FIB Unand Laksanakan Sosialisasi Pengisian SIAMI untuk Penguatan Penjaminan Mutu dan Akreditasi

Gambar 1. Sosialisasi Pengisian Sistem Informasi Akreditasi Mutu Internal (SIAMI) oleh ketua GPM FIB Unand, Aulia Rahman, S.S., M.A.

Dalam rangka memperkuat sistem penjaminan mutu internal serta mendukung pencapaian akreditasi nasional dan internasional, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pengisian Sistem Informasi Akreditasi Mutu Internal (SIAMI). Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Selasa–Rabu, 23–24 Desember 2025, bertempat di Ruang Sidang Dekanat FIB Unand.

Kegiatan sosialisasi ini diselenggarakan oleh Gugus Penjaminan Mutu (GPM) Fakultas Ilmu Budaya sebagai bagian dari upaya sistematis fakultas dalam memastikan keterpaduan data mutu akademik dan nonakademik di tingkat program studi dan fakultas. Sosialisasi ini diikuti oleh pimpinan fakultas, ketua program studi, serta tenaga kependidikan di lingkungan FIB Unand yang terlibat langsung dalam pengelolaan dan pelaporan data mutu.

Wakil Dekan I FIB Unand, Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D., secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa pengisian SIAMI bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan instrumen strategis dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan di lingkungan fakultas. Menurutnya, konsistensi dan ketepatan pengisian data menjadi fondasi penting dalam proses evaluasi mutu internal dan eksternal. “SIAMI merupakan bagian dari sistem penjaminan mutu yang harus dipahami secara utuh oleh seluruh pengelola program studi dan unit pendukung. Ketepatan data dan keselarasan antarunit akan sangat menentukan kualitas pelaporan kita, baik untuk kepentingan akreditasi nasional maupun internasional,” ujar Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D.

Sebagai narasumber utama, Aulia Rahman, S.S., M.A., selaku Ketua Gugus Penjaminan Mutu (GPM) FIB Unand, memberikan pemaparan teknis terkait mekanisme pengisian SIAMI. Materi yang disampaikan meliputi struktur sistem SIAMI, jenis data yang harus diunggah, keterkaitan SIAMI dengan instrumen akreditasi, serta strategi memastikan kesesuaian data antarlevel program studi, fakultas, dan universitas.

Dalam pemaparannya, Aulia Rahman, S.S., M.A. menegaskan bahwa SIAMI berfungsi sebagai basis data mutu yang terintegrasi dan menjadi rujukan utama dalam pelaporan ke Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Andalas. Oleh karena itu, setiap unit diharapkan memahami peran dan tanggung jawabnya dalam menjaga validitas serta keberlanjutan data. “Pengisian SIAMI bukan pekerjaan sesaat, tetapi proses berkelanjutan. Data yang kita input hari ini akan menjadi dasar evaluasi mutu di tingkat universitas dan sekaligus memperkuat posisi FIB dalam proses akreditasi ke depan,” jelas Aulia Rahman, S.S., M.A.

Selama dua hari pelaksanaan, kegiatan berlangsung secara interaktif dengan sesi diskusi dan pendampingan langsung. Peserta diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan terkait kendala teknis, interpretasi indikator mutu, serta sinkronisasi data antarunit. Pendekatan ini diharapkan dapat meminimalkan kesalahan pengisian dan meningkatkan pemahaman bersama terhadap sistem SIAMI.

Humas FIB Unand: Siti Awal Syaravina, S.Hum., M.Li.

Dharma Wanita FIB Unand Lakukan Pengabdian kepada Masyarakat Pascabencana di Bayang Utara, Pesisir Selatan

Gambar 1. Dharma Wanita FIB Unand bersama pimpinan dan civitas academica melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Pesisir Selatan

Dalam rangka mendukung pemulihan sosial dan psikologis masyarakat terutama anak-anak pascabencana longsor, Dharma Wanita Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas bersama pimpinan dan civitas academica melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Nagari Puluik-Puluik, Kecamatan IV Nagari, Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan, pada Sabtu, 20 Desember 2025. Kegiatan ini difokuskan pada pendampingan psikososial anak-anak melalui program trauma healing yang bersifat edukatif dan humanis.

