasi kekuasaan.

“Banyak konflik digital sebenarnya bukan disebabkan oleh isi pesan semata, tetapi oleh kegagalan memahami konteks, implikatur, dan strategi berbahasa yang digunakan penutur,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP. Ia juga mencontohkan bagaimana satu ujaran pujian dapat berubah menjadi sindiran atau bahkan serangan wajah (face-threatening acts) ketika dilepaskan dari konteks sosial dan budaya.

Kegiatan ini berlangsung interaktif dengan sesi diskusi yang melibatkan dosen dan mahasiswa. Berbagai pertanyaan muncul terkait etika berbahasa di media sosial, peran akademisi dalam edukasi publik, serta tantangan pragmatik di tengah budaya digital yang serba cepat dan emosional.

Partisipasi Dekan FIB Unand sebagai narasumber dalam kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan jejaring akademik antarperguruan tinggi serta kontribusi FIB Unand dalam pengembangan kajian linguistik, khususnya pragmatik, di ranah komunikasi digital. 

 

 

Prof. Dr. Nadra, M.S. Terima Penghargaan Pelestarian dan Pengembangan Bahasa Daerah dari Balai Bahasa Sumatera Barat

Gambar 1. Prof. Dr. Nadra, M.S. menerima penghargaan atas kontribusi dan dedikasinya dalam pelestarian serta pengembangan bahasa Indonesia dan bahasa daerah dari Balai Bahasa Sumatera Barat

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas kembali menorehkan capaian membanggakan melalui salah seorang dosen terbaiknya. Prof. Dr. Nadra, M.S., dosen Program Studi Sastra Indonesia, menerima penghargaan atas kontribusi dan dedikasinya dalam pelestarian serta pengembangan bahasa Indonesia dan bahasa daerah dari Balai Bahasa Sumatera Barat. Penganugerahan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 11 Desember 2025, bertempat di Aula Hamka, dan dihadiri oleh perwakilan Balai Bahasa Sumatera Barat, akademisi, peneliti kebahasaan, serta undangan dari berbagai institusi pendidikan dan kebudayaan.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi Prof. Dr. Nadra, M.S. dalam penelitian kebahasaan, khususnya pemetaan bahasa-bahasa daerah di Indonesia. Sejak tahun 2006, Prof. Dr. Nadra, M.S. secara aktif terlibat dalam penelitian pemetaan bahasa daerah di Indonesia, sebuah program strategis nasional yang bertujuan mendokumentasikan, mengklasifikasikan, dan memetakan keragaman bahasa daerah sebagai bagian dari kekayaan linguistik Nusantara. Hasil penelitian tersebut telah terdokumentasi dalam berbagai publikasi ilmiah, termasuk buku bahasa dan peta bahasa di Indonesia yang menjadi rujukan penting dalam kajian linguistik dan kebijakan kebahasaan.

Dalam pelaksanaan pemetaan bahasa daerah, Prof. Dr. Nadra, M.S. tergabung dalam tim pakar nasional yang berjumlah empat orang, yakni Prof. Dr. Multamia, Prof. Danawati, Prof. Kisyani, dan Prof. Dr. Nadra, M.S. Tim ini tidak hanya melakukan penelitian lapangan, tetapi juga berperan sebagai narasumber dan pelatih bagi pegawai Balai Bahasa dan Badan Bahasa di seluruh Indonesia, guna memastikan metodologi pemetaan bahasa dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan.

Prof. Dr. Nadra, M.S. dipilih sebagai penerima penghargaan karena dinilai konsisten dan berkelanjutan dalam menjalankan penelitian pemetaan bahasa daerah selama puluhan tahun. Kekhususan kajian beliau terletak pada variasi-variasi bahasa Minangkabau, termasuk perubahan, pergeseran, serta dinamika penggunaan bahasa di berbagai wilayah Sumatera Barat.

Gambar 2. Prof. Dr. Nadra, M.S. bersama penerima penghargaan lainnya

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Nadra, M.S. menyoroti fenomena penurunan penggunaan bahasa Minangkabau, terutama di kawasan perkotaan. Ia menilai bahwa generasi muda saat ini cenderung lebih sering menggunakan bahasa Melayu Jakarta atau ragam bahasa populer lainnya dalam komunikasi sehari-hari. “Bahasa Minangkabau, khususnya di kota-kota, mengalami penurunan penggunaan. Banyak anak muda yang tidak lagi menggunakan bahasa daerahnya secara aktif. Ini menjadi tantangan serius dalam upaya pelestarian bahasa,” ujar Prof. Dr. Nadra, M.S.

