Perkuat Aktivitas Keagamaan di Kampus, FIB Unand Susun Kepengurusan Masjid Al Munir

Gambar 1. Rapat pembentukan kepengurusan baru Masjid Al Munir FIB Unand periode 2026-2030

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand) melaksanakan rapat pembentukan pengurus baru Masjid Al Munir FIB Unand periode 2026–2030 pada Jumat, 8 Mei 2026, bertempat di Masjid Al Munir Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas. Rapat ini dilaksanakan sebagai langkah penguatan pengelolaan masjid sekaligus pengembangan berbagai program keagamaan di lingkungan fakultas.

Rapat dihadiri oleh pimpinan fakultas, dosen, serta tenaga kependidikan di lingkungan FIB Unand, di antaranya Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., Dr. Drs. Zulqaiyyim, M.Hum., Dr. Zaiyardam, M.Hum., Alex Darmawan, S.S., M.A., Dr. Ronidin, S.S., M.A., Donny Sofyan, S.S., MHRM., M.A., Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum., Adrianis, S.S., M.Hum., serta unsur tenaga kependidikan lainnya.

Agenda utama rapat membahas pembentukan struktur kepengurusan baru Masjid Al Munir, perbaikan sarana dan prasarana masjid, penggalangan dana, pengembangan media sosial masjid, hingga rencana pelaksanaan berbagai program ibadah dan kegiatan sosial bagi dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa FIB Unand.

Dalam proses musyawarah, peserta rapat menyepakati pembentukan kepengurusan baru Masjid Al Munir periode 2026–2030 secara mufakat. Berdasarkan hasil rapat, Dekan FIB Unand ditetapkan sebagai pembina masjid, sementara posisi ketua dipercayakan kepada Dr. Ronidin, S.S., M.A.

Selain itu, rapat juga menetapkan susunan pengurus lainnya, yaitu Sehla Rizqa Ramadhona, S.S., M.A. sebagai Wakil Ketua, Rahmat Kurniawan, S.Kom. sebagai Sekretaris, dan Indra Putra, S.Kom. sebagai Bendahara. Pengurus juga dilengkapi dengan sejumlah seksi bidang, seperti dakwah, pendidikan, dana dan sosial, sarana dan prasarana, keamanan dan kebersihan, serta humas.

Dalam arahannya, Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., menyampaikan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga ruang pembinaan karakter dan penguatan kebersamaan di lingkungan kampus. “Masjid kampus harus menjadi ruang yang hidup, TIDAK hanya digunakan untuk ibadah rutin, tetapi juga menjadi pusat kegiatan positif bagi civitas academica,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa keberadaan pengurus baru diharapkan mampu menghadirkan program-program yang aktif dan berkelanjutan. “Pengelolaan masjid perlu dilakukan secara bersama dan terorganisasi agar aktivitas keagamaan di lingkungan fakultas dapat berjalan lebih baik,” tambahnya.

Gambar 2. Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum. bersama manajer dan dosen dalam rangkaian rapat di Masjid Al Munir FIB Unand

Ketua pengurus terpilih, Dr. Ronidin, S.S., M.A., menyampaikan bahwa kepengurusan baru akan berupaya mengaktifkan berbagai kegiatan yang melibatkan seluruh unsur di lingkungan FIB Unand. “Kami berharap Masjid Al Munir dapat menjadi ruang bersama yang nyaman untuk kegiatan ibadah, pendidikan, dan kegiatan sosial di lingkungan fakultas,” ungkapnya.

Beberapa program yang mulai direncanakan antara lain kegiatan Jumat Berkah, pengajian rutin, penguatan kegiatan ibadah civitas academica, hingga pengembangan media sosial masjid sebagai sarana informasi dan dakwah kampus.

Melalui pembentukan kepengurusan baru ini, FIB Unand berharap Masjid Al Munir dapat semakin aktif dalam mendukung kegiatan keagamaan, memperkuat kebersamaan antarwarga fakultas, serta menjadi bagian penting dalam pembangunan lingkungan kampus yang religius dan harmonis.

