Mahasiswa Sastra Jepang FIB Unand Raih Juara III Lomba Esai Nasional Bertema Etika AI
Mahasiswa Sastra Jepang FIB Unand Raih Juara III Lomba Esai Nasional Bertema Etika AI

Gambar 1. Arya Alghifari, Mahasiswa Sastra Jepang FIB Unand Raih Juara III Lomba Esai Nasional
Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas di tingkat nasional. Arya Alghifari, mahasiswa Program Studi Sastra Jepang angkatan 2024, berhasil meraih Juara III dalam Kompetisi Esai Nasional Public In Frame 2026 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Andalas.
Kompetisi tingkat nasional tersebut mengangkat tema “Generasi Cerdas di Era Kecerdasan Buatan untuk Mewujudkan Indonesia Maju” dengan berbagai subtema yang relevan dengan perkembangan teknologi dan tantangan generasi muda saat ini. Arya berhasil meraih penghargaan pada subtema “Batasan Moral dalam Penggunaan Teknologi AI” di bawah bimbingan dosen FIB Unand, Imelda Indah Lestari, M.Hum.
Dalam kompetisi tersebut, Arya mengangkat esai berjudul “Inovasi Sistem Pembatasan Peran AI sebagai Alat Teknis, Bukan Sumber Gagasan, dalam Penulisan Karya Sastra Mahasiswa di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas.” Esai tersebut menawarkan sebuah model penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang tetap mendukung proses pembelajaran tanpa menghilangkan kreativitas dan keaslian gagasan mahasiswa.
Melalui gagasannya, Arya menyoroti fenomena meningkatnya penggunaan AI dalam dunia akademik, khususnya dalam penulisan karya sastra mahasiswa. Menurutnya, teknologi AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu teknis untuk memperbaiki tata bahasa, struktur kalimat, maupun pilihan diksi, tetapi tidak boleh mengambil alih proses berpikir dan penciptaan ide yang menjadi inti dari karya sastra.
Dalam esainya, Arya menawarkan sistem pembatasan yang menempatkan AI sebagai pendukung proses penulisan, bukan sebagai sumber utama gagasan. Sistem tersebut mencakup penyusunan ide secara mandiri, penulisan draf tanpa bantuan AI, penggunaan AI hanya untuk penyuntingan teknis, dokumentasi penggunaan AI, refleksi kritis mahasiswa, hingga evaluasi berbasis proses oleh dosen. Pendekatan tersebut bertujuan menjaga integritas akademik sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi secara bijak.
Arya Alghifari mengaku tertarik mengangkat isu tersebut karena melihat perkembangan teknologi AI yang semakin dekat dengan kehidupan mahasiswa. “AI adalah teknologi yang tidak bisa kita hindari. Namun, saya percaya bahwa teknologi seharusnya membantu manusia berpikir lebih baik, bukan menggantikan proses berpikir itu sendiri. Melalui esai ini saya ingin menunjukkan bahwa kemajuan teknologi dan integritas akademik dapat berjalan beriringan,” ujar Arya.
Ia juga berharap gagasan yang ditawarkannya dapat menjadi bahan diskusi dalam pengembangan kebijakan akademik di masa depan. “Karya sastra lahir dari pengalaman, perasaan, dan refleksi manusia. AI dapat membantu merapikan kata-kata, tetapi makna dan jiwa sebuah karya tetap harus lahir dari manusianya,” tambahnya.
Dosen pembimbing, Imelda Indah Lestari, M.Hum., mengapresiasi keberhasilan Arya yang mampu mengangkat isu yang sangat relevan dengan dunia pendidikan saat ini. “Topik yang diangkat Arya menunjukkan kepekaan terhadap perkembangan zaman sekaligus kepedulian terhadap integritas akademik. Ini menjadi bukti bahwa mahasiswa FIB Unand mampu menghadirkan gagasan kritis yang tidak hanya mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga mempertimbangkan aspek etika dan kemanusiaan,” ujarnya.
Sementara itu, Dekan FIB Unand, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP., turut menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. “Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa FIB Unand tidak hanya mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, tetapi juga mampu memberikan perspektif kritis terhadap penggunaannya. Di era kecerdasan buatan, kemampuan berpikir, beretika, dan menjaga orisinalitas gagasan menjadi nilai yang semakin penting,” ungkap Prof. Ike Revita, S.S., M.Hum.
Keberhasilan Arya Alghifari menambah daftar prestasi mahasiswa FIB Unand di tingkat nasional sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa humaniora memiliki kontribusi penting dalam membahas berbagai isu strategis, termasuk perkembangan kecerdasan buatan dan dampaknya terhadap dunia pendidikan serta kebudayaan.
Melalui capaian ini, FIB Unand terus menegaskan komitmennya dalam mendorong mahasiswa untuk menghasilkan gagasan-gagasan inovatif, kritis, dan relevan dengan tantangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai akademik dan kemanusiaan yang menjadi fondasi utama pendidikan tinggi.