Pengabdian masyarakat ini melibatkan unsur Dharma Wanita FIB Unand yang diwakili oleh Ketua Dharma Wanita, Rosawaty Indriani, S.Pt. bersama Ermaneli, S.E., yang berkolaborasi langsung dengan pimpinan FIB Unand, yaitu Dekan FIB Unand Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, Wakil Dekan I Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D., Wakil Dekan II Alex Darmawan, S.S., M.A., Manajer Bidang I Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum., Manajer Bidang II Adrianis, S.S., M.A., serta Humas FIB Unand Siti Awal Syaravina, S.Hum., M.Li. Kegiatan ini juga didukung oleh relawan mahasiswa FIB Unand.

Partisipasi Dharma Wanita FIB Unand dalam kegiatan ini menegaskan peran strategis organisasi pendamping civitas akademika dalam kegiatan kemanusiaan dan sosial. Kehadiran Dharma Wanita tidak hanya bersifat simbolik, tetapi terlibat aktif dalam membangun suasana empatik, hangat, dan ramah anak selama kegiatan berlangsung, khususnya dalam interaksi langsung dengan anak-anak korban bencana.

Secara substansial, kegiatan trauma healing dirancang untuk membantu anak-anak mengelola dampak psikologis pascabencana, seperti rasa takut, cemas, dan kehilangan rasa aman. Anak-anak merupakan kelompok rentan yang membutuhkan pendekatan khusus berbasis kasih sayang, komunikasi positif, dan aktivitas yang menyenangkan. Oleh karena itu, kegiatan dikemas dalam bentuk mendongeng, bercerita, permainan edukatif, serta ice breaking yang dipandu oleh relawan mahasiswa FIB Unand dengan pendampingan penuh dari tim pengabdian.

Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, dalam sambutannya menegaskan bahwa keterlibatan Dharma Wanita FIB Unand dalam kegiatan ini memperkuat nilai kepedulian sosial dan kemanusiaan di lingkungan fakultas. Menurutnya, pengabdian kepada masyarakat pascabencana tidak hanya memerlukan pendekatan material, tetapi juga sentuhan emosional dan psikologis, terutama bagi anak-anak. “Pendampingan yang dilakukan bersama Dharma Wanita ini menjadi bagian penting dalam menciptakan rasa aman dan kenyamanan bagi anak-anak yang terdampak bencana,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP.

Kegiatan ditutup dengan pembagian hadiah kepada seluruh anak-anak yang mengikuti rangkaian trauma healing. Pemberian hadiah ini dimaknai sebagai bentuk perhatian dan dukungan moral untuk menumbuhkan kembali keceriaan serta semangat anak-anak di tengah situasi pemulihan pascabencana.

Melalui kegiatan ini, Dharma Wanita FIB Unand bersama Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas menegaskan komitmen untuk terus berperan aktif dalam pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam konteks kebencanaan, dengan mengedepankan pendekatan humaniora yang berfokus pada empati, komunikasi, dan keberlanjutan pemulihan sosial.

Humas FIB Unand: Siti Awal Syaravina, S.Hum., M.Li.

FIB Unand Laksanakan Trauma Healing Pascabencana Banjir dan Longsor di Nagari Puluik-Puluik Pesisir Selatan

Gambar 1. Pengabdian kepada masyarakat berupa trauma healing pascabencana banjir dan longsor di Nagari Puluik-Puluik, Kecamatan IV Nagari, Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan

Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa trauma healing pascabencana banjir dan longsor di Nagari Puluik-Puluik, Kecamatan IV Nagari, Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan, pada Sabtu, 20 Desember 2025. Kegiatan ini ditujukan untuk membantu memulihkan kondisi psikososial anak-anak yang terdampak bencana alam yang terjadi beberapa waktu lalu.