Ruang Baca Sejarah FIB Unand Gelar Bedah Buku “Kinantan Melintas Zaman”

Gambar 1. Narasumber utama, Irwan Setiawan, S.Pd. dan Akhmad Febriansyah sebagai pemantik diskusi dalam acara bedah buku “Kinantan Melintas Zaman”

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas melalui Ruang Baca Departemen Ilmu Sejarah menggelar seminar dan bedah buku bertajuk “Kupas Tuntas Kinantan Melintas Zaman: Membaca Budaya dan Konflik dalam Lanskap Digital” pada Selasa, 12 Mei 2026, di Ruang Seminar FIB Unand. Kegiatan ini menjadi ruang diskusi akademik yang membahas hubungan budaya, sejarah, ruang kota, serta dinamika konflik sosial dalam perspektif kekinian.

Kegiatan dibuka langsung oleh Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, dan turut dihadiri oleh Wakil Dekan I Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D., dosen Departemen Ilmu Sejarah, mahasiswa, serta civitas academica di lingkungan FIB Unand.

Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan doa, sebelum memasuki sesi inti diskusi buku. Dalam kegiatan tersebut, hadir Irwan Setiawan, S.Pd. sebagai narasumber utama dan Akhmad Febriansyah sebagai pemantik diskusi.

Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dan tanggapan dari peserta terkait isi buku Kinantan Melintas Zaman. Pembahasan tidak hanya berfokus pada isi teks, tetapi juga mengaitkan sejarah Bukittinggi dengan perkembangan sosial budaya masyarakat saat ini.

Dalam pemaparannya, Irwan Setiawan, S.Pd. menjelaskan bahwa buku tersebut memuat berbagai kajian mengenai sejarah Kota Bukittinggi, mulai dari sejarah kebun binatang Kinantan, perkembangan tata kota, toponimi atau penamaan wilayah, hingga perubahan sosial budaya yang terjadi dari masa ke masa. “Buku ini tidak hanya membahas sejarah sebagai peristiwa masa lalu, tetapi juga bagaimana ruang budaya itu berubah dan dipahami masyarakat hari ini,” ujar Irwan Setiawan, S.Pd.

Selain membahas sejarah kota, buku tersebut juga menyoroti kritik terhadap pengelolaan aset budaya dan sejarah di Bukittinggi yang dinilai mulai kurang terjaga. Dalam diskusi, narasumber menyinggung pentingnya perhatian pemerintah terhadap pelestarian bangunan, ruang sejarah, dan identitas budaya kota. “Banyak aset budaya yang perlahan hilang atau rusak. Padahal, itu bagian penting dari identitas sejarah masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, pemantik diskusi, Akhmad Febriansyah, membantu mengarahkan jalannya pembahasan agar tetap terfokus pada gagasan utama buku sekaligus menghubungkannya dengan perkembangan ruang digital yang memengaruhi cara masyarakat membaca sejarah dan budaya.

Peserta diskusi tampak aktif menyampaikan pandangan terkait pentingnya literasi budaya, dokumentasi sejarah lokal, serta tantangan pelestarian budaya di era digital. Suasana diskusi berlangsung hangat karena banyak peserta mengaitkan isi buku dengan kond isi sosial budaya Minangkabau saat ini.

Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan bedah buku seperti ini penting untuk memperkuat tradisi akademik dan budaya literasi di lingkungan kampus. “Ruang baca tidak hanya menjadi tempat membaca buku, tetapi juga ruang bertemunya gagasan, diskusi, dan pengembangan budaya akademik,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum.

Gambar 2. Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum. bersama jajarann pimpinan, narasumber utama, dan para dosen dalam Bedah Buku “Kinantan Melintas Zaman”

Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar mahasiswa terbiasa berpikir kritis dalam membaca berbagai persoalan budaya dan sejarah. Kegiatan kemudian ditutup dengan penegasan kembali poin-poin penting diskusi dan sesi dokumentasi bersama narasumber, pemantik, dosen, serta peserta yang hadir.