Dari berbagai penelitian yang telah dilakukan, salah satu kajian yang paling berkesan bagi Prof. Dr. Nadra, M.S. adalah penelitian mengenai asal-usul bahasa dan wilayah awal permukiman masyarakat Minangkabau di Sumatera Barat, yang secara linguistik menunjukkan bahwa daerah Lima Puluh Kota, khususnya Mahath, Mungka, dan sekitarnya, merupakan kawasan awal persebaran bahasa Minangkabau. Penelitian ini didasarkan pada bukti sebaran bahasa dan analisis Linguistik historis, serta telah memperoleh penghargaan tersendiri di tingkat nasional.

Selain itu, Prof. Dr. Nadra, M.S. juga pernah mengkaji arah migrasi masyarakat Minangkabau, yang menunjukkan keterkaitan erat antara pergerakan penduduk, perkembangan bahasa, dan pembentukan identitas budaya. Kajian-kajian tersebut memperkuat posisi linguistik sebagai disiplin ilmu yang berkontribusi langsung pada pemahaman sejarah dan kebudayaan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. Nadra, M.S. juga menyampaikan pesan reflektif mengenai pentingnya kesadaran berbahasa, terutama bagi generasi muda. “Kita harus menghargai bahasa kita sendiri. Jika kita tidak menghargainya, jangan berharap orang lain akan menghargai bahasa kita. Penggunaan bahasa harus disesuaikan dengan situasi, kondisi, dan ranahnya masing-masing,” tegasnya.

Lebih lanjut, Prof. Dr. Nadra, M.S. berharap agar program pemetaan bahasa daerah dapat terus berlanjut sebagai upaya strategis dalam menjaga keberagaman linguistik Indonesia, sekaligus sebagai dasar perumusan kebijakan pelindungan bahasa daerah di masa depan. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas dedikasi Prof. Dr. Nadra, M.S. tidak hanya sebagai akademisi, tetapi juga sebagai penjaga warisan linguistik dan budaya bangsa.

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas menilai capaian ini sejalan dengan komitmen fakultas dalam mendukung riset kebahasaan, pelestarian budaya, serta penguatan peran akademisi dalam pembangunan kebudayaan nasional.

Humas FIB Unand Siti Awal Syaravina 

FIB Unand Sambut Kasi Umum Baru, Perkuat Layanan Tata Kelola Fakultas

Gambar 1. Penyambutan Kepala Seksi (Kasi) Umum yang baru, Rahmat Kurniawan, S.Kom. di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas melaksanakan prosesi penyambutan Kepala Seksi (Kasi) Umum yang baru, Rahmat Kurniawan, S.Kom., pada Selasa, 9 Desember 2025, bertempat di Ruang Pertemuan Dekan FIB Unand. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi serta pengenalan jajaran pimpinan fakultas kepada pejabat baru yang akan menjalankan tugas di unit tata usaha FIB Unand.

Kasi Umum yang baru, Rahmat Kurniawan, S.Kom., menggantikan pejabat sebelumnya Taufik, S.Kom., M.I.Kom. Prosesi penyambutan dipimpin langsung oleh Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, dan turut dihadiri oleh Wakil Dekan I, Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D.; Wakil Dekan II, Alex Darmawan, S.S., M.A.; Manajer Bidang I, Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum.; Manajer Bidang II, Adrianis, S.S., M.A.; serta Kepala Kantor FIB Unand, Dafruddin, S.Pt., M.M.

Penyambutan ini menjadi bagian penting dalam memastikan kelancaran transisi tugas dan penguatan tata kelola administrasi di lingkungan FIB. Melalui kegiatan ini, Rahmat Kurniawan, S.Kom. diperkenalkan secara resmi kepada seluruh jajaran pimpinan, sekaligus menyampaikan komitmennya untuk mendukung peningkatan kualitas layanan administrasi fakultas.

Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, menyampaikan bahwa pergantian pejabat merupakan proses wajar dalam dinamika institusi, sekaligus peluang untuk memperkuat sistem kerja. “Kami berharap Kasi Umum yang baru dapat beradaptasi dengan cepat dan berkontribusi pada penguatan layanan administrasi fakultas. Tata kelola yang baik menjadi fondasi utama dalam mendukung kegiatan akademik dan nonakademik di FIB Unand,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP.

Wakil Dekan I, Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D., juga menyampaikan dukungan terhadap Kasi Umum yang baru. “Sinergi antarpimpinan dan unit administrasi sangat menentukan keberhasilan layanan akademik. Kami segenap keluarga besar FIB Unand mengucapkan selamat datang pada keluarga baru kami dan selamat menjalankan tugas di sini,” ungkap Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D.

Kasi Umum FIB Unand yang baru, Rahmat Kurniawan, S.Kom., menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan. “Terima kasih atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan. Saya siap bekerja sama dan berkontribusi dalam memperkuat layanan administrasi di FIB Unand,” ujar Rahmat Kurniawan, S.Kom.

Seluruh jajaran pimpinan menyampaikan apresiasi atas pengabdian Kasi Umum sebelumnya, Taufik, S.Kom., M.I.Kom., serta mengucapkan selamat bertugas kepada Rahmat Kurniawan, S.Kom. Dengan hadirnya Kasi Umum yang baru, fakultas berharap koordinasi internal semakin solid dan pelayanan administrasi semakin efektif.

Kegiatan ini diakhiri dengan diskusi ringan terkait mekanisme kerja, penyesuaian tugas, serta langkah awal koordinasi antara Kasi Umum baru dengan pimpinan fakultas dan unit terkait.

Humas FIB Unand: Siti Awal Syaravina

 

 

FIB Unand Salurkan Bantuan Tanggap Bencana ke Pesisir Selatan

Gambar 1. Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas melaksanakan penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Pesisir Selatan

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas melaksanakan penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Pesisir Selatan pada hari Sabtu, 6 November 2025. Bencana banjir dan tanah longsor yang dipicu oleh curah hujan yang tinggi mengakibatkan rusaknya jalan, terendamnya pemukiman serta menghanyutkan sedikitnya tiga unit rumah di beberapa nagari. Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, dampak kerusakan material cukup signifikan dan menghambat aktivitas warga.

Kegiatan tanggap bencana ini dipimpin oleh Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, didampingi oleh Wakil Dekan I, Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D., Wakil Dekan II, Alex Darmawan, S.S., M.A., serta Manajer Bidang I, Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. Tim juga melibatkan sejumlah dosen, tenaga kependidikan, serta perwakilan ORMAWA dan relawan mahasiswa FIB Unand.

Penyaluran bantuan dilakukan di tiga titik lokasi terdampak, yaitu Nagari Pancuang Taba, Nagari Dilan, dan Nagari Muaro Aia di Kecamatan Bayang Utara. Bantuan terdiri atas sembako, pakaian layak pakai, perlengkapan kebutuhan dasar, dan donasi logistik lainnya. Kondisi infrastruktur menuju lokasi cukup memprihatinkan. Sejumlah akses jalan terputus akibat longsor, dipenuhi material kayu dan lumpur, serta membutuhkan pendampingan aparat nagari untuk memastikan jalur aman dilalui.  

Tim FIB Unand melakukan perjalanan darat dan turun langsung mendistribusikan bantuan ke rumah-rumah warga, posko, dan titik pengungsian darurat. Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian institusi terhadap masyarakat yang mengalami bencana. “Bencana ini tidak hanya merusak fisik permukiman, tetapi juga mengguncang kehidupan sosial warga. Kehadiran kampus di tengah masyarakat merupakan tanggung jawab moral sekaligus bentuk solidaritas,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP

Gambar 2.  Penyerahan bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Pesisir Selatan

Sementara itu, perwakilan nagari setempat menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Mereka menegaskan bahwa situasi pascabencana membutuhkan dukungan dari banyak pihak, terutama untuk memenuhi kebutuhan dasar warga dan mempercepat pemulihan kondisi sosial.