Kegiatan ini melibatkan pimpinan FIB Unand, yakni Dekan FIB Unand Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP; Wakil Dekan I Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D.; Wakil Dekan II Alex Darmawan, S.S., M.A.; Manajer Bidang I Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum.; Manajer Bidang II Adrianis, S.S., M.A.; serta Humas FIB Unand Siti Awal Syaravina, S.Hum., M.Li. Kegiatan ini juga didukung oleh Dharma Wanita FIB Unand, yakni Rosawaty Indriani, S.Pt. dan Ermaneli, S.E., serta relawan mahasiswa FIB Unand.

Secara konseptual, trauma healing merupakan pendekatan pemulihan psikologis yang bertujuan membantu individu, khususnya anak-anak untuk mengelola emosi negatif, ketakutan, dan kecemasan pascabencana. Anak-anak merupakan kelompok rentan yang kerap mengalami dampak psikologis berkepanjangan, seperti ketakutan berlebih, perubahan perilaku, dan penurunan rasa aman. Oleh karena itu, pendekatan yang bersifat edukatif, komunikatif, dan menyenangkan menjadi strategi yang relevan dalam proses pemulihan awal.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan trauma healing ini dikemas melalui berbagai aktivitas interaktif dan ramah anak, seperti mendongeng, bercerita, permainan edukatif (games), serta ice breaking. Seluruh rangkaian kegiatan dipandu oleh relawan mahasiswa FIB Unand yang telah dipersiapkan untuk menciptakan suasana aman, hangat, dan menyenangkan bagi anak-anak di posko pengungsian Nagari Puluik-Puluik.

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Dekan FIB Unand Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, yang menekankan pentingnya kehadiran perguruan tinggi dalam merespons bencana tidak hanya dari sisi material, tetapi juga dari aspek kemanusiaan dan psikososial. Menurutnya, pemulihan trauma anak-anak merupakan bagian penting dari proses rehabilitasi sosial pascabencana. “Trauma healing ini kami lakukan sebagai upaya menghibur sekaligus membantu anak-anak agar perlahan dapat kembali tersenyum dan merasa aman setelah peristiwa bencana yang mereka alami. Anak-anak membutuhkan ruang untuk bermain, berekspresi, dan merasa didampingi,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP.

Gambar 2. Kegiatan Trauma Healing melalui mendongeng dan bercerita yang dipimpin oleh Nada Aprilla dan teman-teman relawan mahasiswa FIB Unand

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pendekatan melalui permainan, cerita, dan interaksi sosial dipilih karena sesuai dengan karakter perkembangan anak. Aktivitas tersebut diharapkan mampu mengalihkan fokus anak dari pengalaman traumatis menuju pengalaman positif yang membangun kembali rasa percaya diri dan kenyamanan emosional.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pembagian hadiah kepada seluruh anak-anak yang mengikuti kegiatan trauma healing. Pembagian hadiah ini tidak hanya berfungsi sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi anak-anak, tetapi juga sebagai stimulus positif untuk menumbuhkan kembali keceriaan dan semangat mereka. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, dengan pendekatan humaniora yang menempatkan aspek bahasa, budaya, dan psikologi sosial sebagai landasan dalam membangun ketangguhan masyarakat pascabencana.

Humas FIB Unand: Siti Awal Syaravina, S.Hum., M.Li.

Dorong Produktivitas Akademik, FIB Unand Gelar Sosialisasi Penelitian dan Pengabdian BIMA

Gambar 1. Sosialisasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat melalui platform BIMA

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat melalui platform BIMA yang difasilitasi oleh LPPM Universitas Andalas. Hal ini merupakan upaya strategis untuk memperkuat budaya riset dan pengabdian dosen di lingkungan fakultas. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat, 19 Desember 2025, bertempat di Ruang Sidang Dekanat. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.HUM., CRP dan diikuti oleh dosen di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya dari berbagai program studi.