Melalui kegiatan ini, Departemen Ilmu Sejarah FIB Unand menegaskan komitmennya dalam menghadirkan forum ilmiah yang relevan dengan isu budaya, sejarah lokal, dan perkembangan zaman, sekaligus memperkuat tradisi literasi di lingkungan akademik.

Mahasiswa Sejarah FIB Unand Hadirkan H. Arisal Aziz dalam Kuliah Umum Kewirausahaan

Gambar 1. Penyambutan H. Arisal Aziz, Anggota DPR RI Komisi XIII di FIB Unand

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand) melalui mahasiswa Sejarah angkatan 2023 menggelar kegiatan Kuliah Umum Kewirausahaan pada Rabu, 6 Mei 2026, di Ruang Seminar FIB Unand. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Bazar Kewirausahaan Mahasiswa Sejarah yang sebelumnya telah berlangsung sejak 4 Mei 2026.

Kuliah umum menghadirkan H. Arisal Aziz, Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi PAN sekaligus Founder Indah Group, sebagai narasumber utama. Mengusung tema “Membangkitkan Jiwa Wirausaha Generasi Muda Minangkabau: Pengalaman Arisal Aziz; dari Terminal ke Senayan”, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran langsung bagi mahasiswa mengenai dunia usaha, perjalanan karier, dan semangat membangun bisnis dari bawah.

Sebelum acara dimulai, narasumber beserta tamu undangan disambut secara adat di depan Gedung Fakultas Ilmu Budaya melalui penampilan Tari Pasambahan dan Galombang oleh tim UKS Universitas Andalas. Penyambutan tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus pengenalan budaya Minangkabau kepada tamu yang hadir.

Acara dibuka secara resmi oleh Sekretaris Universitas Andalas, Dr. Aidinil Zetra, M.A. dan turut dihadiri oleh pimpinan FIB Unand, yaitu Wakil Dekan II Alex Darmawan, S.S., M.A. yang mewakili Dekan FIB Unand, Manajer Bidang I Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum., Manajer Bidang II Adrianis, S.S., M.A., dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa FIB Unand.

Kegiatan dipandu oleh moderator Harry Efendy, S.S., M.A., dan berlangsung secara interaktif. Mahasiswa tampak aktif mengajukan pertanyaan terkait pengalaman bisnis, tantangan usaha, hingga perjalanan politik H. Arisal Aziz.

Dalam pemaparannya, H. Arisal Aziz membagikan kisah perjalanan hidupnya sebagai putra daerah asal Padang Pariaman yang memulai usaha dari bawah hingga berhasil membangun jaringan bisnis nasional dan internasional melalui Indah Group, yang meliputi berbagai unit usaha seperti Indah Cargo, Indah Logistik, dan Indah Travel.

Ia menjelaskan bahwa perjalanan bisnis yang dijalani tidak selalu mudah. Berbagai tantangan dan kegagalan pernah dihadapi sebelum usahanya berkembang seperti saat ini. “Memulai usaha tidak harus langsung besar, yang penting adalah keberanian untuk memulai, disiplin, dan konsisten menjaga kepercayaan,” ujarnya di hadapan peserta seminar.

Ia juga menekankan pentingnya kerja keras dan kemampuan membaca peluang di tengah perubahan zaman. “Anak muda Minangkabau memiliki potensi besar dalam dunia usaha. Jangan takut mencoba dan jangan cepat puas karena kita sudah ditanamkan budaya merantau sejak kecil,” tambahnya.