Sepanjang kegiatan, relawan mahasiswa dan dosen membantu proses pemindahan logistik, asesmen kondisi lapangan, hingga pendataan kebutuhan tambahan di setiap nagari. Interaksi langsung dengan warga juga dilakukan untuk mengidentifikasi prioritas bantuan yang masih diperlukan, khususnya terkait kesehatan, sanitasi, dan kebutuhan harian. “Kami melihat langsung bagaimana warga berusaha bertahan dengan kondisi terbatas. Pendampingan dan bantuan logistik menjadi kebutuhan mendesak,” ujar Rossi, perwakilan ormawa FIB Unand.

Kegiatan tanggap bencana ini menjadi bagian dari komitmen FIB Unand dalam menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi, terutama pada aspek pengabdian kepada masyarakat. FIB Unand akan terus melakukan koordinasi lanjutan jika diperlukan bantuan tambahan di wilayah terdampak.

Humas FIB Unand: Siti Awal Syaravina

 

FIB Unand Kunjungi dan Distribusikan Bantuan untuk Civitas Academica Korban Bencana Banjir

Gambar 1. Kunjungan FIB Unand dan penyerahan bantuan bagi dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa yang terdampak bencana banjir

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas melaksanakan kunjungan sekaligus penyerahan bantuan bagi dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa yang terdampak bencana banjir dan longsor di Kota Padang. Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 1 Desember 2025, sebagai bentuk respons cepat terhadap kondisi darurat yang melanda beberapa wilayah di Kota Padang.

Bencana banjir dan longsor yang terjadi pada akhir November hingga awal Desember 2025 menyebabkan kerusakan cukup signifikan di sejumlah kecamatan. Intensitas hujan tinggi memicu naiknya debit air, melumpuhkan akses jalan, serta menyebabkan masuknya lumpur dan air ke permukiman warga. Sejumlah dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa FIB Unand turut menjadi korban, dengan kerusakan bervariasi dari kehilangan barang hingga rumah yang terendam lumpur.

Berdasarkan data yang dihimpun hingga hari ini, dosen yang terdampak antara lain Rahtu Nila Sepni, S.Hum., M.Hum.; Dr. Wannofri Samry, M.Hum.; Prof. Yenny Narny, S.S., M.A., Ph.D.; A’ang Pambudi Nugroho, S.Pd., M.A. dan Dr. Midawati, M.Hum. Adapun tenaga kependidikan yang turut terdampak meliputi Ermi Yanti, Didi Putra, Juniati, S.H., Basyaruddin, Desi Yulia Sari dan Desrita Suryani. Selain itu, lima mahasiswa FIB Unand juga mengalami kerugian material yang cukup signifikan, yaitu Zahwa dari Program Studi Sastra Inggris, Rayhan dari Ilmu Sejarah, Bunga dan Najwa dari Sastra Indonesia, serta Kelvin dari Sastra Jepang.

Kunjungan dilakukan langsung oleh pimpinan fakultas bersama perwakilan dosen dan tenaga kependidikan. Tim melihat secara langsung kondisi rumah para korban serta menyerahkan bantuan berupa kebutuhan dasar yang disesuaikan dengan kebutuhan mendesak di lapangan. Bantuan ini bersifat dukungan awal untuk meringankan beban civitas academica.  

Dekan Fakultas Ilmu Budaya, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian fakultas terhadap warganya yang terdampak bencana. “Prioritas kami adalah memastikan kondisi civitas academica yang terdampak dapat segera tertangani, minimal pada kebutuhan dasar. Bantuan ini bukan penyelesaian akhir, tetapi langkah awal untuk memastikan bahwa mereka tidak menghadapi situasi ini sendirian,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP

Gambar 2. Kondisi rumah salah seorang dosen FIB Unand, Dr. Wannofri Samry, M.Hum., yang terdampak bencana banjir

Pada kesempatan yang sama, fakultas mengimbau agar seluruh pihak menjaga kewaspadaan mengingat cuaca ekstrem masih memungkinkan terjadi. Fakultas juga membuka kanal koordinasi untuk pendataan lanjutan dan kemungkinan bantuan tambahan apabila diperlukan.

Dengan terlaksananya kunjungan dan penyaluran bantuan ini, FIB Unand berharap para dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa yang terdampak dapat segera pulih serta memperoleh dukungan yang memadai, baik dari institusi maupun jejaring sosial masing-masing.

Humas FIB Unand: Siti Awal Syaravina