Kegiatan sosialisasi ini menghadirkan narasumber dari ketua LPPM, Prof. Dr. techn. Marzuki, S.Si., M.Sc., Eng. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman komprehensif terkait kebijakan, skema, serta mekanisme pengajuan proposal penelitian dan pengabdian yang dikelola melalui Basis Informasi Manajemen Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (BIMA). Platform BIMA merupakan sistem terintegrasi yang dikembangkan untuk meningkatkan tata kelola penelitian dan pengabdian agar lebih akuntabel, transparan, dan terukur.

Dalam pemaparannya, Prof. Dr. techn. Marzuki, S.Si., M.Sc., Eng. menjelaskan secara sistematis berbagai skema pendanaan penelitian dan pengabdian, mulai dari penelitian dasar, terapan, hingga pengabdian berbasis pemberdayaan masyarakat. Selain itu, peserta juga dibekali dengan pemahaman teknis terkait alur pengusulan proposal, kriteria penilaian, serta strategi penyusunan proposal yang selaras dengan roadmap riset nasional dan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Sosialisasi ini menekankan pentingnya integrasi penelitian dan pengabdian dengan keilmuan humaniora, khususnya bahasa, sastra, sejarah, dan budaya, sebagai ciri khas FIB Unand. Melalui pendekatan interdisipliner, hasil penelitian dan pengabdian diharapkan tidak hanya berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat. “Melalui sosialisasi BIMA ini, kami mendorong dosen FIB Unand untuk semakin aktif dan terarah dalam merancang penelitian serta pengabdian yang berkualitas, relevan, dan berdampak. Sistem BIMA membantu memastikan bahwa seluruh proses berjalan sesuai standar dan kebijakan yang berlaku,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.HUM., CRP.

Gambar 2. Diskusi interaktif antara narasumber dan dosen di lingkungan FIB Unand

Kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi interaktif antara dosen dan narasumber terkait tantangan teknis pengusulan, strategi meningkatkan peluang pendanaan, serta pengelolaan luaran penelitian dan pengabdian, seperti publikasi ilmiah, buku, dan produk berbasis budaya lokal.

Dengan terselenggaranya sosialisasi ini, FIB Unand menegaskan komitmennya dalam memperkuat pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada mutu akademik dan kontribusi sosial.

Humas FIB Unand: Siti Awal Syaravina

FIB Unand Gelar Sosialisasi Teknik Pengisian Tracer Study untuk Penguatan Mutu Lulusan

Gambar 1. Sambutan Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum, CRP pada acara Sosialisasi Teknik Pengisian Tracer Study FIB Unand

Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Teknik Pengisian Tracer Study sebagai bagian dari upaya penguatan sistem penjaminan mutu dan evaluasi lulusan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 15 Desember 2025, bertempat di Ruang Sidang Dekanat FIB Universitas Andalas, dan dihadiri oleh pimpinan fakultas serta perwakilan unit terkait.

Kegiatan sosialisasi ini dihadiri dan dibuka oleh Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum, CRP; Wakil Dekan I, Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D.; dan Manajer bidang II, Adrianis, S.S., M.A. Sosialisasi difokuskan pada pemahaman teknis pengisian instrumen tracer study serta urgensinya dalam mendukung pengembangan akademik dan peningkatan daya saing lulusan.

Tracer study merupakan instrumen penting dalam sistem pendidikan tinggi yang berfungsi untuk menelusuri rekam jejak lulusan setelah menyelesaikan studi. Data yang dihasilkan mencakup masa tunggu kerja, relevansi kompetensi lulusan dengan dunia kerja, serta masukan dari alumni dan pengguna lulusan. Informasi tersebut menjadi dasar evaluasi kurikulum, penyusunan kebijakan akademik, serta pemenuhan standar akreditasi nasional dan internasional.  

Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum, CRP menjelaskan bahwa tracer study tidak sekadar menjadi kewajiban administratif, melainkan bagian integral dari siklus penjaminan mutu pendidikan tinggi. Ketepatan dan kejujuran pengisian data sangat menentukan kualitas informasi yang dihasilkan dan berdampak langsung pada pengambilan keputusan institusional. “Tracer study adalah instrumen strategis untuk memotret keberhasilan proses pendidikan. Data yang valid dan akurat akan membantu fakultas dalam merumuskan kebijakan berbasis bukti serta memastikan lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum, CRP.