Wakil Dekan II FIB Unand, Alex Darmawan, S.S., M.A., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran kontekstual yang mempertemukan mahasiswa dengan pengalaman nyata di dunia profesional dan bisnis. “Mahasiswa perlu mendapatkan pengalaman langsung dari praktisi agar memahami bahwa kewirausahaan tidak hanya teori, tetapi juga tentang keberanian, proses, dan ketekunan,” ujarnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Mata Kuliah Kewirausahaan yang diampu oleh Dr. Zulqaiyyim, M.Hum., Ana Fitri Ramadani, S.S., M.A., dan Dr. Zaiyardam, M.Hum. Ketua pelaksana kegiatan, Julianan Putri, menyampaikan bahwa seminar ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa untuk mulai membangun pola pikir kewirausahaan sejak di bangku kuliah.

Selain membahas perjalanan bisnis, diskusi juga menyinggung pentingnya jejaring, pengelolaan usaha, serta kemampuan beradaptasi dalam menghadapi perkembangan ekonomi dan teknologi.

Melalui kegiatan ini, FIB Unand terus mendorong pembelajaran yang aplikatif dengan menghadirkan praktisi dan tokoh profesional ke lingkungan kampus. Kuliah umum tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa sekaligus menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan generasi muda.  

Gambar 2. Kuliah umum kewirausahaan bersama H. Arisal Aziz, Anggota DPR RI Komisi XIII di FIB Unand

FIB Unand Gelar Gotong Royong Sambut Rangkaian Kegiatan Fakultas

Gambar 1. Kegiatan gotong royong di FIB Unand

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand) melaksanakan kegiatan gotong royong pada Selasa, 5 Mei 2026, di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas. Kegiatan ini melibatkan unsur pimpinan fakultas, tenaga kependidikan, dan mahasiswa sebagai bagian dari persiapan menyambut berbagai agenda akademik, kemahasiswaan, dan kegiatan institusional yang akan berlangsung dalam beberapa minggu ke depan di lingkungan FIB Unand.

Gotong royong dipimpin langsung oleh Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, bersama jajaran pimpinan fakultas, yaitu Wakil Dekan I Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D., Wakil Dekan II Alex Darmawan, S.S., M.A., Manajer Bidang I Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum., dan Manajer Bidang II Adrianis, S.S., M.A. Kegiatan tersebut kemudian diikuti oleh seluruh tenaga kependidikan dan mahasiswa di lingkungan FIB Unand.

Pelaksanaan gotong royong difokuskan pada pembersihan area sekretariat, ruang pelayanan administrasi, koridor, taman, halaman fakultas, hingga beberapa titik yang akan digunakan sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan mendatang. Selain membersihkan lingkungan, peserta juga melakukan penataan ulang sejumlah fasilitas kerja, pengecekan kebersihan ruangan, serta merapikan area publik agar lebih nyaman digunakan oleh civitas academica dan tamu fakultas.

Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kesiapan fakultas dalam menyambut berbagai agenda besar yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat, mulai dari kegiatan akademik, seminar, kunjungan institusi, hingga aktivitas mahasiswa dan program fakultas lainnya. Lingkungan kampus yang bersih dan tertata dinilai penting untuk mendukung kelancaran seluruh kegiatan tersebut.

Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, menyampaikan bahwa gotong royong menjadi bagian dari budaya kerja bersama yang perlu terus dijaga di lingkungan fakultas. “Kegiatan ini bukan hanya tentang membersihkan lingkungan, melainkan juga membangun rasa tanggung jawab bersama terhadap ruang kerja dan ruang belajar yang kita gunakan setiap hari,” ujarnya.

Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP juga menambahkan bahwa suasana kampus yang bersih dan tertata akan memberikan dampak positif terhadap kenyamanan serta kualitas pelayanan di lingkungan fakultas. “Dalam beberapa minggu ke depan, FIB akan melaksanakan berbagai kegiatan besar. Karena itu, kebersihan dan kesiapan lingkungan menjadi hal yang penting agar seluruh kegiatan dapat berjalan dengan baik,” tambahnya.

Selama kegiatan berlangsung, tenaga kependidikan dan mahasiswa tampak bekerja bersama membersihkan area fakultas, memangkas tanaman, mengumpulkan sampah dan daun kering, serta menata kembali sejumlah perlengkapan di area pelayanan. Kegiatan berjalan dalam suasana santai dan penuh kebersamaan antarpegawai.

Melalui kegiatan gotong royong ini, FIB Unand terus mendorong terciptanya budaya kerja yang kolaboratif sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan dan kenyamanan lingkungan kampus sebagai ruang bersama bagi seluruh civitas academica

Gambar 2. Kegiatan gotong royong di FIB Unand

FIB Unand Gelar Rapat Pengisian LKE Zona Integritas 2026

Gambar 1. Ketua ZI FIB Unand, Dafruddin, S.Pt., M.M. menyampaikan pembagian tugas dan tata cara pengisian LKE ZI 2026

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand) melaksanakan kegiatan Rapat Pengisian Lembar Kerja Evaluasi (LKE) Zona Integritas Tahun 2026 pada Rabu, 29 April 2026, bertempat di Ruang Sidang Dekanat FIB Universitas Andalas. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis fakultas dalam memperkuat tata kelola institusi yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.

Rapat ini dipimpin langsung oleh Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, serta dihadiri oleh unsur pimpinan fakultas, yaitu Wakil Dekan I Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D., Wakil Dekan II Alex Darmawan, S.S., M.A., dan Kepala Kantor sekaligus ketua Zona Integritas FIB Unand, Dafruddin, S.Pt., M.M., bersama seluruh tim Zona Integritas yang terdiri dari berbagai unit kerja di lingkungan FIB Unand.

Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pengisian serta evaluasi LKE Zona Integritas sebagai instrumen penilaian dalam pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Melalui kegiatan ini, setiap tim bertanggung jawab terhadap komponen yang telah ditetapkan, mulai dari manajemen perubahan hingga peningkatan kualitas pelayanan publik.

Struktur tim Zona Integritas FIB Unand terdiri atas beberapa kelompok kerja, di antaranya Manajemen Perubahan yang dikoordinatori oleh Andina Meutia Hawa, M.Hum., Penataan Tatalaksana oleh Donny Syofyan, S.S., MHRM., M.A., Penataan Sistem Manajemen SDM oleh Adrianis, S.S., M.A., serta Penguatan Akuntabilitas Kinerja yang dikoordinatori oleh Septi Utami, S.S., M.A..

Selain itu, terdapat pula tim Penguatan Pengawasan yang dikoordinatori oleh Darni Enzimar Putri, S.S., M.Hum., serta tim Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik di bawah koordinasi Lady Diana Yusri, S.S., M.Hum.. Komponen lain seperti Survei Penerapan Pemerintahan Bersih dan Sosialisasi serta Pelayanan Publik yang Baik juga menjadi bagian penting dalam penguatan Zona Integritas di lingkungan fakultas.

Dalam arahannya, Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, menegaskan bahwa pembangunan Zona Integritas bukan sekadar pemenuhan administrasi, melainkan komitmen bersama dalam mewujudkan tata kelola yang baik. “Zona Integritas adalah proses berkelanjutan yang menuntut komitmen seluruh elemen institusi. Pengisian LKE bukan hanya formalitas, melainkan refleksi dari kinerja nyata yang telah kita lakukan,” ujar Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum.

Melalui kegiatan ini, FIB Unand berupaya memastikan bahwa seluruh aspek penilaian Zona Integritas dapat dipenuhi secara sistematis dan terukur. Rapat ini juga menjadi ruang koordinasi untuk menyamakan persepsi serta memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas tata kelola fakultas.

Dengan pelaksanaan rapat pengisian LKE ini, FIB Unand menegaskan komitmennya dalam mendukung reformasi birokrasi serta mewujudkan lingkungan kerja yang profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik yang prima. 