Lebih lanjut, kegiatan ini juga membahas teknis pengisian tracer study secara sistematis, mulai dari akses platform, pemahaman indikator pertanyaan, hingga pentingnya konsistensi data. Peserta diberikan penjelasan mengenai peran masing-masing unit dalam mendorong partisipasi alumni agar tingkat respons tracer study dapat terus ditingkatkan.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, FIB Universitas Andalas menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola akademik berbasis data serta meningkatkan mutu lulusan secara berkelanjutan. Tracer study diharapkan tidak hanya menjadi alat evaluasi, tetapi juga sarana refleksi institusional dalam menjawab tantangan pendidikan tinggi di masa depan.

Humas FIB Unand: Siti Awal Syaravina 

FIB Unand Gelar Rapat Koordinasi Bersama BEM, HIMA, dan UKM untuk Penguatan Tata Kelola Kemahasiswaan

Gambar 1. Rapat Koordinasi bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Himpunan Mahasiswa (HIMA), serta Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) FIB Unand

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas melaksanakan Rapat Koordinasi bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Himpunan Mahasiswa (HIMA), serta Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) FIB Unand pada Senin, 15 Desember 2025, bertempat di Ruang Sidang Dekanat FIB Unand. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya fakultas untuk memperkuat sinergi kelembagaan dan memastikan keterpaduan pelaksanaan program kemahasiswaan di lingkungan FIB Unand.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh Wakil Dekan I FIB Unand, Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D., dan Manajer Bidang I, Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum., serta perwakilan pengurus BEM, HIMA, dan UKM di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya. Kehadiran unsur pimpinan fakultas dan organisasi mahasiswa mencerminkan komitmen bersama dalam membangun tata kelola kemahasiswaan yang tertib, terarah, dan berkelanjutan.

Secara umum, rapat membahas koordinasi program kerja organisasi mahasiswa, sinkronisasi kegiatan dengan kebijakan fakultas, serta penguatan mekanisme komunikasi antara pimpinan fakultas dan organisasi kemahasiswaan. Pembahasan juga menekankan pentingnya perencanaan kegiatan yang terstruktur, akuntabel, dan selaras dengan kalender akademik, sekaligus memperhatikan prinsip efektivitas dan efisiensi pelaksanaan kegiatan mahasiswa.

Selain itu, rapat turut menyoroti aspek tata kelola organisasi, termasuk administrasi kegiatan, pelaporan program, serta penguatan peran organisasi mahasiswa sebagai mitra strategis fakultas dalam mendukung pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi. Organisasi mahasiswa didorong untuk tidak hanya aktif dalam kegiatan internal, tetapi juga berkontribusi secara nyata dalam pengembangan budaya akademik, kepemimpinan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Gambar 2. Diskusi interaktif antara Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Himpunan Mahasiswa (HIMA), serta Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) FIB Unand

Wakil Dekan I FIB Unand, Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D., dalam arahannya menegaskan bahwa koordinasi yang baik antara fakultas dan organisasi mahasiswa menjadi kunci terciptanya iklim akademik yang sehat dan produktif. “Organisasi mahasiswa merupakan bagian integral dari ekosistem akademik fakultas. Karena itu, setiap program perlu dirancang secara terkoordinasi, terukur, dan selaras dengan arah kebijakan fakultas agar memberikan dampak positif bagi pengembangan mahasiswa,” ujar Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D.

Melalui rapat koordinasi ini, disepakati sejumlah langkah tindak lanjut yang menekankan penguatan komunikasi, penyesuaian program kerja dengan kebijakan fakultas, serta komitmen bersama untuk menjaga profesionalisme dalam pengelolaan organisasi mahasiswa.

Humas FIB Unand: Siti Awal Syaravina