Mahasiswa Sejarah FIB Unand Gelar Bazar Kewirausahaan, Tampilkan Produk Kreatif dan Kolaborasi Industri

Gambar 1. Pembukaan Bazar Kewirausahaan mahasiswa Sejarah FIB Unand oleh Dekan, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum.

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand) melalui Program Studi Sejarah menyelenggarakan kegiatan Bazar Kewirausahaan sebagai bagian dari implementasi pembelajaran Mata Kuliah Kewirausahaan. Kegiatan ini berlangsung pada 4–8 Mei 2026 di koridor FIB Unand dan menjadi ruang praktik bagi mahasiswa dalam mengembangkan keterampilan kewirausahaan secara langsung.

Pembukaan kegiatan dilaksanakan pada Senin, 4 Mei 2026, yang secara resmi dibuka oleh Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, serta dihadiri oleh pimpinan fakultas, yaitu Wakil Dekan I Zulprianto, S.S., M.A., Ph.D., Wakil Dekan II Alex Darmawan, S.S., M.A., Manajer Bidang I Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum., Manajer Bidang II Adrianis, S.S., M.A., serta Ketua Program Studi Sejarah Dr. Zulqaiyyim, M.Hum.

Kegiatan ini merupakan bagian dari proses pembelajaran Kewirausahaan yang diampu oleh Dr. Zulqaiyyim, M.Hum., Ana Fitri Ramadani, S.S., M.A., dan Dr. Zaiyardam, M.Hum., dengan melibatkan mahasiswa sebagai pelaku utama dalam perencanaan, produksi, hingga pemasaran produk.

Ketua pelaksana kegiatan, Julianan Putri, mahasiswa Program Studi Sejarah, menyampaikan bahwa bazar ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan konsep kewirausahaan secara nyata.

“Melalui bazar ini, kami tidak hanya belajar teori, tetapi juga merasakan langsung proses berwirausaha, mulai dari perencanaan hingga pemasaran produk,” ujarnya.

Bazar ini menghadirkan 20 stand, yang terdiri dari 16 stand mahasiswa dan 6 stand sponsor. Beragam produk kreatif ditampilkan oleh mahasiswa, mulai dari kerajinan tradisional seperti songket balapak dan silungkang, produk kriya seperti tas dan selendang Koto Gadang, hingga berbagai produk lain seperti buku, makanan dan minuman, gantungan kunci, serta pakaian thrift.

Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan mitra eksternal sebagai bentuk kolaborasi dengan dunia industri dan sosial. Hayati Motor turut berpartisipasi dengan menyediakan layanan servis sepeda motor Honda secara gratis, sementara Palang Merah Indonesia (PMI) membuka stand donor darah sebagai bentuk kontribusi sosial dalam kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP, menegaskan pentingnya pembelajaran berbasis praktik dalam pengembangan kompetensi mahasiswa. “Kewirausahaan tidak cukup dipahami secara teoritis. Mahasiswa perlu terlibat langsung agar memiliki pengalaman nyata dalam mengelola usaha dan menghadapi dinamika pasar,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya fakultas dalam membekali mahasiswa dengan keterampilan yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan zaman.

“Kegiatan ini mencerminkan integrasi antara pembelajaran akademik dan praktik, yang diharapkan dapat melahirkan mahasiswa yang kreatif, inovatif, dan mandiri,” tambahnya.

Selama pelaksanaan, bazar berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari civitas academica FIB Unand. Interaksi antara mahasiswa, pengunjung, dan mitra menunjukkan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang pembelajaran, tetapi juga ajang kolaborasi dan penguatan jejaring.

Melalui kegiatan ini, FIB Unand menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang aplikatif dan kontekstual, serta mendorong mahasiswa untuk mengembangkan potensi kewirausahaan sebagai bagian dari kesiapan menghadapi dunia kerja dan masyarakat. 

Gambar 2. Dekan FIB Unand mengunjungan setiap stand mahasiswa